Begini Kronologi Kericuhan Mahasiswa FP dan FT USK Berujung Pembakaran Kampus Pertanian
Saifullah May 23, 2026 01:03 AM

 

Kerusuhan berujung pada pembakaran, perusakan, dan penjarahan fasilitas Fakultas Pertanian dengan dugaan penggunaan bom molotov.

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ketegangan antar mahasiswa di lingkungan Universitas Syiah Kuala (USK) berujung pada kerusuhan besar yang menyebabkan pembakaran dan perusakan sejumlah fasilitas di Fakultas Pertanian.

Insiden yang terjadi pada Kamis (21/5/2026) dini hari WIB itu disebut menjadi salah satu konflik mahasiswa paling serius dalam beberapa tahun terakhir di kampus tersebut.

Kericuhan bermula dari dinamika pascaaksi demonstrasi penolakan kebijakan Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) pada 18 Mei 2026.

Aksi yang digelar aliansi mahasiswa itu dilakukan setelah muncul penolakan terhadap Pergub Nomor 2 Tahun 2026 terkait layanan kesehatan daerah.

Setelah tuntutan mereka dianggap berhasil dengan dicabutnya aturan tersebut, massa mahasiswa melakukan konvoi keliling Kota Banda Aceh sebagai bentuk perayaan kemenangan.

Saat rombongan melintas di kawasan Gelanggang USK, massa berhenti di depan Sekretariat BEM USK.

Baca juga: Kasus Bentrokan Mahasiswa dan Kebakaran di Fakultas Pertanian, Polisi Siap Ungkap Aktor Kerusuhan

Awalnya suasana berlangsung normal dan mahasiswa hanya berkumpul untuk merayakan hasil aksi demonstrasi.

Namun kondisi berubah ketika terjadi cekcok antara mahasiswa di luar dan pihak yang berada di dalam sekretariat.

Menurut keterangan pihak Fakultas Pertanian, suasana mulai memanas setelah seorang mahasiswa keluar dari sekretariat dan mempertanyakan maksud kedatangan massa dengan nada yang dianggap memicu emosi.

Meski beberapa mahasiswa berusaha menenangkan situasi, ketegangan terus meningkat hingga akhirnya terjadi pelemparan batu dari tengah kerumunan.

Batu tersebut mengenai seorang mahasiswa Fakultas Pertanian hingga mengalami luka di bagian kepala dan berdarah.

Situasi menjadi tidak terkendali karena massa saat itu bercampur dengan berbagai kelompok dan tidak berada dalam satu komando.

Kerusuhan kecil pun pecah dan menyebabkan kerusakan pada kaca Sekretariat BEM universitas.

Baca juga: Kasus Bentrokan Mahasiswa dan Kebakaran di Fakultas Pertanian, Polisi Siap Ungkap Aktor Kerusuhan

Setelah insiden itu, sejumlah mahasiswa Fakultas Pertanian mencoba menempuh jalur damai dengan mendatangi sekretariat untuk meminta maaf dan melakukan mediasi.

Namun upaya tersebut disebut tidak membuahkan hasil.

Ketegangan justru semakin meningkat setelah muncul tantangan dan saling provokasi antar mahasiswa dari fakultas berbeda.

Dalam mediasi lanjutan yang dilakukan malam harinya, kondisi disebut semakin buruk karena lokasi minim penerangan dan suasana sudah dipenuhi emosi.

Pihak Fakultas Pertanian mengaku beberapa mahasiswanya mengalami pengeroyokan, pengejaran, hingga tindakan kekerasan fisik.

Bentrokan baru berhenti setelah dosen dan pihak biro kemahasiswaan turun langsung ke lokasi untuk meredam situasi.

Meski sempat mereda, konflik ternyata belum berakhir.

Mahasiswa yang kembali ke Fakultas Pertanian mulai berkumpul sambil membahas insiden yang terjadi sebelumnya.

Cerita dari korban dugaan pengeroyokan membuat emosi mahasiswa semakin memuncak.

Situasi semakin panas ketika terjadi aksi saling ejek dan provokasi antara kelompok mahasiswa yang melintas di sekitar fakultas.

Pihak kampus kemudian kembali melakukan mediasi antara perwakilan mahasiswa dari berbagai fakultas.

Baca juga: Mahasiswa FK dan FKG USK Raih Silver Medal di World Young Inventors Exhibition 2026

Pada mediasi kedua sekitar pukul 22.45 WIB, kedua pihak sepakat untuk membubarkan diri demi mencegah bentrokan susulan.

Namun perdamaian itu ternyata hanya berlangsung sementara.

Dini hari 21 Mei 2026, suasana kembali memanas ketika terjadi aksi saling lempar di sekitar kawasan Sekretariat Fakultas Teknik.

Bentrokan tersebut menyebabkan sejumlah mahasiswa terluka dan fasilitas kampus mengalami kerusakan.

Warga sekitar bersama aparat keamanan akhirnya turun tangan untuk membubarkan massa dan menenangkan situasi.

Mahasiswa sempat meminta aparat Kepolisian menjaga kawasan kampus karena khawatir terjadi serangan lanjutan.

Namun sekitar pukul 03.00 WIB, ketika sebagian besar mahasiswa Fakultas Pertanian telah meninggalkan lokasi, massa dalam jumlah besar kembali mendatangi kawasan fakultas tersebut.

Kerusuhan besar pun tidak terhindarkan.

Sejumlah bangunan di lingkungan Fakultas Pertanian dilaporkan diserang dan dibakar.

Laboratorium, ruang sekretariat, ruang kuliah, kendaraan, hingga fasilitas keamanan kampus mengalami kerusakan parah.

Selain pembakaran, sejumlah alat laboratorium juga dilaporkan hilang akibat aksi penjarahan.

Pihak Fakultas Pertanian bahkan menyebut adanya penggunaan bom molotov dalam penyerangan tersebut.

Salah satu bom molotov disebut dilempar ke pos satpam hingga menyebabkan kebakaran hebat.

Seorang petugas keamanan yang berada di dalam pos nyaris menjadi korban sebelum berhasil menyelamatkan diri melalui jendela belakang.

Akibat insiden tersebut, kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Aktivitas akademik di Fakultas Pertanian ikut terganggu.

Sementara banyak mahasiswa mengaku mengalami trauma akibat kekerasan yang terjadi di lingkungan kampus.

Peristiwa ini juga memicu keprihatinan luas karena dianggap mencoreng citra dunia pendidikan dan kehidupan akademik di perguruan tinggi.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.