Profil Timnas Aljazair di Piala Dunia 2026, Kebangkitan Les Fennecs Sang Kuda Hitam Afrika Utara
Mujib Anwar May 21, 2026 09:14 AM

 

TRIBUNJATIM.COM – Timnas Aljazair kembali menatap panggung terbesar sepak bola dunia setelah memastikan diri lolos ke Piala Dunia 2026.

Setelah absen pada dua edisi sebelumnya, Les Fennecs akhirnya berhasil bangkit dan kembali tampil di putaran final untuk kelima kalinya sepanjang sejarah.

Kehadiran Aljazair di Piala Dunia 2026 sekaligus menjadi momentum kebangkitan sepak bola Afrika Utara di level internasional.

Tim asuhan Vladimir Petkovic datang ke Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dengan penuh kepercayaan diri setelah tampil impresif pada babak kualifikasi zona Afrika.

Dengan kombinasi pemain senior berpengalaman dan talenta muda, Aljazair diyakini berpotensi menjadi salah satu kuda hitam di turnamen nanti.

Sejarah Timnas Aljazair

Tim nasional sepak bola Aljazair menjadi salah satu kekuatan sepak bola Afrika yang berada di bawah naungan Federasi Sepak Bola Aljazair (FAF).

Aljazair pernah meraih dua gelar Piala Afrika, yakni pada 1990 dan 2019, serta sukses menjuarai Piala Arab 2021.

Di level dunia, Piala Dunia 2026 akan menjadi partisipasi kelima Aljazair setelah sebelumnya tampil pada edisi 1982, 1986, 2010, dan 2014.

Pencapaian terbaik mereka terjadi pada Piala Dunia 2014 di Brasil saat berhasil menembus babak 16 besar untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Tim berjuluk Les Fennecs (Rubah Gurun) atau Les Verts (Tim Hijau) ini berasal dari negara terbesar di Afrika yang berada di kawasan Maghreb, Afrika Utara.

Dilansir dari Tribunnews.com, berdasarkan data Worldometer 2026, Aljazair memiliki populasi sekitar 48 juta jiwa dan sepak bola menjadi olahraga paling populer di negara tersebut.

Baca juga: Profil Timnas Skotlandia di Piala Dunia 2026, Tartan Army Siap Putus Kutukan Usai Penantian 28 Tahun

Debut Bersejarah di Piala Dunia 1982

Dikutip dari FIFA.com, Aljazair menjalani debut Piala Dunia pada edisi 1982 di Spanyol di bawah arahan Mahieddine Khalef dan Rachid Mekhloufi.

Debut tersebut langsung mengguncang dunia sepak bola setelah Aljazair sukses mengalahkan Jerman Barat dengan skor 2-1 yang kala itu diperkuat Karl-Heinz Rummenigge.

Kemenangan itu membuat Aljazair tercatat sebagai negara Afrika pertama yang mampu menaklukkan tim Eropa di ajang Piala Dunia.

Rabah Madjer mencetak gol pertama Aljazair di ajang Piala Dunia, sementara Salah Assad mencetak dua gol saat Les Fennecs mengalahkan Chile 3-2.

Meski berhasil meraih dua kemenangan, Aljazair tetap gagal lolos dari fase grup akibat selisih gol dan laga kontroversial antara Austria melawan Jerman Barat yang kemudian dikenal sebagai “Disgrace of Gijon”.

Aljazair juga tercatat sebagai tim Afrika pertama yang mampu meraih dua kemenangan dalam satu edisi Piala Dunia.

Baca juga: Profil Timnas Pantai Gading di Piala Dunia 2026, Ambisi Les Elephants Putus Kutukan Fase Grup

Kiprah Terbaik di Piala Dunia 2014

Penampilan terbaik Aljazair di Piala Dunia terjadi pada edisi Brasil 2014.

Kala itu, Les Fennecs sukses mencatat sejarah dengan lolos dari fase grup untuk pertama kalinya.

Meski sempat kalah 1-2 dari Belgia, Timnas Aljazair bangkit dengan kemenangan impresif 4-2 atas Korea Selatan yang diperkuat Son Heung-min.

Gol dari Timnas Aljazair saat itu dicetak Islam Slimani, Rafik Halliche, dan Abdelmoumene Djabou.

Les Fennecs kemudian memastikan tiket ke babak 16 besar usai bermain imbang 1-1 melawan Rusia.

Pada fase gugur, Aljazair memberi perlawanan sengit kepada Jerman yang akhirnya menjadi juara dunia.

