TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kesaksian mengejutkan datang dari sejumlah warga negara Indonesia yang sempat ditahan pasukan Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.
Para aktivis dan jurnalis itu mengaku mengalami penyiksaan brutal selama beberapa hari berada dalam tahanan.
Tidak hanya menyampaikan cerita pilu, mereka juga memperlihatkan luka-luka di tubuh yang diduga akibat kekerasan yang dilakukan pasukan Israel.
Peristiwa tersebut terjadi setelah puluhan relawan kemanusiaan, termasuk sembilan WNI, ditangkap sejak Senin (18/5/2026).
Selain delegasi asal Indonesia, sejumlah aktivis dan jurnalis dari Italia hingga Korea Selatan juga dilaporkan ikut ditahan dalam insiden tersebut.
Kabar mengenai dugaan penyiksaan itu langsung memicu perhatian publik dan menuai kecaman luas di media sosial.
Salah satu WNI yang akhirnya dibebaskan adalah Rahendro Herubowo, seorang jurnalis yang ikut berada dalam rombongan kemanusiaan tersebut.
Melalui unggahan di akun Threads milik Chiki Fawzi, Heru mengungkap pengalaman mengerikan yang dialaminya selama ditahan.
Ia mengaku menerima tindakan kekerasan fisik dari pasukan Zionis selama berada dalam penyanderaan.
Menurut pengakuannya, dirinya sempat dipukul dan ditendang secara brutal oleh aparat Israel.
Bahkan Heru menyebut dadanya sempat diinjak sebelum tubuhnya disetrum oleh pihak yang menahannya.
Pengakuan tersebut membuat publik semakin prihatin terhadap kondisi para relawan kemanusiaan yang terlibat dalam misi menuju Gaza.
Akibat penganiayaan yang dialaminya selama ditahan, kondisi kesehatan Rahendro Herubowo dikabarkan masih belum stabil dan membutuhkan pemulihan intensif.
"Alhamdulillah kita lagi medical check up tadi habis ambil darah. Kita mau konsultasi soalnya saya mengalami beberapa kekerasan ditendang sampai tiga, empat kali di bagian depan, di belakang juga saya diinjak. Dan terakhir disetrum," ungkap Heru sembari menahan sakit.
Bukan cuma Heru, jurnalis lainnya yakni Andre Prasetyo juga turut mendapatkan penyiksaan serupa.
Andre mengaku ia sempat disetrum di bagian paha oleh pasukan Israel.
"Lu juga kena setrum?" tanya Chiki.
"Setrum di sini (di paha), karena gue bagian terakhir kepala kita harus kayak gini (bersujud ke lantai), udah enggak kuat," kata Andre
Akhirnya bebas, Heru mengurai dampak dari penganiayaan pasukan zionis tersebut.
Heru merasa dadanya sakit dan kondisi kesehatannya memburuk.
Kendati demikian Heru berharap ia segera pulih.
"Sekarang saya kalau batuk, sakit di sini (dada) kayak ketarik, angkat tangan sih kayak ketarik. Mudah-mudahan enggak ada apa-apa," imbuh Heru.
Baca juga: WNI Ungkap Kekejaman Saat Ditahan Militer Israel, Alami Kekerasan Brutal hingga Disetrum Listrik
Jika Heru merasakan sakit di bagian dada, Andre tampak cemas dengan kondisi pergelangan tangannya.
Kepada Chiki, Andre memperlihatkan luka menghitam di kedua tangannya.
"Harusnya dokter sih, ini harus difoto," ujar Chiki.
"Ini udah difoto kok bu tadi sama dokternya," akui Andre.
Tangannya menghitam dengan bekas memar, Andre menceritakan asal-usulnya.
Ternyata penyebab pergelangan tangannya memar adalah karena bekas diikat oleh pasukan Israel.
Diakui Andre, tangannya sempat diikat dengan kencang hingga tak bisa digerakkan.
Akibatnya kala itu Andre sempat hampir pingsan.
"Yang udah sampai Ashdod, di tanah, wah itu udah paling keji itu, paling keji itu, enggak bisa saya maafin. Kepala saya mungkin ini cekung bu, saya nahan karena pakai kepala pakai jidat. Tangan gue di belakang itu mau mati karena dia ngikatnya terlalu tebal akhirnya peredaran darah gue enggak bisa jalan, dan itu bikin gue mau pingsan. Ini ditarik-tarik," ungkap Andre.
Lebih lanjut, Andre pun menceritakan perlakuan para pasukan Israel yang kejam.
Kata Andre, salah satu jurnalis Indonesia yakni Thoudy nyaris meninggal akibat dipukuli bertubi-tubi oleh zionis.
Baca juga: 5 Wartawan WNI Ditangkap Israel di Laut Mediterania, Prabowo dan Menlu Sugiono Didesak Turun Tangan
"Pas diintersep itu mereka kayak malaikat 'everything is okay, is fine'. Masuk ke kapal gedenya (sandera dipukuli dengan keras). Saya lihat Tody, udah lemas bu, udah mau mati," ungkap Andre.
"Ya Allah yang lu terkapar itu?" tanya Chiki.
"Terkapar," akui Thoudy.
Sementara itu, salah satu sandera juga yakni Hendro mengalami nasib miris yang serupa.
Bahkan Hendro mengalami bekas luka lebam di mata yang cukup pekat.
Saat ditanyai soal penyebab matanya menghitam, Hendro enggan menjawab.
Ia tampaknya masih trauma dengan peristiwa yang baru saja dialaminya.
"Kenapa matanya hen?" tanya Chiki.
"Belum bisa ngomong," akui Hendro seraya tersenyum.
Diwartakan sebelumnya, ada sembilan WNI yang ditangkap otoritas Israel saat membawa misi perdamaian menuju jalur Gaza.
Berikut adalah daftar sembilan WNI yang ditangkap:
Setelah beberapa hari ditahan, kesembilan aktivis dan jurnalis Indonesia itu akhirnya bebas dari cengkraman Israel.
(TribunNewsmaker.com/ TribunnewsBogor)