Penyerang Liverpool itu akan meninggalkan Anfield musim panas ini – namun masih belum jelas ke mana ia akan berlabuh selanjutnya.
Kepergian Mohamed Salah dari Anfield yang akan segera terjadi telah memicu spekulasi luas mengenai destinasi berikutnya bagi bintang asal Mesir tersebut.
Pemain internasional Mesir itu akan meninggalkan Liverpool musim panas ini setelah menjalani musim terakhir yang mengecewakan bersama The Reds, yang diwarnai dengan komentarnya mengenai keputusan pelatih Arne Slot dan gaya bermain tim.
Setelah sembilan tahun berseragam The Reds, Salah kini tengah mempertimbangkan petualangan barunya – dan sebuah laporan menyebutkan bahwa ia bertekad untuk menghindari kepindahan ke Liga Pro Saudi.
Selama beberapa tahun terakhir, Salah kerap dikaitkan dengan tawaran besar dari Arab Saudi, bahkan Liverpool pernah menolak tawaran besar untuk jasanya beberapa waktu lalu.
Spekulasi bahwa ia akan bermain di sana kembali mencuat setelah pengumuman kepergiannya pada awal musim ini – namun menurut laporan Caught Offside, Salah justru ingin melanjutkan kariernya di Eropa.
Sejalan dengan itu, klub raksasa Turki Fenerbahce disebut-sebut bisa menjadi tujuan berikutnya bagi sang penyerang.
Perwakilan Salah kabarnya telah menerima ‘tawaran informal’ dalam pembicaraan awal dengan pihak klub tersebut.
Sebuah sumber anonim yang dikutip Caught Offside mengatakan: “Salah adalah sosok yang sangat ambisius, untuk saat ini saya tidak melihatnya pergi ke Saudi. Fenerbahce telah melakukan pembicaraan awal dan situasinya terlihat positif.”
Kepindahan tersebut dapat membuka peluang bagi Salah untuk masuk ke dalam daftar sepuluh besar pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Liga Champions dan kompetisi Eropa. Saat ini ia berada di posisi ke-11 dengan koleksi 54 gol, hanya terpaut dari Thomas Muller (57), Andriy Shevchenko (59), dan Ruud van Nistelrooy (60).
Fenerbahce saat ini berada di bawah kendali pelatih sementara Zeki Murat Gole setelah pemecatan Domenico Tedesco bulan lalu.
Tedesco sendiri baru ditunjuk sebagai pengganti Jose Mourinho pada bulan September, setelah Mourinho kembali menangani Benfica, namun ia gagal memperkecil jarak dengan rival berat Galatasaray meskipun sempat membawa timnya tampil impresif dalam beberapa laga.