Dengan era dominasi Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo yang tampaknya sudah berakhir, perebutan Ballon d'Or kini terasa lebih terbuka dibandingkan dalam dua dekade terakhir. Banyak pemain memulai musim dengan keyakinan bahwa mereka memiliki peluang untuk merebut penghargaan individu paling bergengsi di dunia sepak bola. Ousmane Dembele, yang sempat berjuang melawan cedera dan inkonsistensi, berhasil memenangkan Bola Emas pada 2025, dan kini kembali menjadi salah satu kandidat kuat setahun kemudian.
Dembele meraih penghargaan tersebut berkat kontribusinya dalam membantu Paris Saint-Germain menjuarai Liga Champions untuk pertama kalinya. Kompetisi tersebut kemungkinan besar akan kembali menjadi faktor penentu dalam perburuan Ballon d'Or kali ini. Namun, tahun ini juga merupakan tahun Piala Dunia, sehingga kemungkinan pemenang baru akan benar-benar terlihat pada musim panas di Amerika Utara.
Jangan lupakan juga bahwa Piala Afrika akan menjadi ajang penting yang turut diperhitungkan, artinya ada beberapa pemain yang mungkin bersinar tidak hanya di level klub tetapi juga di dua turnamen besar sepanjang musim.
Perlombaan menuju Ballon d'Or adalah maraton, bukan sprint. Perlu diingat, Dembele baru benar-benar muncul sebagai kandidat kuat pada pertengahan musim 2024-25. Kini, dengan musim Eropa memasuki fase akhir, daftar Peringkat Kekuatan Ballon d'Or dari GOAL terus memantau siapa yang paling berpeluang merebut trofi Bola Emas...
Pembaruan terakhir: 30 April 2026. Pemain yang keluar dari daftar: Rayan Cherki.
20. Julian Alvarez (Atletico Madrid) ⬇️
Musim 2025-26: 21 gol, 10 assist.
Musim yang naik turun bagi Julian Alvarez. Ia memulai dengan cepat bersama Atletico Madrid, termasuk mencetak dua gol ke gawang Real Madrid dalam derby bulan September. Namun, setelah itu ia hanya mencetak dua gol lagi di La Liga, membuat peluangnya untuk Ballon d'Or tampak memudar.
Situasi berubah berkat performanya di fase gugur Liga Champions. Alvarez mencetak enam gol dalam delapan pertandingan saat Atleti mencapai semifinal, termasuk tendangan bebas spektakuler melawan Barcelona di Camp Nou. Namun, kegagalan lolos ke final dan kekalahan di final Copa del Rey nyaris memupus peluang Alvarez untuk bersaing merebut Ballon d'Or, meskipun ia akan kembali memimpin lini depan Argentina di Piala Dunia musim panas ini.
19. Pedri (Barcelona) ⬆️
Musim 2025-26: Empat gol, 11 assist. Menjuarai Supercopa de Espana.
Pedri tetap menjadi salah satu gelandang paling berkelas di dunia meski baru berusia 23 tahun. Barcelona selalu tampil lebih baik ketika maestro lini tengah mereka ini bermain. Cedera memang kembali mengganggu musimnya, tetapi ketika fit, hanya sedikit pemain di La Liga yang mampu menandingi kualitasnya.
Tim asuhan Hansi Flick masih berada di jalur pertahanan gelar domestik, tetapi mereka tersingkir di perempat final Liga Champions oleh Atletico Madrid. Pedri akan menjadi bagian penting skuad Spanyol di Piala Dunia, namun peluangnya untuk bersaing memperebutkan Ballon d'Or kini nyaris sirna.
18. Lautaro Martinez (Inter) ⬆️
Musim 2025-26: 24 gol, tujuh assist. Menjuarai Serie A.
Meskipun tersingkir memalukan dari Liga Champions oleh Bodo/Glimt, Inter tetap tampil impresif dengan memastikan gelar Serie A sebelum tampil di final Coppa Italia. Seperti biasa, Lautaro Martinez menjadi motor kesuksesan mereka.
