Harga Cengkih dan Kopra di Manado, Dipengaruhi Daya Beli Perusahaan
Alpen Martinus May 22, 2026 11:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Dua komoditas andalan Sulawesi Utara mengalami perubahan harga.

Dua komoditas tersebut adalah cengkih dan kopra.

Meski begitu, penurunannya hanya tipis sja.

Baca juga: Harga Kopra Merosot di Manado, Ternyata Ini Penyebab Utamanya

Cengkih

Update terbaru harga cengkih di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, Kamis (21/5/2020), terpantau masih bertahan di angka Rp120 ribu per kilogram.

Pantauan di sejumlah gudang penampungan cengkih yang ada di Kota Manado, belum ada perubahan harga dalam beberapa hari terakhir.

Meski begitu, harga cengkih sebelumnya sempat mengalami penurunan tipis hingga berada di angka Rp 119 ribu per kilogram sebelum kembali stabil di posisi saat ini.

Salah satu karyawan gudang penampungan di wilayah Jalan Sam Ratulangi Wanea, Kota Manado mengatakan, harga cengkih masih bertahan.

Bahkan belum mengalami perubahan sejak beberapa hari terakhir.

"Harga masih Rp120 ribu per kilogram, belum ada perubahan sampai sekarang," ujarnya saat ditanya dilokasi gudang.

Ia mengatakan, aktivitas penjualan cengkih dari warga maupun petani yang datang ke lokasi penampungan juga belum terlalu ramai.

Menurutnya, setiap hari hanya beberapa orang saja yang datang membawa hasil panen untuk dijual.

"Yang datang menjual per hari cuma beberapa orang saja, belum terlalu banyak," katanya.

Meski jumlah penjual belum meningkat signifikan, aktivitas di gudang penampungan tetap berjalan seperti biasa.

Menurut dia, harga cengkih yang saat ini berada di angka Rp120 ribu per kilogram masih tergolong stabil dan dinilai cukup menguntungkan bagi petani.

Sebelumnya, kebutuhan harga komoditas perkebunan seperti cengkih kerap menjadi perhatian masyarakat Sulawesi Utara.

Hal itu karena berpengaruh langsung terhadap pendapatan petani di sejumlah daerah. 

Kopra

Harga kopra kembali menjadi sorotan publik, khususnya di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara. 

Pasalnya, harga komoditas tersebut terus mengalami penurunan dan menjadi perbincangan di kalangan petani maupun pelaku usaha.

Pantauan di penampungan wilayah Calaca Kota Manado, Kamis (21/5/2026), harga kopra saat ini berada di angka Rp14.500 per kilogram.

Harga tersebut mengalami penurunan cukup signifikan dibanding beberapa pekan sebelumnya yang sempat menyentuh angka Rp 20.000 per kilogram.

Turunnya harga kopra ini menjadi pukulan berat bagi para petani.

Sebab, tren penurunan harga terus berlangsung dalam beberapa waktu terakhir dan berdampak langsung pada pendapatan petani.

Salah satu karyawan di area gudang penampungan mengatakan penurunan harga dipengaruhi oleh harga yang ditetapkan perusahaan.

Menurutnya, harga pembelian dari perusahaan mengalami penurunan sehingga berdampak pada harga yang diberikan kepada petani.

"Karena harga dari perusahaan turun, jadi berpengaruh juga ke harga pembelian dari petani," ungkapnya.

Meski harga mengalami penurunan, pihak gudang penampungan tetap menerima hasil panen yang dibawa petani.

Penurunan harga kopra ini terus menjadi perhatian masyarakat.

Mengingat komoditas tersebut merupakan salah satu sumber penghasilan utama bagi banyak petani di Sulawesi Utara. (PET)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.