RSUD Fakfak Jadi Percontohan Penanganan Kegawatdaruratan Ibu dan Anak di Tanah Papua
Hans Arnold Kapisa May 21, 2026 11:01 AM

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Fakfak, Papua Barat, ditetapkan sebagai salah satu rumah sakit percontohan penanganan kegawatdaruratan ibu dan anak di Tanah Papua.

Direktur RSUD Fakfak, Farid Fauzan Mahubessy, menyampaikan hal tersebut kepada TribunPapuaBarat.com, Kamis (21/5/2026).

Menurutnya, penetapan ini merupakan hasil diskusi bersama Kementerian Kesehatan RI dan UNICEF.

“Sebagaimana hasil diskusi dengan bagian Mutu dan SDM Kemenkes RI bersama UNICEF, RSUD Fakfak akan menjadi percontohan penanganan kegawatdaruratan pelayanan ibu dan anak,” ujar Farid.

Farid menjelaskan, indikator utama rumah sakit sebagai pilot project merujuk pada standar pelayanan komprehensif untuk menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Tolak ukur tersebut meliputi ketersediaan layanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) 24 jam, kecepatan respons tindakan, serta kompetensi tim medis.

Baca juga: RSUD Fakfak Segera Raih Akreditasi Kemenkes, Dapat Dukungan UNICEF untuk ToT Nakes

“RSUD Fakfak juga dapat melaksanakan pelatihan ToT bagi tenaga kesehatan, termasuk dokter, untuk meningkatkan kemampuan dalam pelayanan emergency ibu dan anak,” tambahnya.

Ia menegaskan, seluruh biaya pelatihan akan ditanggung oleh UNICEF.

Sementara itu, perwakilan Kemenkes RI, dr. Ahmad Naki, mengungkapkan alasan RSUD Fakfak dipilih sebagai pionir penanganan kegawatdaruratan ibu dan anak di Papua.

“Secara keseluruhan, kami memilih Fakfak karena adanya dukungan kuat dari pemerintah daerah terhadap peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak,” ujarnya.

Selain faktor dukungan pemerintah, posisi geografis RSUD Fakfak yang strategis di wilayah pesisir juga menjadi pertimbangan penting.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.