Maestro Ludruk Jatim Cak Kartolo Raih Anugerah Memori Kolektif Bangsa dari ANRI
Cak Sur May 22, 2026 08:49 PM

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Maestro ludruk Jawa Timur (Jatim), Cak Kartolo, menerima penghargaan Registrasi Memori Kolektif Bangsa (MKB) dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang Anugerah Kearsipan Tahun 2026, yang digelar dalam rangka Hari Kearsipan Nasional ke-55 di Gedung C ANRI, Jakarta pada Rabu (20/5/2026).

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya, Yusuf Masruh, mengatakan penghargaan itu menjadi bentuk pengakuan atas kiprah panjang Cak Kartolo dalam menjaga kesenian ludruk tetap hidup hingga sekarang.

“Cak Kartolo mendapat penghargaan Memori Kolektif Bangsa,” kata Yusuf saat dikonfirmasi SURYA.co.id di Surabaya, Jumat (22/5/2026).

Legenda Ludruk yang Tetap Bertahan Lintas Generasi

Cak Kartolo dikenal sebagai salah satu maestro ludruk Jawa Timur, yang mampu mempertahankan eksistensi seni tradisi di tengah perubahan zaman.

Menurut Yusuf, kemampuan Cak Kartolo tampil solo meski memiliki latar belakang pertunjukan kelompok menjadikannya sosok langka di dunia ludruk.

“Beliau ini legenda yang bisa tampil solo, padahal dasarnya grup. Tidak semua seniman bisa seperti itu,” ujarnya.

Tak hanya dikenal piawai di atas panggung, Cak Kartolo juga dinilai memiliki kesadaran arsip yang kuat. Selama puluhan tahun, ia mendokumentasikan perjalanan keseniannya secara mandiri.

Dokumentasi tersebut meliputi naskah pertunjukan, skrip, agenda kegiatan hingga catatan tangan pribadi yang tersimpan rapi sejak era 1960-an.

“Aspek penilaiannya berasal dari arsip-arsip milik beliau. Sejak tahun 1960-an beliau sudah mendokumentasikan kegiatannya sendiri. Tidak punya manajer, tapi administrasinya tertata,” terang Yusuf.

Arsip Jadi Bukti Konsistensi Menjaga Ludruk

Arsip yang dimiliki Cak Kartolo, dinilai menjadi bukti konsistensinya menjaga ludruk agar tetap relevan mengikuti perkembangan audiens.

Yusuf menyebut, kemampuan Cak Kartolo menyesuaikan materi jula-juli dengan tema acara membuat pertunjukannya tetap diterima lintas generasi.

“Kalau diundang kantor, tema jula-juli bisa langsung disesuaikan dengan instansi yang mengundang. Tidak semua orang bisa seperti itu, apalagi di usia beliau yang sudah 81 tahun,” katanya.

Dalam ajang tersebut, Pemerintah Kota Surabaya juga membawa pulang 3 penghargaan nasional sekaligus.

  • Pengawasan Kearsipan Terbaik Nasional kategori Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota
  • Simpul Jaringan Terbaik Nasional Tahun 2026
  • Registrasi Memori Kolektif Bangsa Arsip Kiprah Kartolo 1950–2025

Usai menerima penghargaan, Cak Kartolo turut tampil membawakan jula-juli di hadapan peserta Rapat Koordinasi Nasional Kearsipan.

Penampilannya mendapat perhatian peserta, karena dinilai tetap relevan dan masih mampu diterima generasi muda.

Seleksi Ketat Arsip Memori Kolektif Bangsa

Program Memori Kolektif Bangsa, merupakan upaya ANRI menyelamatkan arsip bernilai sejarah yang merepresentasikan identitas bangsa.

Arsip yang ditetapkan harus melalui proses seleksi ketat, mulai dari tahap nominasi hingga verifikasi.

“Pengajuan Memori Kolektif Bangsa dilakukan setiap tahun dan ada proses seleksi panjang. Tidak bisa langsung lolos begitu saja,” tandas Yusuf.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.