UAJY Perkuat Pendidikan Ekoturisme Lewat Kolaborasi Konservasi Bersama Gembira Loka Zoo
Hari Susmayanti May 22, 2026 03:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Fakultas Teknobiologi (FTB) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) terus memperkuat jejaring kolaborasi dengan dunia industri dan institusi konservasi, melalui penyelenggaraan kuliah tamu bertajuk “Manajemen dan Akreditasi Kebun Binatang Gembira Loka sebagai Institusi Ekowisata dan Konservasi” pada Senin, 18 Mei 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kuliah 504 Gedung St. Fransiskus Asisi ini menjadi bagian dari penguatan pembelajaran ekoturisme berbasis praktik lapangan dan keberlanjutan.

Kuliah tamu menghadirkan Paramitha Adelia, S.E., Asisten Manajer Konservasi Gembira Loka Zoo sekaligus alumni Fakultas Bisnis dan Ekonomika UAJY.

Kehadiran alumni sebagai praktisi profesional memperlihatkan kontribusi nyata lulusan UAJY dalam berbagai sektor strategis, termasuk konservasi dan pengelolaan wisata berbasis lingkungan.

Dalam pemaparannya, Paramitha menjelaskan bahwa kebun binatang modern tidak lagi sekadar menjadi tempat rekreasi, tetapi berkembang sebagai institusi konservasi, edukasi, dan penelitian yang menerapkan standar manajemen profesional dan akreditasi ketat.

Materi yang disampaikan mencakup sistem pengelolaan kebun binatang, konservasi satwa, edukasi pengunjung, hingga proses akreditasi lembaga konservasi.

Salah satu topik yang menarik perhatian mahasiswa adalah penerapan positive reinforcement dalam pelatihan satwa.

“Macan tutul sekarang saat menjalani USG tidak perlu dibius lagi karena sudah terbiasa dan patuh terhadap keeper atau pawangnya,” jelas Paramitha saat menjelaskan metode pelatihan satwa berbasis pendekatan positif.

Baca juga: Smart Wheelchair Berbasis Kemanusiaan Bawa Mahasiswi MTI UAJY Tembus Jurnal Internasional Q1

Ia juga mengungkapkan bahwa kualitas perawatan satwa dijaga melalui pelatihan dan ujian khusus bagi keeper.

Selain itu, Gembira Loka aktif menjalankan fungsi edukasi bagi masyarakat, terutama anak-anak sekolah, agar tumbuh kesadaran sejak dini mengenai pentingnya pelestarian satwa dan lingkungan.

Antusiasme mahasiswa terlihat dari berbagai pertanyaan kritis yang muncul selama diskusi. Salah satunya terkait potensi wabah penyakit pada satwa.

Menjawab hal tersebut, Paramitha menjelaskan bahwa pernah terjadi kasus gajah mengalami kembung akibat persoalan pakan, namun dapat ditangani melalui pengawasan kesehatan yang ketat.

Mahasiswa juga menanyakan penyebab kematian satwa di kebun binatang.

Menurut Paramitha, sebagian besar kasus kematian terjadi karena faktor usia satwa yang sudah tua.

Sementara terkait risiko keselamatan keeper, ia mengakui adanya dinamika interaksi dengan satwa liar.

“Kadang ada keeper yang dipukul gajah, dan terkadang memang disengaja oleh satwanya,” ujarnya sambil menjelaskan pentingnya pemahaman perilaku hewan dalam sistem perawatan satwa modern.

Melalui kegiatan ini UAJY melakukan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri dan isu keberlanjutan global.

Kolaborasi dengan Gembira Loka Zoo juga mempertegas komitmen UAJY dalam mendorong pendidikan yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga berdampak pada peningkatan kesadaran konservasi dan pengelolaan ekowisata di masyarakat. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.