TRIBUNJAMBI.COM – Teka-teki dalang di balik pembunuhan sadis satu keluarga di Paoman, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, kini memasuki babak baru yang penuh intrik.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, secara resmi menggelar sayembara bernilai fantastis, yakni sebesar Rp750 juta, bagi siapa saja yang berhasil menemukan keberadaan sosok misterius bernama Aman Yani.
Nama Aman Yani mendadak mencuat setelah disebut-sebut dalam persidangan sebagai otak dari pembantaian keji pada Agustus 2025 lalu.
Tragedi berdarah itu merenggut lima nyawa sekaligus, yaitu Sahroni (75), anaknya Budi (45), menantunya Euis (40), serta dua orang balita berinisial RK (7 bulan) dan B (8 bulan).
Jasad satu keluarga ini baru ditemukan terkubur secara tragis di halaman belakang sebuah rumah pada 1 September 2025 silam.
Kesaksian Sidang dan Jejak Misterius Dana Pensiun
Sejauh ini, Pengadilan Negeri (PN) Indramayu telah mendudukkan dua orang tersangka di kursi pesakitan, yakni Ririn Rifanto (36) dan Priyo Bagus Setiawan (30).
Dalam agenda persidangan, Priyo bernyanyi dan membongkar empat nama yang diklaimnya sebagai pelaku utama, termasuk Aman Yani.
Di sisi lain, kepergian Aman Yani menyisakan misteri besar.
Baca juga: Gadai Mobil Bermodal BPKB Palsu, Buron Lampung Diringkus di Jambi
Baca juga: Jokowi Siap Hadiri Sidang Ijazah, Bakal Bawa Dokumen Asli dari SD Sampai S1
Gubernur Dedi Mulyadi bahkan turun tangan langsung menemui adik kandung Aman Yani guna melacak keberadaannya.
Dalam pertemuan yang diunggah di akun Instagram pribadinya, pihak keluarga mengaku kehilangan kontak dan tidak mengetahui apakah Aman masih hidup atau sudah tiada.
"Saya bertemu dengan adiknya Pak Aman Yani yang hari ini tidak ada. Tidak adanya itu ada tapi tidak bisa dilihat atau tidak bisa dilihat atau sudah meninggal dunia," ungkap Dedi dikutip dari akun Instagram pribadinya, Jumat (22/5/2026).
Melalui ponsel sang adik, terungkap ciri-ciri fisik Aman Yani yang berkulit sawo matang, berambut pendek, dan dalam foto terakhirnya tampak rapi mengenakan kemeja serta dasi berwarna biru dipadu celana panjang hitam.
Aroma konspirasi menguat setelah terungkapnya fakta bahwa dana pensiun milik Aman Yani sebesar Rp400 juta diduga telah dicairkan oleh terdakwa Ririn menggunakan surat kuasa yang ditandatangani Aman.
Gubernur Jabar pun langsung melempar tawaran terbuka.
Jika Aman Yani masih hidup dan bersedia pulang untuk memberikan kesaksian jujur di Indramayu, Dedi Mulyadi berjanji akan menggenapi sisa dana pensiunnya yang hilang menjadi total Rp750 juta.
"Pak, bapak balik deh kalau masih ada. Itu dana pensiun yang kemarin Rp400 juta, saya tambahin menjadi Rp750 juta deh. Saya kasih buat bapak tapi bapak balik ke Indramayu, temui istri, anak-anak, dan keluarga walaupun istrinya sudah jadi mantan," ujar Dedi membujuk sang buron.
Baca juga: Terkuak Penyebab Guru SMKN 2 Garut Potong Rambut Siswi yang Berhijab, Dedi Mulyadi Beri Sanksi
Baca juga: Bensin Campur Etanol 5 Persen Berlaku Juli 2026, Ini Daftar 7 Wilayah yang Wajib Beralih
Tak main-main, tawaran serupa dalam nominal yang sama juga berlaku bagi masyarakat umum yang berhasil menyerahkan Aman Yani kepada pihak berwajib di Indramayu.
"Kalau ada yang menemukan Pak Aman Yani, saya akan berikan juga uang Rp750 juta. Silakan bawa kembali Pak Aman Yani ke Indramayu," tegas Dedi memungkasi pernyataannya.
Dikutip dari Tribun Bogor, sosok Aman Yani mencuat setelah adanya pengakuan dari terdakwa Priyo dalam persidangan bahwa dia adalah otak pembunuhan satu keluarga di Indramayu.
Namun, pihak keluarga pun mengaku bahwa Aman Yani sudah tidak diketahui keberadaannya sejak tahun 2016 silam.
Kala itu, dirinya disebut sempat mengaku memutuskan pensiun dini ke pihak keluarga.
Adapun pekerjaan terakhirnya sebelum menghilang yakni menjadi pegawai di Bank BJB di Bandung, Jabar. Setelah lama menghilang, keluarga kaget ketika didatangi oleh pihak Bank BJB.
Dalam pertemuan itu, pihak bank menyebut bahwa Amman Yani masih belum mengambil gaji dan uang pensiun.
"Tahun 2017 pihak BJB mendatangi keluarga untuk membicarakan soal gaji terakhir dan pesangon yang belum diambil," ungkap adik Aman Yani, Uyat Suratman.
Sementara, menurut kuasa hukum Aman Yani, Ruslandi, kliennya memang sudah tidak diketahui keberadaannya sejak tahun 2016 lalu.
Dia menyebut Aman Yani terakhir kali terlihat ketika pamit kepada ibunya untuk merantau ke Bandung setelah mengaku resign dari Bank BJB.
Ruslandi pun meragukan kesaksian dari Priyo yang menyebut bahwa Aman Yani merupakan otak pembunuhan satu keluarga di Indramayu.
Hal itu tidak berkesesuaian dengan pengakuan dari pihak Aman Yani.
"Fakta itu bertentangan dengan kondisi sebenarnya, karena keluarga sudah lama mencari yang bersangkutan, bahkan sempat menyebarkan informasi orang hilang di media sosial sejak 2020," kata Ruslandi.
Buntut dari kesaksian itu, Priyo pun dilaporkan ke Polres Indramayu pada 3 Mei 2026 lalu atas dugaan perintangan penyidikan (obstruction of justice) serta menyebarkan tuduhan tanpa dasar.
Baca juga: Genjot E10, Bahlil Janji Beri Insentif Pabrik Etanol dan Lirik Brasil
Baca juga: Syarat, Dokumen dan Cara Daftar CPNS 2026, Diprediksi Diumumkan Juni 2026
Baca juga: PTPN IV Regional IV Bangun Tempat Wudhu dan Toilet Masjid di Muaro Jambi
Baca juga: 2 Travel Umrah di Jambi Diadukan, Ratusan Calon Jemaah Gagal Berangkat