Laga tersebut bahkan harus berlanjut hingga perpanjangan waktu sebelum Aljazair kalah tipis 1-2.

Pelatih saat itu, Vahid Halilhodzic, menyebut performa Aljazair sebagai salah satu penampilan terbaik dalam sejarah sepak bola negaranya.

Baca juga: Profil Timnas Selandia Baru, Dominasi Oseania Jadi Modal All Whites Unjuk Gigi di Piala Dunia 2026

Bangkit Setelah Gagal di Dua Edisi

Timnas Aljazair datang ke Piala Dunia 2026 dengan semangat kebangkitan setelah gagal tampil pada dua edisi sebelumnya, yakni 2018 dan 2022.

Sebagaimana dilansir dari bolasport.com, kegagalan tersebut menjadi motivasi besar bagi Les Fennecs untuk kembali menunjukkan kualitas mereka di level dunia.

Pada kualifikasi Piala Dunia 2018, Aljazair tampil kurang meyakinkan hingga harus finis sebagai juru kunci grup.

Empat tahun kemudian, mereka kembali gagal lolos setelah kalah dramatis dari Kamerun pada babak play-off zona Afrika melalui agregat yang menyakitkan.

Namun, situasi mulai berubah setelah Timnas Aljazair ditangani Vladimir Petkovic.

Di bawah arahan pelatih asal Bosnia tersebut, Les Fennecs tampil jauh lebih konsisten dan berhasil menunjukkan performa impresif sepanjang kualifikasi Piala Dunia 2026.

Timnas Aljazair sukses finis di puncak Grup G zona Afrika (CAF) setelah bersaing dengan Guinea, Uganda, Mozambik, Botswana, dan Somalia dalam format kandang-tandang.

Dilansir dari FIFA.com, Aljazair menutup fase kualifikasi dengan catatan delapan kemenangan, satu hasil imbang, dan hanya satu kekalahan, yakni saat takluk tipis 1-2 dari Guinea pada Juni 2024.

Timnas Aljazair akhirnya memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 pada 10 Oktober 2025, setelah mengalahkan Somalia 3-0 pada matchday kesembilan kualifikasi zona Afrika.

Dilansir dari tribunnews.com, keberhasilan Aljazair tidak lepas dari peran striker muda Mohamed Amoura.

Striker kelahiran tahun 2000 tersebut tampil luar biasa dengan mencetak 10 gol sepanjang babak kualifikasi sekaligus menjadi top skor Grup G.

Ketajaman Amoura bahkan unggul jauh dibanding para pesaing lainnya di grup yang rata-rata hanya mampu mencetak tiga gol.

Keberhasilan lolos ke Piala Dunia 2026 sekaligus menandai kebangkitan Aljazair setelah sempat terpuruk dalam dua edisi sebelumnya.

Dengan performa impresif selama kualifikasi, Les Fennecs kini datang ke Amerika Utara dengan rasa percaya diri tinggi untuk kembali menciptakan kejutan di panggung dunia.

Baca juga: Profil Timnas Afrika Selatan, Generasi Baru Bawa Bafana-bafana Comeback di Piala Dunia 2026

Vladimir Petkovic, Arsitek Kebangkitan Les Fennecs

Kesuksesan Aljazair kembali ke Piala Dunia tidak lepas dari tangan dingin Vladimir Petkovic.

Pelatih kelahiran Sarajevo tersebut resmi menangani Aljazair sejak Februari 2024 menggantikan Djamel Belmadi setelah performa tim menurun setelah Piala Afrika.

Petkovic membawa segudang pengalaman dari sepak bola Eropa. Sebelum melatih Aljazair, ia pernah menangani sejumlah klub seperti Bellinzona, Young Boys, hingga Lazio.

Bahkan, Petkovic sukses mempersembahkan gelar Coppa Italia 2013 untuk Lazio.

Tak hanya sukses di level klub, Petkovic juga memiliki rekam jejak impresif bersama Timnas Swiss.

Ia berhasil membawa Timnas Swiss melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2018 dan perempat final EURO 2020.

Kehadiran Petkovic langsung memberi dampak besar bagi Aljazair.

Di bawah arahannya, Les Fennecs tampil lebih disiplin, konsisten, dan memiliki mental bertanding yang lebih kuat setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2018 dan 2022.

Dengan begitu, pengalaman taktik dan kepemimpinan Petkovic menjadi faktor penting di balik kebangkitan Aljazair.

