Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Video amatir yang memperlihatkan jalan putus di Kabupaten Cirebon viral di media sosial.
Dalam rekaman berdurasi satu menit dua detik itu, tampak sebuah sepeda motor berhenti di ujung jalan yang longsor akibat tergerus luapan sungai.
Jalan yang berada di kawasan Desa Karangwuni, Kecamatan Sedong itu terlihat ambles hingga menyisakan sedikit badan jalan.
Aspal bahkan tampak menggantung tepat di atas aliran sungai berwarna cokelat keruh.
Baca juga: Longsor Tewaskan Dua Wisatawan, Pemkab Subang Tutup Sementara Akses Wisata Curug Cileat
Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon, Selasa (19/5/2026) malam.
Luapan Sungai Cijuray mengikis badan jalan hingga akses vital warga putus total.
Dalam video yang beredar, perekam memperlihatkan
retakan panjang di badan jalan.
Kendaraan roda dua maupun roda empat disebut sudah tidak bisa lagi melintas karena kondisi jalan sangat berbahaya.
Akibat bencana itu, akses penghubung antara Desa Sedong Kidul dan Desa Karangwuni lumpuh total.
Warga yang biasa melintas menuju pasar maupun pusat aktivitas ekonomi terpaksa memutar melalui jalur alternatif dengan jarak yang lebih jauh.
Sekretaris Desa Karangwuni, Febi Apriadi Habi mengatakan, hujan deras mulai turun sejak selepas salat Isya hingga menjelang tengah malam.
Debit air sungai yang meningkat drastis membuat tanah penopang badan jalan terkikis.
“Jalan ini merupakan akses penghubung yang sangat penting antara Desa Karangwuni dan Desa Sedong Kidul,” ujar Febi saat diwawancarai media, Rabu (20/5/2026).
Ia menjelaskan, luapan Sungai Cimanis menyebabkan pondasi jalan amblas hingga badan jalan longsor sepanjang kurang lebih 50 meter.
“Kronologi kejadiannya bermula pada malam Rabu kemarin. Saat itu terjadi hujan lebat dengan intensitas tinggi yang merata di wilayah hulu, sehingga menyebabkan aliran Sungai Cimanis meluap sangat drastis,” ucapnya.
Menurut Febi, dampak longsor membuat seluruh akses transportasi warga lumpuh total.
Bahkan kendaraan roda dua pun tidak bisa melintas karena sisa badan jalan tinggal beberapa sentimeter saja.
“Dampaknya saat ini sangat berat bagi aktivitas warga. Akses transportasi sama sekali tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat maupun roda dua,” jelas dia.
Ia menyebut, warga dari kedua desa kini harus memutar jauh untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Baca juga: Duka Keluarga Korban Tewas Longsor di Jalur Curug Cileat Subang, Sesalkan Tak Ada Peringatan Dini
“Warga dari kedua desa yang ingin melintas terpaksa harus memutar mencari rute alternatif yang jaraknya jauh lebih signifikan dan memakan waktu lama,” katanya.
Pemerintah desa bersama unsur Muspika, Polsek, Koramil hingga pihak kecamatan langsung turun ke lokasi melakukan penanganan darurat.
Petugas gabungan juga memasang tanda peringatan agar warga tidak nekat melintas di area longsor.
Dalam video amatir yang viral, terlihat seorang warga berjalan menyusuri sisa beton pembatas jalan sambil merekam kondisi longsoran.
Separuh badan jalan tampak hilang terbawa arus sungai.
Perekam video juga memperlihatkan retakan memanjang pada aspal yang terus menyempit akibat terkikis air.
Di bagian ujung, badan jalan tampak menggantung tanpa penopang tanah di bawahnya.
Febi berharap Pemerintah Kabupaten Cirebon maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera melakukan penanganan permanen di lokasi tersebut.
“Kami sangat berharap kepada dinas terkait, khususnya Dinas PUPR dan Pemerintah Daerah, agar segera dilakukan perbaikan atau pembangunan kembali tanggul dan badan jalan yang longsor ini,” ujarnya.
Menurutnya, jalan tersebut merupakan urat nadi perekonomian masyarakat Sedong dan Karangwuni karena menjadi akses tercepat menuju pasar dan pusat kegiatan warga.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon menyebut, hujan deras dengan durasi panjang menjadi penyebab utama banjir besar di sejumlah wilayah Kabupaten Cirebon.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon, Nuggy Pranugrah Affandi mengatakan, banjir mulai masuk ke permukiman warga sekitar pukul 23.15 WIB setelah hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Cirebon dan Kuningan.
“Peristiwa banjir tersebut berdampak pada 421 kepala keluarga atau 1.114 jiwa,” ujar Nuggy.
Baca juga: Jalan sambil Pegangan Tangan, Kisah Pilu Teman Korban saat Longsor di Jalur Curug Cileat Subang
Menurutnya, curah hujan tinggi menyebabkan sejumlah sungai meluap dan merendam ratusan rumah, fasilitas umum hingga akses jalan di wilayah timur Kabupaten Cirebon.
Hingga kini, warga dan petugas gabungan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu langkah penanganan lanjutan dari pihak terkait.
#ViralLokal