Batik Ciprat Karya Difabel Klaten Bikin Delegasi Dunia Penasaran, Langsung Ikut Mencoba
Delta Lidina May 21, 2026 07:03 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM, KLATEN – Batik Ciprat “Tombo Ati” milik BUMDes Kemudo Makmur, Kecamatan Prambanan, Klaten, mencuri perhatian delegasi International Veteran Cycle Association (IVCA) Rally 2026 saat agenda “Social Culture Ride”, Kamis (21/5/2026).

Peserta mancanegara tampak antusias melihat proses produksi batik unik tersebut. Bahkan beberapa delegasi turun langsung mencipratkan malam ke atas kain putih menggunakan kuas.

Berbeda dari batik tulis atau batik cap, batik ciprat dibuat dengan teknik cipratan malam yang menghasilkan pola abstrak dan ekspresif.

Keistimewaan lainnya, seluruh proses produksi dilakukan penyandang disabilitas yang tergabung dalam unit usaha BUMDes Kemudo Makmur.

Suasana di lokasi berlangsung hangat. Delegasi asing terlihat berbaur dengan warga sambil mendengarkan penjelasan mengenai proses pembuatan batik.

Anak-anak sekolah juga memadati lokasi untuk melihat peserta IVCA yang datang menggunakan sepeda klasik berbagai jenis.

Beberapa peserta bahkan memamerkan sepeda Penny Farthing dengan roda depan berukuran besar. Anak-anak tampak tertawa saat mencoba menaiki sepeda tersebut dengan bantuan peserta.

KLICFEST 2026 - Delegasi IVCA Rally 2026 mencoba membuat Batik Ciprat “Tombo Ati” di Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Klaten, Kamis (21/5/2026). Batik khas tersebut diproduksi oleh penyandang disabilitas dan menjadi salah satu potensi unggulan BUMDes setempat.
KLICFEST 2026 - Delegasi IVCA Rally 2026 mencoba membuat Batik Ciprat “Tombo Ati” di Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Klaten, Kamis (21/5/2026). Batik khas tersebut diproduksi oleh penyandang disabilitas dan menjadi salah satu potensi unggulan BUMDes setempat. (TribunSolo/Ibnu Dwi Tamtomo)

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengatakan rute Social Culture Ride sengaja diarahkan ke desa-desa yang memiliki potensi budaya dan ekonomi kreatif.

“Kita memperlihatkan potensi-potensi BUMDes kita seperti di Desa Kemudo, kita memperlihatkan ada potensi karawitan, berbagai macam jajanan minuman khas Klaten,” katanya.

Baca juga: Puluhan Delegasi Dunia Gowes Keliling Desa di Klaten, Batik Ciprat hingga Sepeda Onthel Jadi Sorotan

Menurutnya, kegiatan itu menjadi sarana promosi budaya sekaligus memperkenalkan wajah pedesaan Klaten kepada dunia internasional.

“Harapan kami tentu para turis, para peserta atau para delegasi ini kemudian bisa menikmati. Oh ternyata Klaten itu seperti ini, baik dari budayanya, warga masyarakatnya, kemudian kulinernya sampai dengan objek wisata,” ujarnya.

Sekda Provinsi Jawa Tengah Sumarno menilai itu sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat desa karena peserta ikut berbelanja dan menikmati kuliner lokal.

“Tentu saja kehadiran mereka juga mereka berbelanja, konsumsi makan, dan sebagainya,” tutupnya. (TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.