Jutaan Orang Terdampak Listrik Padam Total di Sumbagut, PLN: Maaf, Ada Gangguan karena Cuaca Buruk
Juang Naibaho May 23, 2026 04:09 AM

TRIBUN-MEDAN.com - Jutaan orang di Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terdampak akibat listrik padam total sejak Jumat (22/5/2026) petang.

Wilayah yang terdampak antara lain, Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, hingga Jambi.

Selama berjam-jam, masyarakat tidak bisa beraktivitas normal. Sebagian besar warga hanya berdiam diri di rumah dengan penerangan seadanya.

Di sejumlah titik Kota Medan, terjadi kemacetan lalu lintas. Traffic light yang turut padam membuat arus kendaraan tersendat.

Hingga Sabtu (23/5/2026) dini hari pukul 02.30 WIB, sejumlah wilayah masih mengalami pemadaman listrik. Sementara di beberapa wilayah lainnya, listrik sudah kembali nyala.

Manajemen PT PLN (Persero) menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas terjadinya insiden putusnya aliran listrik di sejumlah wilayah di Sumbagut sejak Jumat petang.

Gregorius Adi Trianto, Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN, dalam keterangan yang dikirim ke media Jumat malam, menyatakan, terdapat gangguan pada transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, yang disebabkan oleh cuaca buruk. 

"Saat ini, tim PLN telah berhasil mengatasi gangguan tersebut dan terus melakukan percepatan pemulihan pada sisi pembangkit secara bertahap agar pasokan listrik di wilayah terdampak dapat segera kembali normal," kata Gregorius Adi Trianto.

Dia mengatakan, PLN mengupayakan proses pemulihan berjalan aman.

Masyarakat dapat memantau perkembangan informasi pemulihan kelistrikan melalui aplikasi PLN Mobile maupun kanal resmi PLN lainnya.

"PT PLN (Persero) memohon maaf atas gangguan kelistrikan yang terjadi," kata Gregorius Adi Trianto

Warga Geruduk Kantor PLN

Di Kabupaten Asahan, Sumut, puluhan warga menggeruduk kantor ULP PLN Kisaran, Jumat malam, untuk mempertanyakan penyebab listrik padam total.

Riki Sencaka, seorang warga, mengatakan, kedatangannya bersama sejumalh orang ke ULP Kisaran untuk menuntut kesiapan PLN Kisaran yang semestinya dapat mengantisipasi kejadian pemadaman mendadak.

"Kami datang ke sini untuk menanyakan kepada PLN Kisaran soal keterlambatan informasi disampaikan ke masyarakat" kata Riki.

Selain itu, pihaknya juga meminta PLN Kisaran memberikan solusi terkait pemadaman yang terjadi.

Terpisah, penelusuran Tribunmedan.com, sejumlah masyarakat di Kisaran memenuhi kafe-kafe dan tempat makan yang memiliki genset pembangkit listrik untuk sekadar mengecas ponsel.

Salah satunya Ulil Amri yang sengaja datang ke salah satu warung kopi di Jalan Wahidin, Kelurahan Kisaran Kota, Kisaran Barat.

"Kami datang kemari memang sengaja untuk mencari angin sekaligus mengecas handphone. Besok kami kerja, khawatir tidak ada daya handphone," kata Ulil, Jumat (22/5/2026).

Senada dengan Ulil, Yudhi Setiawan Pane juga mengaku sengaja datang ke warung kopi untuk sekadar mengisi daya ponsel miliknya.

"Sekalian tadi beli power bank untuk jaga-jaga mati listrik lagi. Ini kebetulan mereka ada genset, jadi saya sekalian aja cas," kata Yudhi. (*/tribunmedan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.