Sebagai top skor Serie A, Lautaro juga akan kembali memperkuat Argentina untuk mempertahankan gelar Piala Dunia. Setelah tampil gemilang di Copa America 2024, mungkin inilah saatnya pemain berusia 28 tahun itu bersinar di panggung dunia.
17. Bukayo Saka (Arsenal) 🆕
Musim 2025-26: 13 gol, sembilan assist.
Musim ini bukan yang terbaik bagi Bukayo Saka karena masalah performa dan kebugaran. Namun, musim yang tampak biasa ini bisa berakhir luar biasa jika Arsenal berhasil menyelesaikan empat laga tersisa menuju gelar ganda Liga Inggris dan Liga Champions.
Kembalinya Saka ke tim utama memicu performa terbaik Arsenal dalam beberapa minggu terakhir, termasuk mencetak gol penentu ke final Liga Champions di Budapest pada 30 Mei. Ditambah lagi, ia hampir pasti menjadi starter utama Inggris di Piala Dunia, sehingga peluangnya dalam perburuan Ballon d'Or baru saja dimulai.
16. Vinicius Jr (Real Madrid) ⬆️
Musim 2025-26: 22 gol, 14 assist.
Vinicius Jr mengalami tahun 2025 yang buruk bersama Real Madrid, hanya mencetak delapan gol di La Liga sepanjang tahun kalender. Namun, seperti pepatah lama, performa bisa menurun tapi kelas abadi, dan Vini membuktikan hal itu dengan mencetak empat gol dalam enam laga fase gugur Liga Champions di awal 2026.
Meski kembali ke performa terbaiknya, hal itu tampaknya belum cukup untuk membawa trofi ke Santiago Bernabeu. Catatan buruknya bersama Brasil juga perlu diperbaiki sebelum Piala Dunia dimulai. Karenanya, nominasi Ballon d'Or mungkin menjadi pencapaian maksimalnya tahun ini.
15. Raphinha (Barcelona) ⬆️
Musim 2025-26: 19 gol, delapan assist. Menjuarai Supercopa de Espana.
Bagi sebagian orang, posisi kelima Raphinha dalam voting Ballon d'Or 2025 dianggap tidak adil mengingat statistik mencengangkan yang ia torehkan untuk Barcelona. Setelah pulih dari cedera hamstring, ia menunjukkan performa luar biasa, termasuk melawan Real Madrid di final Supercopa de Espana dan menghadapi Newcastle di Liga Champions.
Sayangnya, cedera lain kembali menghambat langkahnya, memengaruhi peluang Barca di Eropa. Namun, ia akan menjadi salah satu pemimpin tim Brasil di Piala Dunia di bawah Carlo Ancelotti, yang membawa perubahan positif bagi Selecao.
14. Bruno Fernandes (Manchester United) ⬆️
Musim 2025-26: 11 gol, 23 assist.
Dengan rekor assist Premier League yang hampir dipecahkan, Bruno Fernandes kembali membuktikan bahwa ia adalah otak permainan Manchester United. Jika ia mempertahankan performa ini hingga akhir musim dan tampil bagus di Piala Dunia bersama Portugal, nominasi Ballon d'Or tampaknya layak didapatkan.
Namun, memenangkan penghargaan itu cerita lain. Tanpa partisipasi di Eropa dan tanpa trofi, Fernandes harus tampil luar biasa untuk menyaingi kandidat utama lainnya, dan sejauh ini ia belum mencapai level itu.
13. Cristiano Ronaldo (Al-Nassr) ⬆️
Musim 2025-26: 32 gol, enam assist.
Hanya Sir Stanley Matthews yang pernah memenangkan Ballon d'Or di usia 40 tahun atau lebih. Cristiano Ronaldo mungkin tampak mustahil melakukannya, namun pemain berusia 41 tahun ini masih produktif di Arab Saudi. Al-Nassr kini memuncaki klasemen Liga Pro Saudi dan lolos ke final AFC Champions League Two.
Ronaldo mencetak hampir satu gol per pertandingan musim ini, dan dengan izin FIFA untuk bermain penuh di Piala Dunia, ia akan kembali memimpin Portugal. Jika ia berhasil membawa kesuksesan di level klub dan internasional, mungkin satu lagi Ballon d'Or bukan hal mustahil.
