Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi
TRIBUNPALU.COM, PALU - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) Sulawesi Tengah mendorong pelaku UMKM kuliner agar terus berkembang dan mampu berkontribusi terhadap penguatan ekonomi daerah.
Hal itu disampaikan dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) VI APJI Sulawesi Tengah yang berlangsung di Sriti Convention Hall, Jl Durian, Kelurahan Kamonji, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pengukuhan Dewan Pengurus Cabang (DPC) APJI Kota Palu dan Kabupaten Sigi masa bakti 2026–2031.
Rakerda VI menjadi agenda penting menjelang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APJI di Yogyakarta pada awal Juni 2026 mendatang.
Ketua Panitia Rakerda, Susi, mengatakan kegiatan tersebut mengusung tema penguatan UMKM dan jasa boga dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Rakerda VI APJI Sulteng juga menghadirkan talkshow yang melibatkan Bank Indonesia Sulawesi Tengah dan BPR Arta Prima.
Menurut Ketua DPD APJI Sulteng Imelda Liliana Muhidin, persoalan akses permodalan masih menjadi tantangan bagi para pelaku UMKM.
Baca juga: Kementerian HAM Sulteng Dorong Generasi Muda Lewat Peringatan Kebangkitan Nasional
“BPR ini memang konsen kepada pelaku UMKM. Ini menjadi problem teman-teman pelaku usaha UMKM ketika mereka membutuhkan permodalan, bank-bank himbara itu agak rumit untuk jaminan,” katanya usai pengukuhan kepada TribunPalu.com.
Ia menilai keberadaan BPR dapat menjadi alternatif solusi bagi pelaku usaha kecil karena proses pembiayaan yang lebih mudah dijangkau.
“Tapi di BPR itu agak lebih mudah, bunga kreditnya sedikit di atas 6 persen. Kemudahan-kemudahan itu yang coba kita kolaborasikan,” jelasnya.
Imelda juga mengapresiasi kepengurusan APJI Kota Palu dan Kabupaten Sigi yang dinilai melibatkan pelaku usaha dari berbagai wilayah.
“Saya sudah berbicara dengan teman-teman APJI Sigi dan Kota Palu, luar biasa. Di sana itu ada yang dari Kulawi, Sidera, Biromaru. Dalam artian menyebar pengurusnya, ini bagus sekali,” ujarnya.
Menurutnya, daerah seperti Kulawi dan Lindu memiliki potensi wisata yang dapat didukung melalui pengembangan kuliner khas daerah.
“Karena di Kulawi itu penjual kaledo, kalau ke Kulawi atau Lindu itu kan daerah wisata. Tadi kita sudah bicara dengan Bupati Sigi, insya Allah Bupati Sigi mendukung teman-teman UMKM,” katanya.
Baca juga: Beberkan Masa Lalu dengan Pejabat R, Ayu Aulia Bongkar Sosok Pria: Masih Muda
Selain sektor kuliner, APJI Sulteng juga mendorong kolaborasi antaranggota dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kita ini bukan hanya bergerak di bidang kuliner saja. Beberapa pengurus juga ada yang punya dapur MBG, jadi saling kolaborasi itu lebih baik,” tutur Imelda.
Ia berharap seluruh pengurus dan anggota APJI dapat bersama-sama membesarkan organisasi dan menghadirkan program yang lebih baik ke depan.
“Kita berharap program-program baik DPC Sigi maupun Kota Palu ini bisa lebih baik ke depan ketimbang sebelumnya. Berharap semua pengurus dan seluruh anggota APJI bisa sama-sama membesarkan APJI Sulteng,” tandasnya. (*)