AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ambon mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi, berlaku 23 sampai dengan 26 Mei 2026.
BMKG memperingatkan adanya gelombang sedang pada 14 wilayah di perairan Maluku dengan ketinggian gelombang mencapai 1.25 sampai 2.5 meter.
Informasi itu merujuk pada kondisi sinoptik daerah konvergensi dan konfluensi terpantau terbentuk di Laut Banda dan di Laut Arafuru.
Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi dan konfluensi tersebut.
Pola angin di wilayah Maluku umumnya bergerak dari arah Timur hingga Tenggara dengan kecepatan rata-rata 4 - 20 knot.
Peningkatan kecepatan angin permukaan hingga mencapai >20 knots terpantau di Perairan Seram Bagian Timur (P. Gorong), Perairan Kep. Kai, Perairan Kep. Tanimbar, Perairan Kep. Sermata - Kep. Leti, Perairan Wetar, Laut Banda, dan Laut Arafuru yang mampu meningkatkan ketinggian gelombang laut di wilayah perairan tersebut.
Baca juga: Film Pesta Babi Picu Diskusi Panas di Ambon, Warga Soroti TNI, Sawit, hingga Perampasan Hutan Adat
Baca juga: Sidang Dugaan Pemalsuan Tanah Eks Hotel Anggrek Memanas, Saniri Soya Bongkar Kejanggalan Dokumen
Berikut 14 wilayah di perairan Maluku berpeluang terjadi gelombang dengan ketinggian 1.25 sampai dengan 2.5 meter :
Perairan Utara Pulau Buru
Perairan Selatan Pulau Buru
Perairan Seram Bagian Timur (P. Gorong)
Perairan Kepulauan Kai
Perairan Utara Kepulauan Aru
Perairan Timur Kepulauan Aru
Perairan Barat Kepulauan Tanimbar
Perairan Timur Kepulauan Tanimbar
Perairan Kepulauan Babar
Perairan Kepulauan Sermata sampai Kepulauan Leti
Kepulauan Wetar
Laut Banda
Laut Arafuru Bagian Barat
Laut Arafuru Bagian Tengah
Saran Keselamatan
Tinggi gelombang tersebut berisiko terhadap keselamatan pelayaran: