TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Wakil Ketua II DPRD Pasangkayu, Muh Dasri mendesak pihak perusahaan kelapa sawit segera mengambil langkah konkret dalam menangani kerusakan jalan di Desa Ako, Kecamatan Pasangkayu.
Hal itu disampaikan Muh Dasri saat rapat bersama aliansi mahasiswa, tokoh pemuda, masyarakat, pihak perusahaan pabrik minyak sawit, dan Dinas PUPR Pasangkayu di ruang aspirasi DPRD Pasangkayu.
Dalam rapat tersebut, Dasri menilai langkah penyiraman jalan yang selama ini dilakukan perusahaan bukan solusi jangka panjang.
Baca juga: SDK Sebut Logam Tanah Jarang Mamuju Diperkirakan Produksi 10 hingga 20 Tahun Lagi
Baca juga: Mahasiswa dan Warga Tagih Janji Perusahaan Sawit Perbaiki Jalan Rusak di Pasangkayu
Ia meminta perusahaan mulai memikirkan perbaikan permanen jalan, bukan hanya mengeluarkan anggaran rutin untuk penyiraman debu setiap bulan.
“Kalau bicara jangka panjang, tidak lagi proses penyiraman. Saya dengar Rp10 juta per bulan untuk penyiraman. Kalau dihitung satu tahun itu Rp120 juta, kalau 10 tahun sudah Rp1,2 miliar. Saya pikir itu cukup untuk jadi solusi permanen,” ujar Dasri.
Menurutnya, perusahaan memang tidak bisa langsung melakukan pengerjaan tanpa adanya intervensi atau dukungan dari pemerintah daerah.
Karena itu, ia meminta Dinas PUPR Pasangkayu segera menyiapkan desain dan estimasi anggaran perbaikan jalan agar dapat dibahas bersama pihak perusahaan.
“PUPR segera buat desainnya, misalnya untuk 300 meter berapa anggarannya, nanti didiskusikan bersama perusahaan. Jadi pembahasannya jelas untuk jangka panjang,” katanya.
Dasri juga menegaskan, kerusakan jalan tersebut sudah lama dikeluhkan masyarakat karena aktivitas kendaraan perusahaan yang melintas setiap hari.
Ia meminta perusahaan segera merealisasikan pengadaan sertu atau timbunan jalan sebagai penanganan sementara sambil menunggu proses perbaikan permanen dilakukan.
Menurut Dasri, jalan yang rusak tersebut panjangnya hanya sekitar satu kilometer sehingga dinilai memungkinkan untuk segera ditangani melalui dukungan dana CSR perusahaan.
Sementara itu, perwakilan perusahaan, Hermanto Rudi, mengatakan pihaknya selama ini rutin melakukan penyiraman jalan guna mengurangi debu yang dikeluhkan warga.
Ia menyebut perusahaan mengalokasikan anggaran sekitar Rp10 juta setiap bulan untuk kegiatan penyiraman tersebut.
Di sisi lain, mahasiswa yang hadir dalam rapat menilai langkah itu belum cukup menjawab kebutuhan masyarakat. Mereka meminta perusahaan segera merealisasikan janji perbaikan jalan agar persoalan debu dan jalan becek tidak terus berulang setiap tahun.(*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan