TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Upaya membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa mengenyam pendidikan terus dilakukan Badan Amil Zakat Nasional Kota Magelang. Melalui program bantuan pendidikan, Baznas Kota Magelang menyalurkan bantuan senilai total Rp24,5 juta kepada 74 siswa SD dan SMP di Kota Magelang.
Bantuan tersebut diberikan kepada 51 siswa sekolah dasar (SD) masing-masing sebesar Rp300 ribu dan 23 siswa sekolah menengah pertama (SMP) masing-masing Rp400 ribu.
Ketua Baznas Kota Magelang Ahmad Zaenudin mengatakan program bantuan biaya pendidikan menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak di Kota Magelang.
“Harapan kami, Baznas bisa terus hadir mendampingi anak-anak di Kota Magelang dan membantu meringankan biaya pendidikan mereka,” ujar Ahmad Zaenudin saat pentasyarufan bantuan biaya pendidikan di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, Kamis (21/5/2026).
Ia menyampaikan, program tersebut dapat berjalan berkat dukungan para muzaki atau donatur, baik dari unsur aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat umum yang menyalurkan zakat melalui Baznas.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh muzaki yang telah mempercayakan zakatnya melalui Baznas. Dari zakat itulah bantuan pendidikan ini bisa terus kami salurkan,” katanya.
Secara simbolis, bantuan diserahkan langsung oleh Wali Kota Magelang Damar Prasetyono. Dalam sambutannya, Damar menegaskan bantuan pendidikan tersebut merupakan bentuk ikhtiar bersama untuk memastikan seluruh anak memiliki kesempatan yang sama dalam meraih pendidikan.
“Ketika kita membantu satu anak untuk tetap bersekolah, maka kita sedang menjaga masa depan Kota Magelang,” kata Damar.
Ia menambahkan, dana bantuan berasal dari penghimpunan zakat masyarakat dan ASN yang dikelola secara transparan dan akuntabel.
“Dana ini berasal dari masyarakat dan ASN yang dihimpun secara sukarela. Kami memastikan pengelolaannya dilakukan dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Damar juga memberikan motivasi kepada para siswa penerima bantuan agar tidak menyerah pada kondisi ekonomi keluarga.
“Jangan pernah merasa kecil hanya karena keterbatasan. Banyak orang besar lahir dari keadaan yang tidak mudah,” tuturnya.
“Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti, tetapi kesempatan untuk menguat dan meraih cita-cita yang besar,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Kota Magelang Nur Wiyono mengapresiasi konsistensi Baznas dalam membantu dunia pendidikan di Kota Magelang.
“Pendidikan merupakan kebutuhan dasar manusia. Bantuan ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mendukung pendidikan di Kota Magelang,” kata Nur Wiyono.
Ia berharap bantuan yang diterima siswa benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan sekolah dan proses belajar anak.
“Kami mengimbau para orang tua agar bantuan ini digunakan untuk kebutuhan pendidikan anak sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan,” pungkasnya.