12. Lionel Messi (Inter Miami) ⬆️
Musim 2025-26: 32 gol, 20 assist. Menjuarai MLS Cup.
Benarkah Lionel Messi bisa kembali? Setelah membawa Inter Miami menjuarai MLS Cup pertama mereka dan Argentina menjadi favorit Piala Dunia, delapan kali pemenang Ballon d'Or ini kembali masuk perhitungan.
Messi meraih gelar MVP MLS untuk kedua kalinya beruntun, mencetak enam gol dan tujuh assist hanya dalam enam laga play-off. Jika ia mampu membantu Argentina mempertahankan gelar dunia di Amerika Utara, perannya akan kembali menjadi kunci kesuksesan Albiceleste.
11. Gabriel Magalhaes (Arsenal) ⬆️
Musim 2025-26: Empat gol, lima assist, 27 clean sheet.
Gabriel Magalhaes menjadi simbol Arsenal modern: tangguh secara fisik, berbahaya dalam situasi bola mati, dan solid di lini belakang. Meski William Saliba tetap elegan, Gabriel kini dianggap lebih penting dalam duet bek tengah The Gunners.
Jika ia terus mencetak gol penting di akhir musim, termasuk kemungkinan di final Liga Champions, serta tampil solid di Piala Dunia bersama Brasil, ia pantas masuk nominasi Ballon d'Or.
10. Luis Diaz (Bayern Munich) ⬇️
Musim 2025-26: 28 gol, 23 assist. Menjuarai Bundesliga & DFL-Supercup.
Liverpool mungkin menyesal melepas Luis Diaz ke Bayern Munich musim panas lalu dengan harga €75 juta. Pemain asal Kolombia itu tampil luar biasa di Jerman, menjalin kerja sama apik dengan Harry Kane.
Beberapa golnya di Bundesliga sangat spektakuler, dan performanya di Liga Champions juga menarik perhatian pemilih Ballon d'Or, meskipun Bayern akhirnya gagal di Eropa. Dengan debut di Piala Dunia bersama Kolombia yang dijagokan sebagai kuda hitam, Diaz berpotensi menjadi kejutan besar.
9. Vitinha (Paris Saint-Germain) ⬆️
Musim 2025-26: Tujuh gol, 10 assist. Menjuarai Trophee des Champions, UEFA Super Cup & FIFA Intercontinental Cup.
Vitinha telah berkembang pesat sejak masa pinjamannya di Wolves lima tahun lalu hingga kini dianggap sebagai salah satu gelandang terbaik dunia. Ia tampil impresif sepanjang musim dan menjadi kunci permainan PSG di bawah asuhan Luis Enrique.
Bersama Portugal, yang baru menjuarai Nations League 2025, Vitinha akan menjadi bagian penting dalam ambisi mereka menjuarai Piala Dunia. Jika berhasil, perannya akan sangat besar.
8. Erling Haaland (Manchester City) ⬇️
Musim 2025-26: 49 gol, sembilan assist. Menjuarai Carabao Cup.
Erling Haaland memulai musim dengan performa luar biasa setelah periode sulit, menjadi mesin gol utama Manchester City. Namun, paceklik gol di awal 2026 membuat peluang Ballon d'Or-nya menurun saat City tersingkir dari Liga Champions.
Kabar baiknya, Norwegia lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1998, memberi Haaland kesempatan tampil di turnamen besar. Meski bukan favorit, Haaland bisa memanfaatkan panggung global untuk membuktikan kualitasnya.
7. Khvicha Kvaratskhelia (Paris Saint-Germain) ⬆️
Musim 2025-26: 21 gol, 10 assist. Menjuarai Trophee des Champions, UEFA Super Cup & FIFA Intercontinental Cup.
Jika penghargaan diberikan hanya berdasar performa di babak gugur Liga Champions, Khvicha Kvaratskhelia akan menang telak. Ia mencatat rekor mencetak atau memberi assist dalam tujuh laga knockout berturut-turut, membantu PSG menuju final lagi.
Sayangnya, kegagalan Georgia lolos ke Piala Dunia membatasi peluangnya naik ke podium Ballon d'Or, meskipun performanya tetap luar biasa.
