Sasar Ekosistem Digital, Universitas NU Kalbar Gandeng APWIKI di Jakarta
Sponsored Content May 21, 2026 05:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalimantan Barat terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan dan daya saing lulusan di kancah nasional. Langkah strategis ini dibuktikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Asosiasi Profesi Wirausaha Informasi dan Komunikasi Indonesia (APWIKI) yang berlangsung di Jakarta pada Selasa (19/05/2026). Kerja sama ini menandai babak baru bagi UNU Kalbar dalam memperluas jejaring strategis dengan lembaga profesi terkemuka di Indonesia.

Rektor UNU Kalbar, Prof. Dr. Arief Sukino, M.Ag., menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari pilar penting universitas untuk melahirkan generasi muda Kalimantan Barat yang mandiri secara ekonomi dan cakap teknologi. Dengan dukungan penuh dari APWIKI, Prof. Arief Sukino optimis UNU Kalbar dapat mencetak sosiopreneur dan wirausahawan digital tangguh yang mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat luas di era transformasi digital.

UNU Kalbar, lanjut Prof Dr Arief, memiliki 10 program studi dan 4 fakultas, dengan jumlah mahasiswa sebanyak 1.500 mahasiswa dari berbagai daerah di Kalbar. Mahasiswa perlu memiliki kecakapan khusus untuk bekal menghadapi tantangan zaman di era digital dan Artificial Intelligence (AI). Ijazah sarjan memang penting, namun masih perlu tambahan bukti kompetensi berupa sertifikat kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Kerja sama dengan APWIKI ini merupakan bentuk komitmen kami untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa UNU Kalbar,” jelas Prof Dr. Arief.

Baca juga: Ribuan Pasukan Semut dari Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya Diterjunkan untuk Bersihkan Sampah

Melalui sinergi erat ini, UNU Kalbar memantapkan posisinya untuk menjadi lembaga pendidikan yang kuat dan visioner dalam membangun wirausaha di bidang informasi digital. Kerja sama dengan APWIKI akan diwujudkan dalam berbagai program konkret, mulai dari pengembangan kurikulum berbasis industri, pelatihan sertifikasi profesi, hingga inkubasi bisnis digital. Langkah ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya menguasai teori akademik, tetapi juga siap menjadi kreator dan inovator yang menguasai ekosistem digital masa kini.

Kemitraan ini terasa semakin berbobot karena APWIKI dipimpin langsung oleh Dr. Pitoyo, M.I.Kom., seorang praktisi media Tribun Network sekaligus pakar komunikasi. Kehadiran Dr. Pitoyo dalam kolaborasi ini membawa angin segar bagi sivitas akademika UNU Kalbar. Pengalaman panjang beliau di dunia industri media dan komunikasi diharapkan mampu memberikan bimbingan taktis serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi mahasiswa maupun dosen.

Menurut Pitoyo, di era media digital dan AI, pengetahuan teoritis saja tidak lagi cukup karena AI dapat mengolah informasi dengan sangat cepat. Industri saat ini membutuhkan bukti konkret bahwa seseorang memiliki applied skills (keterampilan praktis) yang tidak mudah digantikan oleh mesin. Sebagai institusi pendidikan tinggi, UNU Kalbar berfungsi sebagai wadah pembentuk kapasitas intelektual, karakter, dan fondasi keilmuan mahasiswa. Adapun sertifikat BNSP menjadi pengakuan resmi negara bahwa mahasiswa tersebut kompeten secara praktis di bidang spesifik.

Kurikulum di UNU Kalbar, tambah Dr. Pitoyo, yang diselaraskan dengan skema kompetensi BNSP memastikan lulusannya tidak hanya memiliki ijazah (gelar akademis), tetapi juga Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) berupa sertifikat kompetensi. Ini adalah pelindung utama kelulusan dari ancaman disrupsi tenaga kerja oleh AI.

“Mahasiswa UNU Kalbar yang dibekali sertifikat BNSP memiliki keunggulan kompetitif yang jauh lebih tinggi, “ Jelas Dr. Pitoyo.

Dr. Pitoyo mengatakan, mereka tidak hanya bersaing di tingkat lokal, tetapi siap masuk ke pasar kerja nasional maupun internasional yang sudah berbasis AI. Apalagi Kalimantan Barat memiliki posisi geopolitik dan ekonomi yang strategis (berbatasan langsung dengan Malaysia dan penyangga IKN). Di era digital dan AI, batas-batas geografis ini semakin menipis.

Dewi Sad Tanti, Ketua LSP P3 PROKI, menjelaskan kerja sama dengan UNU Kalbar menjadi langkah konkret untuk membuka akses sertifikasi yang lebih merata hingga daerah.

“Selama ini akses sertifikasi profesi masih banyak terpusat di kota besar. Melalui kolaborasi ini, kami ingin mahasiswa dan tenaga profesional di Kalimantan Barat memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh sertifikat kompetensi BNSP dan meningkatkan daya saingnya di dunia kerja nasional,” katanya.

Kepala Biro AUAK UNU Kalbar, Zikal Okta Syahtria menilai kerja sama tersebut penting untuk menyiapkan lulusan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan industri.

“Mahasiswa sekarang membutuhkan kombinasi antara kemampuan akademik dan pengakuan kompetensi profesional. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya kampus menyiapkan lulusan yang siap bersaing dan siap bekerja,” jelasnya.

Dalam kerja sama tersebut, UNU Kalbar akan menyediakan peserta dan Tempat Uji Kompetensi atau TUK sewaktu, sedangkan LSP P3 PROKI akan melaksanakan asesmen melalui asesor kompetensi yang profesional, independen, dan tersertifikasi.

Program ini diharapkan memberi dampak langsung bagi pengembangan sumber daya manusia komunikasi publik, media digital, humas, kreator konten, dan sektor informasi di Kalimantan Barat.

Perjanjian kerja sama berlaku selama lima tahun hingga 2031 dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak.(*)

Baca juga: Perkuat Ekosistem Halal, Dunia Usaha dan UNU Yogyakarta Kirim Delegasi ke Turki

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.