Respon Cepat Polres Manggarai Tangani dan Evakuasi Korban Kebakaran di Kumba Ruteng 
Hilarius Ninu May 21, 2026 02:46 PM

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo

TRIBUNFLORES.COM, RUTENG---Kepolisian dari Polres Manggarai, Polda NTT merespon cepat dengan turun ke lokasi untuj menangani peristiwa kebakaran yang terjadi di wilayah Kumba, Kelurahan Satar Tacik, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Kamis 21 Mei 2026 pagi. 

Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah, melalui Kasi Humas Polres Manggarai, AKP GST Putu Saba Nugraha, kepada TRIBUNFLORES.COM, Kamis siang, menerangkan, berdasarkan hasil pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket), peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 08.00 Wita menghanguskan dua unit lapak penjualan sayur serta satu unit bangunan bengkel. 

Dua unit lapak penjualan sayur yang terbakar diketahui merupakan bangunan semi permanen berdinding tripleks dan papan dengan lantai tanah, sedangkan bangunan bengkel merupakan bangunan permanen berukuran kurang lebih 4,10 x 4,30 meter dengan lantai semen, dinding tembok, dan atap seng.

Selain menyebabkan kerusakan material, musibah tersebut juga mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Korban meninggal dunia diketahui bernama Melania Ganu (61), seorang petani, warga Wae Buka, Kelurahan Satar Tacik, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai.

 

Baca juga: Dinsos Manggarai Salurkan Bantuan Darurat untuk Keluarga Melania Korban Kebakaran di Satar Tacik

 

Kronologi Awal Kebakaran

Putu menerangkan, berdasarkan keterangan para saksi di lokasi kejadian, kebakaran pertama kali diketahui saat saksi Elisabet Jedaun mendengar teriakan korban dari dalam lapak sekitar pukul 08.00 Wita. Saat saksi mendatangi lokasi, api sudah membesar dan menjalar ke seluruh bangunan lapak serta bengkel yang berada di sampingnya.

Melihat kejadian tersebut, saksi bersama warga sekitar segera berteriak meminta pertolongan dan berupaya melakukan pemadaman secara manual menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu bantuan datang.

Mendapat informasi adanya kebakaran, personel Polres Manggarai langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian dan bersama Unit Pemadam Kebakaran Pemerintah Daerah Manggarai melakukan upaya pemadaman api yang saat itu telah meluas ke seluruh bangunan.

Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 08.30 Wita. Setelah situasi aman, petugas gabungan kemudian melakukan pengecekan menyeluruh pada puing-puing bangunan yang terbakar.

Dari hasil pengecekan di lokasi, petugas menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia di dalam puing-puing lapak dengan kondisi tubuh hangus terbakar. Selain itu, di dalam bangunan bengkel juga ditemukan kerangka sepeda motor dan sejumlah suku cadang kendaraan yang telah ludes terbakar.

Api Kompor Sambar Bensin

Putu juga menerangkan, informasi yang dihimpun dari para saksi dan warga sekitar menyebutkan bahwa korban sehari-hari selain berjualan sayur juga menjual bensin eceran. Bensin tersebut biasanya disimpan di dalam lapak yang berdekatan dengan area memasak menggunakan kompor.

Berdasarkan hasil identifikasi awal dan keterangan saksi di lokasi kejadian, dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari sambaran api kompor yang mengenai bensin di sekitar lokasi memasak sehingga memicu kobaran api dengan cepat.

Usai dilakukan identifikasi awal di tempat kejadian perkara, personel Polres Manggarai selanjutnya mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Ruteng untuk dilakukan pemeriksaan medis.

Hasil pemeriksaan luar oleh dokter RSUD Ruteng dr. Maria Megilda Bosri menyatakan bahwa korban mengalami luka bakar 100 persen di sekujur tubuh akibat kebakaran tersebut.

Terima Kejadian Sebagai Musibah

Putu menerangkan pasca pemeriksaan medis, pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan takdir yang menimpa korban. Keluarga juga menyatakan menolak dilakukan autopsi serta tidak menuntut untuk diproses secara hukum. Pernyataan tersebut diperkuat dengan surat pernyataan resmi yang dibuat oleh anak kandung korban.

Saat ini jenazah korban telah dibawa ke rumah duka di Wae Buka, Kelurahan Satar Tacik, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai untuk disemayamkan sambil menunggu proses pemakaman oleh pihak keluarga.

Himbau Warga Hati-Hati Gunakan Api

Putu juga mengatakan, Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah, mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam penggunaan api di area penyimpanan bahan bakar maupun barang yang mudah terbakar guna mencegah terjadinya musibah serupa.(rob)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.