Nyire Massal 1.000 Orang di Belitung Diyakini Dongkrak Kunjungan Wisatawan
Asmadi Pandapotan Siregar May 22, 2026 10:36 PM

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Sebuah pondok besar berdiri kokoh di sisi kawasan Pantai Tanjung Pendam, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Jumat (22/5/2026).

Di bawah atap pondok tersebut, para tamu undangan penting duduk lesehan berbaur bersama masyarakat dan pengunjung dalam pembukaan Festival Budaya Napak Sire Belitung 2026.

Konsep lesehan sengaja dihadirkan untuk menonjolkan nuansa kehangatan dan kearifan lokal budaya Melayu dalam festival budaya tahunan tersebut.

Rangkaian acara berlangsung tertib dimulai dari sambutan para pejabat, penyerahan piagam Kharisma Event Nusantara 2026 dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, hingga puncaknya aksi nyire massal yang melibatkan 1.000 peserta dari berbagai kalangan.

Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat menjelaskan bahwa festival budaya ini sengaja digelar karena saat ini sektor kebudayaan daerah sedang mendapatkan perhatian khusus dan dukungan penuh dari pemerintah pusat.

"Festival budaya ini adalah bagian daripada trigger atau pemicu pariwisata kita. Kita sudah membuka gerbang internasional, dan saat ini kita pengen menambah tingkat okupansi keterisian penumpang lagi," ujar Djoni.

Djoni mengatakan target jangka panjang dari promosi budaya massal ini adalah modal awal untuk membuka konektivitas atau rute penerbangan langsung baru yang menghubungkan Belitung dan daerah lainnya.

NYIRE MASSAL - Aksi tradisi menyirih atau nyire massal secara serentak pada Pembukaan Festival Budaya Napak Sire Belitung 2026 di Pantai Tanjung Pendam, Kecamatan Tanjungpandan, Jumat (22/5/2026). Aksi ini diharapkan menjadi daya tarik dan pemantik pariwisata budaya untuk mendongkrak kembali kunjungan wisatawan ke Pulau Belitung.
NYIRE MASSAL - Aksi tradisi menyirih atau nyire massal secara serentak pada Pembukaan Festival Budaya Napak Sire Belitung 2026 di Pantai Tanjung Pendam, Kecamatan Tanjungpandan, Jumat (22/5/2026). Aksi ini diharapkan menjadi daya tarik dan pemantik pariwisata budaya untuk mendongkrak kembali kunjungan wisatawan ke Pulau Belitung. (Posbelitung.co/ Kautsar Fakhri Nugraha/Kautsar Fakhri Nugraha)

"Ke depan kita ingin membuka konektivitas penerbangan nanti langsung ke Bali dan ke Jawa Tengah. Tapi sebelum ke sana, ya kita di dalam daerah harus bisa menampakkan yang bagus dulu," ucapnya.

Mengenai aksi nyire massal 1.000 orang, Djoni yakin keunikan tradisi ini akan menjadi pemantik rasa ingin tahu bagi masyarakat di luar Pulau Belitung. Efek gayung bersambut ini Djoni yakini mampu memicu rasa penasaran wisatawan domestik maupun mancanegara untuk datang langsung ke Belitung.

"Mereka di luar daerah pasti menginginkan keingintahuan terkait seperti apa sih aksi nyire, seribu sirih yang ada di Belitung ini. Nanti ujungnya bisa memancing wisatawan untuk kembali ke Belitung," paparnya.

Djoni juga menjelaskan bahwa Kabupaten Belitung ingin mengambil panggung untuk menunjukkan tradisi menyirih di pulau ini memiliki karakteristik dan nilai filosofis yang kuat sebagai identitas masyarakat kepulauan.

"Memang menyirih ini kan melekat ke budaya Melayu, seperti Riau dan Pekanbaru. Jadi daru festival ini kita pengen menegaskan kembali juga bahwa menyirih ini adalah bagian dari peradaban budaya Melayu di Belitung," ucapnya. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.