Ayah Andi Angga Ungkap Obrolan Terbaru dengan Anaknya usai Dibebaskan Israel: Dia Ngaku Sehat
Tiara Shelavie May 22, 2026 10:35 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Rasa lega sekaligus haru menyelimuti keluarga Andi Angga, delegasi Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang telah dibebaskan Israel. 

Andi Angga dan delapan warga negara Indonesia (WNI) sempat ditahan oleh militer Israel saat menjalankan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 menuju Jalur Gaza, beberapa hari lalu.

Kini, para WNI yang terdiri dari aktivis dan jurnalis ini berhasil dibebaskan pada Kamis (21/5/2026).

Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri mengonfirmasi sembilan warga negara Indonesia (WNI) telah bebas dan masih proses pemulangan. 

Saat ini, sembilan WNI sudah tiba di Istanbul, Turki, sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Air.

Kabar pembebasan para WNI tersebut, turut didengar oleh Ayah Angga, Andi Hamzah.

Ia mengatakan, anak sulungnya kini telah berada di Istanbul, Turki.

Hal tersebut, disampaikan Andi saat ditemui Tribun-Timur.com di Dusun Kariako, Desa Buntu Karya, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan.

“Sudah bebas. Kemarin itu kita tahan dulu konfirmasi karena masih perjalanan dari Israel ke Turki,” tuturnya, Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 11.39 Wita siang.

Andi Hamzah menceritakan, pihak keluarga baru memastikan kabar Angga setelah ia tiba di Turki.

Kini, kata Andi Hamzah, putranya bersama WNI lainnya masih berada dalam pendampingan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Turki.

Baca juga: Penahanan Aktivis Kemanusiaan oleh Israel Ancam Masa Depan Solidaritas Global

Sempat Video Call dengan Angga 

Lebih lanjut, Andi Hamzah mengatakan, pihaknya sempat melakukan video call dengan sang putra setelah tiba di Istanbul.

Angga mengabarkan dirinya dalam keadaan sehat.

“Dia mengaku sehat,” terang pria berusia 54 tahun tersebut.

Meski demikian, sembilan WNI tetap akan menjalani pemeriksaan kesehatan. 

“Mau divisum semua di sana. Karena saya lihat dari video-video ada relawan lain selain Indonesia yang pulang sudah pakai kursi roda,” lanjut Andi Hamzah.

AKTIVIS GSF DITANGKAP - Momen ketika Menteri Luar Negeri Israel, Itam Ben-Gvir mengolok-olok aktivis yang ditangkap saat melakukan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF). Namun tindakan itu dikritik oleh PM Benjamin Netanyahu.
AKTIVIS GSF DITANGKAP - Momen ketika Menteri Luar Negeri Israel, Itam Ben-Gvir mengolok-olok aktivis yang ditangkap saat melakukan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF). Namun tindakan itu dikritik oleh PM Benjamin Netanyahu. (Tangkapan layar akun X @itambengvir)

Akui Bersyukur 

Masih mengutip Tribun Timur, Andi Hamzah mengaku bersyukur kondisi anaknya dalam keadaan baik.

Namun, ia menduga sang anak sengaja tidak menceritakan seluruh kondisi yang dialaminya selama ditahan demi menenangkan keluarga

“Tapi saya tahu dia tidak mau bilang supaya keluarga tidak khawatir,” ungkapnya. 

Di sisi lain, Andi Hamzah menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah atas upaya pembebasan para WNI tersebut.

Rasa syukur juga disampaikan ibunda Angga, yakni Sutrawati Kaharuddin (52), setelah putranya dibebaskan dari otoritas Israel.

Sutrawati Kaharuddin melihat langsung wajah anaknya melalui sambungan video call yang difasilitasi pihak Global Sumud Flotilla (GSF), Kamis malam.

“Kami baru lega setelah video call. Sebelumnya kami masih khawatir karena manifest penumpang belum diterima, jadi belum tahu siapa saja yang ikut dalam pesawat,” katanya, Jumat (22/5/2026) siang.

Selanjutnya, pihak keluarga masih menunggu perkembangan informasi terkait jadwal kepulangan Angga ke Indonesia.

Baca juga: Ditangkap Tentara Israel, Aktivis Asal Sulsel Buang Ponsel ke Laut Demi Keamanan

Pemerintah Kawal Pemulangan WNI

Sementara itu, Pemerintah RI melalui Kementerian Luar Negeri menegaskan, bakal mengawal proses pemulangan WNI. 

"Pemerintah Indonesia akan terus mengawal proses pemulangan ini hingga seluruh WNI tiba kembali ke Tanah Air dengan selamat," katanya dalam konferensi pers pada Kamis malam.

Menlu Sugiono turut menegaskan bahwa pemerintah mengecam perlakuan Israel terhadap para relawan selama masa penahanan.

Sebagai informasi, penangkapan terhadap aktivis dan jurnalis Indonesia terjadi saat kapal Global Sumud Flotilla berupaya menembus blokade Israel untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga Gaza.

Namun, perahu-perahu mereka dibajak oleh militer Israel saat tengah berlayar di perairan internasional dekat Siprus, berjarak sekitar 250 mil laut dari lepas pantai Gaza.

Dalam kapal-kapal Global Sumud Flotilla, terdapat sembilan aktivis dan jurnalis yang ditangkap Israel."

Termasuk Andi Angga, delegasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) bersama Rumah Zakat.

Kemudian, Thoudy Badai seorang jurnalis Republika, Rahendro Herubowo jurnalis dari Inews, dan Andre Prasetyo Nugroho jurnalis dari TV Tempo. 

Selengkapnya, daftar nama sembilan WNI yang ditangkap Israel:

  1. Andi Angga Prasadewa di Kapal Josef 
  2. Rahendro Herubowo di Kapal Ozgurluk 
  3. Andre Prasetyo Nugroho di Kapal Ozgurluk 
  4. Thoudy Badai di Kapal Ozgurluk 
  5. Bambang Noroyono (Abeng) di Kapal BoraLize 
  6. Herman Budianto Sudarsono di Kapal Zapyro 
  7. Ronggo Wirasanu di Kapal Zapyro 
  8. Asad Aras Muhammad di Kapal Kasr-1 
  9. Hendro Prasetyo di Kapal Kasr-1

(Tribunnews.com/Suci Bangun DS, Tribun-Timur.com /Erlan Saputra, Muh. Sauki Maulana)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.