Ia dinilai sukses membangun kembali stabilitas permainan sekaligus mengantarkan Les Fennecs memastikan tiket ke Piala Dunia 2026.

Baca juga: Profil Timnas Paraguay di Piala Dunia 2026, Momentum La Albirroja Bangkit Setelah Absen Tiga Edisi

Riyad Mahrez dan Generasi Emas Aljazair

Aljazair datang ke Piala Dunia 2026 dengan sejumlah pemain berpengalaman yang tampil di level tertinggi Eropa dan Timur Tengah.

Kehadiran para pemain senior serta talenta muda membuat Les Fennecs diyakini mampu menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan di turnamen nanti.

Sosok paling menonjol tentu Riyad Mahrez. Kapten tim sekaligus pemain sayap Al Ahli tersebut menjadi ikon sepak bola Aljazair dalam satu dekade terakhir.

Mahrez mulai dikenal dunia saat membawa Leicester City menjuarai Liga Inggris musim 2015/2016.

Setelah itu, ia melanjutkan kesuksesannya bersama Manchester City dengan meraih berbagai trofi bergengsi, termasuk Liga Champions 2022/2023 dan treble winner.

Bersama Timnas Aljazair, Mahrez telah mencatat lebih dari 100 penampilan dan menjadi bagian penting saat Les Fennecs menjuarai Piala Afrika 2019.

Pengalaman serta kepemimpinannya kini menjadi kekuatan utama Aljazair di Piala Dunia 2026.

Selain Mahrez, Aljazair juga memiliki striker tajam Mohamed Amoura yang tampil luar biasa sepanjang babak kualifikasi Piala Dunia 2026.

Di lini belakang, Aljazair diperkuat bek senior Aissa Mandi dan Ramy Bensebaini.

Dilansir dari bolasport.com, Aissa Mandi kini menjadi pemain dengan jumlah caps terbanyak dalam skuad aktif Aljazair dengan lebih dari 100 penampilan internasional.

Sementara itu, sektor lini tengah dihuni sejumlah pemain kreatif seperti Houssem Aouar, Ismael Bennacer, dan Ramiz Zerrouki yang diharapkan mampu menjaga keseimbangan permainan Aljazair.

Selain itu, nama Amine Gouiri juga menjadi salah satu pemain yang patut diperhatikan di lini depan Les Fennecs.

Meski tidak lagi menjadi bagian utama skuad saat ini, Islam Slimani masih tercatat sebagai top skor sepanjang masa Timnas Aljazair dengan koleksi 45 gol internasional.

Kombinasi pengalaman, kualitas individu, serta kedalaman skuad membuat Aljazair optimistis mampu bersaing dan kembali menciptakan kejutan di Piala Dunia 2026.

Baca juga: Profil Timnas Argentina, Generasi Emas La Albiceleste Incar Sejarah Juara Beruntun Bersama Messi

Jadwal Aljazair di Piala Dunia 2026

Timnas Aljazair tergabung di Grup J Piala Dunia 2026 bersama Argentina, Austria, dan Yordania.

Grup ini diprediksi menghadirkan persaingan sengit, terutama karena hadirnya Argentina yang berstatus sebagai juara bertahan.

Les Fennecs diperkirakan akan bersaing ketat dengan Austria untuk memperebutkan satu tiket menuju fase gugur mendampingi Argentina.

Berikut jadwal pertandingan Aljazair di fase grup Piala Dunia 2026:

17 Juni 2026: Argentina vs Aljazair – Stadion Kansas City

23 Juni 2026: Yordania vs Aljazair – Stadion San Francisco Bay Area

28 Juni 2026: Aljazair vs Austria – Stadion Kansas City

Baca juga: Profil Timnas Austria di Piala Dunia 2026, Generasi Emas Das Team Siap Jadi Kuda Hitam di Era Ralf

Potensi Menciptakan Kejutan

Piala Dunia 2026 menjadi kesempatan besar bagi Aljazair untuk kembali membuktikan kualitas mereka di panggung dunia.

Dengan pengalaman pemain-pemain senior, performa impresif pada babak kualifikasi, serta sentuhan taktik Vladimir Petkovic, Les Fennecs diyakini mampu memberikan kejutan.

Meski berada di grup yang cukup berat, Aljazair tetap memiliki peluang untuk melaju ke fase gugur dan mengulang pencapaian bersejarah mereka pada Piala Dunia 2014.

Masyarakat Aljazair pun berharap generasi saat ini mampu menulis sejarah baru sekaligus membawa Les Fennecs kembali diperhitungkan di sepak bola dunia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.