Wapres Gibran Kunjungi Kupang: Dengar Langsung Keluhan Mahasiswa Soal Jembatan Putus dan MBG
Pipit Maulidya May 22, 2026 08:49 PM

 

SURYA.CO.ID  Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Kamis (21/5/2026) hingga Jumat (22/5/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Wapres Gibran tidak hanya meninjau proyek strategis nasional.

Wapres juga turun langsung menemui kelompok mahasiswa yang menyampaikan aspirasi terkait buruknya infrastruktur di wilayah pelosok.

Temui Aksi Damai Mahasiswa di Kupang

Setibanya di Kupang pada Kamis malam, Wapres Gibran disambut oleh aksi damai sejumlah mahasiswa.

Alih-alih menghindar, Gibran memilih untuk turun dari kendaraannya dan mendengarkan langsung keluhan yang disampaikan oleh perwakilan mahasiswa.

Ketua Umum Perhimpunan Mahasiswa Kabupaten Kupang menyampaikan rasa terima kasihnya atas kesediaan Wapres untuk berdialog secara langsung di lapangan.

Dia mengungkapkan kondisi memprihatinkan yang dialami masyarakat di wilayah Amfoang.

"Hari ini kami masyarakat Amfoang, kami menangis dengan keterbatasan infrastruktur jalan dan jembatan yang membuat kami terisolasi. Belum terbangun," ungkap perwakilan mahasiswa tersebut kepada Gibran.

Selain masalah jalan dan jembatan, mahasiswa juga menyoroti sulitnya akses energi di wilayah pelosok Kabupaten Kupang.

"Bahkan sekarang BBM juga kami di sana terbatas. MBG program dari pemerintah pusat belum sampai di Amfoang karena keterbatasan infrastruktur jalan dan jembatan," tambahnya.

Baca juga: Prabowo Minta Warga Laporkan Aparat Beking Koruptor: Seragamnya Kalau Tidak Hijau, Ya Cokelat

Janji Perhatian untuk Infrastruktur NTT

Merespons aspirasi tersebut, Gibran mencatat sejumlah tuntutan mahasiswa yang meminta perhatian pemerintah pusat terhadap beberapa ruas jalan dan jembatan krusial.

Beberapa jembatan yang selama ini menjadi aakses jalan di wilayah pedalaman, terputus karena banjir saat musim hujan.

Kondisi infrastruktur yang buruk di NTT sempat menjadi sorotan publik setelah beredarnya video amatir yang memperlihatkan warga harus bertaruh nyawa menggotong peti jenazah menyeberangi sungai deras akibat jembatan yang putus sejak tahun lalu.

Tinjau Sentra Industri Garam Nasional di Rote Ndao

Setelah menyelesaikan agenda di Kupang, Wapres Gibran melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Rote Ndao menggunakan helikopter pada Jumat (22/5/2026).

Agenda utama di Rote Ndao adalah meninjau proyek Sentra Industri Garam Nasional. Proyek ini merupakan salah satu langkah strategis pemerintah untuk mewujudkan swasembada garam nasional.

Berikut adalah detail proyek tersebut:

  • Luas Lahan: Dibangun di atas lahan seluas sekitar 13.000 hektare.
  • Target Operasi: Proyek ini ditargetkan mulai beroperasi penuh pada Juli 2026.
  • Tujuan: Meningkatkan kesejahteraan petani garam lokal dan memenuhi kebutuhan garam industri serta konsumsi secara nasional.

Kunjungan kerja ini menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk terus mendorong pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi di wilayah timur Indonesia, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Percakapan Mahasiswa Kupang dengan Wapres Gibran

Mahasiswa:

"Assalamualaikum, Bapak. Pertama-tama, saya mewakili Ketua Umum Perhimpunan Mahasiswa Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, mengucapkan terima kasih setelah Bapak sudah berkunjung ke NTT."

"Kemudian terima kasih juga sudah bersedia untuk kemudian bertemu dengan kami, Mahasiswa Kabupaten Kupang. Untuk kemudian kami bisa menyampaikan secara langsung apa yang sejauh ini menjadi persoalan kami di Kabupaten Kupang, yang menjadi tangisan kami masyarakat Kabupaten Kupang, khususnya dari masyarakat Amfoang."

"Hari ini, kami masyarakat Amfoang, kami menangis dengan keterbatasan infrastruktur jalan dan juga jembatan yang membuat kami terisolasi. Belum terbangun, Bapak. Jadi, kami terisolasi. Bahkan sekarang BBM juga kami di sana terbatas. Bahkan MBG program dari Pemerintah Pusat belum sampai di Amfoang karena keterbatasan infrastruktur jalan juga jembatan itu menyebabkan belum sampai ke sana."

"Dan permohonan kami, semoga Bapak bisa menerima apa yang menjadi harapan kami hari ini. Mungkin Bapak melihat kami sebagai mahasiswa, tapi kami mewakili masyarakat Amfoang yang sementara menangis."

Wapres Gibran:

"Iya, nanti saya percepat (penanganannya)."

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.