Presiden Prabowo Kurbankan Rambo di Maros
Imam Wahyudi May 22, 2026 08:22 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Presiden Prabowo Subianto menyalurkan sapi kurban berbobot jumbo untuk warga Kecamatan Camba, Kabupaten Maros, Sulsel, pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriyah yang jatuh pada 27 Mei 2026.

Sapi jenis simental dengan bobot mencapai 951 kilogram itu akan disembelih di Kelurahan Cempaniga, Kecamatan Camba.

Hewan kurban tersebut dibeli dengan harga Rp95 juta dari peternak lokal asal Kecamatan Mandai, Rudiansyah.

Menariknya, sapi bantuan Presiden itu diberi nama “Rambo Pamungkas”.

Bupati Maros, Chaidir Syam, mengatakan sapi kurban Presiden dipilih melalui pemeriksaan ketat oleh tim Sekretariat Negara dan Kementerian Pertanian.

Menurutnya, salah satu syarat utama hewan kurban Presiden yakni memiliki bobot di atas 900 kilogram.

“Alhamdulillah di Maros ada sapi yang memenuhi kriteria. Beratnya mencapai 951 kilogram,” ujar Chaidir saat meninjau peternakan sapi tersebut, Jumat (22/5/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah pusat memang mengarahkan agar hewan kurban Presiden berasal dari peternak lokal di masing-masing daerah sebagai bentuk dukungan terhadap peternakan rakyat.

Tahun ini, penyaluran sapi kurban Presiden di Maros juga sengaja difokuskan ke wilayah pegunungan agar manfaatnya lebih dirasakan masyarakat.

“Biasanya banyak disalurkan di wilayah perkotaan. Tahun ini diarahkan ke Kecamatan Camba,” katanya.

Nantinya, daging kurban akan dibagikan kepada warga kurang mampu melalui pendataan bersama pemerintah kecamatan dan pengurus masjid setempat.

Sementara itu, pemilik sapi, Rudiansyah, mengaku tidak menyangka sapi peliharaannya dipilih menjadi hewan kurban Presiden.

Ia mengatakan, sapi tersebut telah dipelihara selama sekitar lima tahun di peternakannya di Lingkungan Sambo Tara, Kecamatan Mandai.

“Perawatannya biasa saja, pakannya rumput dan comboran,” ujarnya.

Di kandangnya, Rudi memelihara sekitar 50 ekor sapi.

Namun hanya satu ekor sapi simental berukuran jumbo yang kemudian dipilih sebagai hewan kurban Presiden.

Menurut Rudi, nama “Rambo Pamungkas” diberikan karena postur besar dan warna tubuhnya dinilai menyerupai tokoh film laga Rambo. 

Ia juga mengungkapkan, sapi tersebut sebelumnya sudah beberapa kali ditawar pengusaha, namun baru dilepas setelah dibeli sebagai hewan kurban Presiden.

Rudi menambahkan, sapi jumbo tersebut merupakan hasil inseminasi buatan atau IB.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.