Pakar Sebut Ngidam Jam 4 Sore Bukan Sekadar Lapar, Ini Penyebabnya
GH News May 22, 2026 06:09 PM
Jakarta -

Keinginan ngemil pada sore hari ternyata bukan sekadar kebiasaan atau muncul karena kurang disiplin menjaga pola makan. Ternyata ada penjelasan ilmiah di balik fenomena ini.

Menurut sejumlah pakar kesehatan, keinginan ngemil dan ngidam makanan manis atau asin sekitar pukul 15.45 sore bisa menjadi sinyal tertentu dari tubuh.

Beberapa survei menemukan bahwa banyak orang mengalami rata-rata dua kali food craving atau ngidam makanan setiap hari. Waktu paling umum munculnya keinginan makan tersebut terjadi pada sore hari ketika tubuh mulai terasa lelah dan energi menurun.

Dilansir dari Fox News (22/05/2026), konsultan komunikasi sains asal North Carolina, Amerika, Megan Meyer, Ph.D., menjelaskan bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan beberapa faktor biologis. Salah satunya adalah pola makan siang yang kurang seimbang atau bahkan melewatkan makan siang.

food cravingfood craving Foto: iStock

"Kebanyakan dari kita pasti pernah mengalami penurunan energi di sore hari dan itu berkaitan dengan beberapa faktor utama," ujar Meyer.

Menurutnya, makan siang yang terlalu sedikit dapat menyebabkan lonjakan dan penurunan gula darah secara cepat. Kondisi itu kemudian mengirim sinyal ke otak untuk mencari makanan yang dapat meningkatkan energi dengan cepat, terutama camilan manis atau asin.

"Melewatkan makan siang bisa memicu naik turunnya gula darah yang membuat otak mencari makanan untuk menstabilkannya," jelas Meyer.

Selain pola makan, tubuh juga mengalami penurunan alami ritme sirkadian pada sore hari. Kurang tidur disebut turut memperburuk kondisi tersebut karena membuat tubuh lebih mudah menginginkan makanan tinggi kalori.

Namun, craving makanan tidak selalu berkaitan dengan faktor fisik. Meyer mengatakan lingkungan sekitar dan kondisi emosional juga berpengaruh besar terhadap pola makan seseorang.

food cravingfood craving Foto: iStock

"Saya menyadari lingkungan sangat memengaruhi pola makan saya. Kalau saya dikelilingi makanan kurang sehat, biasanya saya jadi lebih sering menginginkannya," katanya.

Ahli gizi asal South Carolina, Amerika, Lauren Manaker, menilai food craving sebenarnya merupakan cara tubuh berkomunikasi. Keinginan makan tertentu bisa menjadi tanda tubuh membutuhkan energi, kenyamanan, atau nutrisi tertentu.

"Craving atau ngidam makanan adalah bagian alami dari cara tubuh berkomunikasi dengan kita," ujar Manaker.

Ia menyarankan agar seseorang tidak langsung menahan atau melawan keinginan makan tersebut secara berlebihan. Menurutnya, pola makan yang teratur dengan menu bernutrisi dapat membantu mengurangi intensitas ngidam makanan pada sore hari.

"Memahami rasa lapar dengan cara yang benar merupakan bagian penting untuk menjaga hubungan sehat dengan makanan," pungkas Manaker.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.