Sepakat Kembangkan AI untuk Layanan Publik, Indonesia-Korea Selatan Teken Kerja Sama
Content Writer May 22, 2026 10:35 PM

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Republik Indonesia dan Republik Korea meneken kerja sama pada bidang Artificial Intelligence (AI) serta pemerintahan digital. Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman ini menjadi payung kerja sama untuk pengembangan AI pada sektor pemerintahan dan pelayanan publik.

MoU ini ditandatangani oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini, sementara dari Republik Korea oleh Minister of Interior and Safety (MOIS), Yun Hojung, di Seoul, Jumat (22/5/2026).

Rini menyampaikan, MoU ini akan mendasari dialog kebijakan, kolaborasi teknis, peningkatan kapasitas kelembagaan, hingga pertukaran keahlian.

“Kerja sama ini pada akhirnya bermuara pada layanan publik yang lebih cepat, lebih sederhana, dan lebih dekat dengan rakyat,” ungkap Rini. Kerja sama ini sangat relevan dengan agenda reformasi birokrasi yang sedang dikerjakan Kementerian PANRB di Indonesia.

Penguatan Infrastruktur Publik Digital, Identitas Kependudukan Digital (IKD), interoperabilitas antarinstansi, dan portal layanan INA akan dipercepat melalui pertukaran praktik baik dengan Korea Selatan. Negeri Ginseng ini dikenal sebagai salah satu negara dengan ekosistem pemerintahan digital terbaik di dunia.

Baca juga: Semangat Harkitnas, Menteri PANRB Sebut Percepatan Reformasi Birokrasi Terus Dikolaborasikan

Rini menyampaikan bahwa Korea Selatan telah menjadi mitra Indonesia selama lebih dari dua dekade. Beberapa kerja sama yang telah dilakukan adalah Digital Government Cooperation Centre, asistensi teknis dari National Information Society Agency, serta berbagai inisiatif yang didukung Korea International Cooperation Agency (KOICA).

Lebih luas, MoU ini mendukung proses aksesi Indonesia ke The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Indonesia memandang aksesi ini bukan sekadar prosedur, melainkan kesempatan strategis untuk memperkuat kualitas tata kelola, menaikkan standar kelembagaan, dan mempercepat reformasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Rini menyampaikan apresiasinya kepada MOIS, serta berbagai pihak yang telah berkolaborasi mewujudkan kemitraan dua negara ini.

“Kami berkomitmen menerjemahkan Nota Kesepahaman ini menjadi hasil yang konkret dan berdampak nyata, bukan sekadar dokumen di atas kertas,” tegas Rini. (*)

Baca juga: Menteri PANRB Tekankan Peran Strategis Perguruan Tinggi untuk Siapkan Talenta Digital

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.