TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI – Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku memastikan pasokan LPG nonsubsidi (NPSO) di Papua Barat, khususnya Manokwari dan sekitarnya, tetap terjaga.
Hal ini dilakukan melalui koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk menjamin distribusi berjalan optimal.
Area Manager Communication, Relations, & CSR Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, menegaskan suplai LPG ke Manokwari terus dilakukan secara berkala.
“Distribusi berjalan sesuai jadwal untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi bagi masyarakat,” ujarnya melalui siaran pers, Kamis (21/5/2026).
Data stok LPG di Manokwari mencatat ketersediaan Bright Gas 5,5 Kg sebanyak 1.433 tabung, Bright Gas 12 Kg sebanyak 7.602 tabung, serta LPG 50 Kg sebanyak 120 tabung.
Baca juga: Sinergi Pertamina Patra Niaga-Pemda Biak Numfor Jaga Ketersediaan LPG di Tengah Tantangan Global
Pertamina juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan stakeholder melalui forum diskusi mengenai alih suplai distribusi LPG.
Salah satu langkah yang dibahas adalah penggunaan Landing Craft Tank (LCT) untuk mendukung kelancaran suplai ke Papua Barat.
“Upaya ini memperkuat jaminan ketersediaan LPG nonsubsidi, termasuk alih suplai dari Surabaya ke Jayapura, meski masih terdampak kondisi geopolitik global,” jelas Ispiani.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga Pastikan Kualitas Pertamax RON 92: Masyarakat Tak Perlu Khawatir
Selain menjaga suplai, Pertamina berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk mengantisipasi praktik penimbunan dan penyelewengan LPG.
Masyarakat pun diimbau membeli sesuai kebutuhan serta mendukung kampanye hemat energi.
“Kami mengajak seluruh elemen pemerintah dan masyarakat menjaga proses penyaluran LPG agar tetap kondusif,” tambahnya.
Pengolah Data Migas Dinas ESDM Papua Barat, Frits Morin, menyatakan dukungan atas langkah penguatan distribusi ini.
“Pemerintah bersama Pertamina berkomitmen menjaga keandalan distribusi energi agar kebutuhan LPG masyarakat terpenuhi secara optimal,” tegasnya.