6. Kylian Mbappe (Real Madrid) ⬆️
Musim 2025-26: 47 gol, sembilan assist.
Apakah ini tahun Kylian Mbappe akhirnya mengangkat Ballon d'Or? Sejak muncul bersama Monaco, ia diprediksi akan meraih penghargaan itu. Namun, di usia 27 tahun, ia masih menunggu momen tersebut.
Mbappe tampil luar biasa untuk Real Madrid musim ini, meski akhirnya mengalami cedera lutut dan gagal membawa trofi ke Bernabeu. Namun, performa terbaiknya biasanya muncul di Piala Dunia, sehingga peluangnya tetap terbuka lebar.
5. Michael Olise (Bayern Munich) ⬇️
Musim 2025-26: 22 gol, 32 assist. Menjuarai Bundesliga & DFL-Supercup.
Michael Olise menjawab keraguan setelah pindah dari Crystal Palace ke Bayern Munich. Ia tampil konsisten dengan kontribusi besar di Bundesliga dan Liga Champions, termasuk saat melawan Real Madrid di perempat final.
Penampilannya juga membuatnya menjadi starter reguler di timnas Prancis. Jika tampil gemilang di Piala Dunia, ia bisa memperkuat peluangnya di Ballon d'Or.
4. Declan Rice (Arsenal) ⬆️
Musim 2025-26: Enam gol, 13 assist.
Declan Rice kini menjadi salah satu gelandang terbaik dunia. Ia tampil dominan untuk Arsenal dalam perburuan gelar Liga Inggris dan Liga Champions. Kontribusinya dalam bertahan dan menyerang menjadikannya pemain kunci.
Bersama timnas Inggris asuhan Thomas Tuchel, Rice akan berperan besar dalam upaya mengakhiri penantian 60 tahun mereka untuk meraih trofi besar di Piala Dunia 2026.
3. Ousmane Dembele (Paris Saint-Germain) ⬆️
Musim 2025-26: 19 gol, 11 assist. Menjuarai Trophee des Champions, UEFA Super Cup & FIFA Intercontinental Cup.
Setelah cedera membatasi penampilannya di awal musim, Ousmane Dembele kembali ke performa terbaiknya dengan kontribusi penting di Liga Champions melawan Liverpool dan Bayern Munich.
PSG kini tinggal satu kemenangan lagi untuk mempertahankan gelar Liga Champions, dan Dembele akan menjadi bagian vital tim Prancis di Piala Dunia. Jika ia terus tampil konsisten, peluang mempertahankan Ballon d'Or tetap terbuka.
2. Lamine Yamal (Barcelona) ⬆️
Musim 2025-26: 25 gol, 20 assist. Menjuarai Supercopa de Espana.
Lamine Yamal, favorit utama untuk Ballon d'Or sejak awal musim, berpeluang menjadi pemain pertama di bawah usia 21 tahun yang memenangkan penghargaan ini. Performanya di Liga Champions musim lalu membuat banyak pihak menganggapnya sebagai talenta terbaik dunia.
Cedera memang mengganggu akhir musimnya, tetapi ia diperkirakan fit untuk tampil bersama Spanyol di Piala Dunia. Jika mampu bersinar di turnamen tersebut, Yamal bisa membawa pulang Ballon d'Or.
1. Harry Kane (Bayern Munich) ↔️
Musim 2025-26: 59 gol, tujuh assist. Menjuarai Bundesliga & DFL-Supercup.
Banyak yang dulu meragukan Harry Kane karena belum meraih trofi, tetapi kini, setelah sukses bersama Bayern Munich, ia bermain dengan tekad luar biasa untuk membuktikan dirinya layak mendapat pengakuan individu tertinggi.
Selain mencetak banyak gol, Kane juga menunjukkan kemampuan menyeluruh dalam permainan tim. Jika ia mampu mempertahankan performa ini hingga Piala Dunia, Inggris mungkin akhirnya bisa mengakhiri penantian panjang mereka untuk gelar besar, dan Kane bisa sekaligus mengamankan Ballon d'Or pertamanya.