TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Siapa sangka, di balik kesehariannya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan sekolah, seorang penjaga sekolah di SMP Negeri 1 Karanganyar, Kabupaten Pekalongan justru menjadi sosok penting di balik lahirnya prestasi membanggakan di bidang olahraga.
Dialah Sayuti, pria yang dengan ketulusan dan dedikasinya berhasil mengantarkan tim bola voli SMPN 1 Karanganyar meraih juara dalam ajang Sport Festival tingkat SMP dan MTs di Welahan, Jepara, beberapa waktu lalu.
Dalam kompetisi tersebut, tim voli putri SMPN 1 Karanganyar sukses meraih juara 1, sementara tim putra berhasil menyabet juara 3. Prestasi ini menjadi bukti, bahwa keterbatasan fasilitas dan minimnya dukungan biaya bukan penghalang untuk meraih kemenangan.
Di balik keberhasilan itu, tersimpan perjuangan panjang Sayuti yang selama ini tak hanya menjalankan tugas sebagai penjaga sekolah, tetapi juga secara sukarela melatih para siswa di bidang bola voli.
Berbekal pengalaman sebagai mantan atlet voli andalan Pekalongan pada masanya, Sayuti menularkan ilmu, teknik, dan mental bertanding kepada anak-anak didiknya.
Latihan rutin dilakukan dengan penuh semangat, bahkan tak jarang di luar jadwal ekstrakurikuler resmi sekolah. Hebatnya, seluruh proses pembinaan dilakukan tanpa memungut biaya. Bagi Sayuti, melihat anak-anak berkembang dan percaya diri di lapangan menjadi kebahagiaan tersendiri.
"Yang terpenting, anak-anak punya kemauan untuk belajar dan berjuang. Saya hanya berusaha, mendampingi mereka agar bisa berkembang dan percaya pada kemampuan sendiri," ujar Sayuti usai mendampingi timnya bertanding saat dihubungi Tribunjateng.com, Minggu (17/5/2026).
Sayuti mengungkapkan, rasa syukurnya atas keberhasilan yang diraih anak didiknya. Menurutnya, kemenangan tersebut merupakan buah dari kerja keras dan semangat tinggi para pemain selama menjalani latihan.
"Syukur alhamdulillah, hari ini kami bisa menjuarai kejuaraan bola voli tingkat SMP dan MTs dalam ajang Sport Festival di GOR Welahan, Jepara. Berkat latihan yang kami jalani selama ini, alhamdulillah kami bisa meraih juara 1 putri dan juara 3 putra," ujar Sayuti.
Sayuti menceritakan, perjalanan menuju ajang kompetisi di Jepara pun tidak mudah. Dengan dukungan terbatas dari pihak sekolah, Sayuti bersama para siswa harus berangkat secara swadaya.
Mereka bergotong royong menyewa kendaraan travel, demi bisa mengikuti turnamen yang digelar di Welahan, Jepara daerah yang juga menjadi tanah kelahiran Sayuti, sekaligus tempat yang menyimpan kenangan masa kejayaannya sebagai atlet voli.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah, yang telah memberikan dukungan untuk sebagian kebutuhan akomodasi. Selebihnya kami harus swadaya, berangkat dari kesadaran bersama dan semangat besar anak-anak untuk berprestasi," tuturnya.
Tampil maksimal
Meski harus berjuang dengan segala keterbatasan, semangat para pemain tidak surut. Justru, kondisi tersebut menjadi pemicu untuk tampil maksimal dan membuktikan kemampuan mereka di hadapan tim-tim lain. Keberhasilan meraih podium juara menjadi kebanggaan besar bagi SMPN 1 Karanganyar.
Selain mengharumkan nama sekolah, capaian ini juga menjadi bukti bahwa potensi atlet muda di Kabupaten Pekalongan sangat besar jika mendapatkan pembinaan yang tepat.
Sayuti berharap, prestasi yang diraih anak-anak didiknya dapat menarik perhatian pengurus olahraga voli Kabupaten Pekalongan maupun dinas terkait agar memberikan dukungan lebih lanjut, baik berupa fasilitas latihan, perlengkapan olahraga, maupun bantuan akomodasi untuk mengikuti berbagai kejuaraan.
"Saya ingin, anak-anak ini terus semangat dan tidak merasa minder karena keterbatasan. Mereka punya bakat dan masa depan. Semoga, ke depan ada perhatian yang lebih besar agar mereka bisa melangkah lebih jauh," tuturnya.
Tak hanya mengandalkan latihan resmi sekolah, Sayuti juga secara sukarela memberikan pelatihan tambahan di luar jadwal ekstrakurikuler. Hal itu dilakukannya, karena kecintaannya terhadap olahraga voli sekaligus keinginan untuk melahirkan atlet-atlet potensial dari Kabupaten Pekalongan. Ia mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat dengan dunia voli, mengingat dirinya juga pernah menjadi atlet pada masa mudanya.
"Saya terkenang masa muda saya yang juga seorang atlet voli. Dari situlah, semangat saya tumbuh untuk melatih anak-anak dan berupaya mencetak atlet voli dari Kabupaten Pekalongan," ungkapnya.
Meski telah menorehkan prestasi, Sayuti berharap ada perhatian lebih dari pemerintah daerah, maupun organisasi olahraga terhadap pembinaan voli di Kabupaten Pekalongan. Menurutnya, potensi atlet voli di daerah ini sangat besar, jika mendapatkan dukungan yang memadai.
Sementara itu, salah satu atlet putri SMPN 1 Karanganyar, Fajrina, mengaku bangga dan bahagia atas prestasi yang berhasil diraih bersama timnya. Ia menyebut, keberhasilan ini menjadi kemenangan kedua setelah sebelumnya juga menjuarai turnamen di SMK Ma’arif Kesesi.
"Hari ini saya dan teman-teman senang sekali bisa kembali juara. Kemarin di SMK Ma’arif Kesesi kami juga juara satu," katanya.
Fajrina juga mengungkapkan sosok Sayuti yang akrab disapa 'Abah' oleh para siswa. Menurutnya, sang pelatih dikenal sabar namun tetap tegas dalam mendidik dan melatih.
"Abah kalau melatih sangat sabar, tapi juga keras. Kami senang, karena semua itu untuk kemajuan kami," pungkasnya. (Indro Dwi Purnomo)