Kabar Mengejutkan dari Australia Open 2026, Ganda Campuran Indonesia Mundur Berjamaah
Dwi Setiawan May 23, 2026 08:38 AM

TRIBUNNEWS.COM - Kabar mengejutkan datang dari panggung bulu tangkis nasional menjelang bergulirnya turnamen Australia Open 2026 pada 9-14 Juni mendatang.

Delegasi Indonesia di sektor ganda campuran yang semula telah mendaftarkan diri, secara kompak memutuskan untuk menarik diri dari turnamen berlevel Super 500 tersebut.

Keputusan mundur berjamaah ini memicu tanda tanya besar mengingat turnamen tersebut merupakan bagian penting dari kalender tur BWF di kawasan Asia dan Oseania.

Australia Open 2026 sendiri masuk ke dalam rangkaian tur musim panas yang sangat padat.

Rangkaian tur melelahkan ini dimulai dari Thailand Open, kemudian berlanjut ke Malaysia Masters, Singapore Open, Indonesia Open, dan puncaknya akan berakhir di Negeri Kanguru.

lihat foto
SUKSES REVANS - Pebulutangkis ganda campuran Indonesia Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil  sukses menaklukkan wakil Malaysia, Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie melalui rubber game di ajang Indonesia Masters 2026, Istora Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2026). Dok: PBSI

Berdasarkan jadwal resmi BWF, turnamen yang menyuguhkan hadiah menggiurkan ini bakal digulirkan pada 9 hingga 14 Juni 2026 mendatang di Sydney, Australia, tepat satu pekan setelah gelaran Indonesia Open 2026 rampung.

Jika menilik kembali catatan resmi pada laman BWF Corporate yang dirilis pada 28 April 2026 lalu, Indonesia sejatinya mengirimkan pasukan yang cukup gemuk untuk sektor ganda campuran.

Tercatat ada tujuh pasangan yang awalnya diproyeksikan untuk berburu gelar di Sydney.

Komposisi tersebut merupakan kombinasi dari penggawa Pelatnas Cipayung dan deretan pemain profesional non-pelatnas.

Baca juga: Daftar 18 Wakil Indonesia di Australia Open 2026: Tunggal Putri Nihil, 2 Juara Bertahan Siap Tampil

Ketujuh pasangan yang semula masuk daftar tunggu dan daftar utama tersebut adalah:

  1. Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja
  2. Jafar Hidayatullah/Felisha Albertine Pasaribu
  3. Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah
  4. Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil
  5. Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Wardana
  6. Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti
  7. Verrel Yustin Mulia/Aisyah Sativa Pranata

Namun, badai pengunduran diri secara mendadak melanda di tengah-tengah berlangsungnya turnamen Malaysia Masters 2026 pekan ini.

Nama-nama andalan Indonesia tersebut langsung masuk ke dalam daftar merah alias berstatus mundur atau withdrawn.

Berdasarkan pembaruan data terbaru pada kalender BWF untuk Australia Open 2026, armada ganda campuran Indonesia langsung terkikis habis dan hanya menyisakan satu delegasi saja yang bertahan.

lihat foto
UJI LAPANGAN - Momen ganda campuran Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja melakoni uji coba lapangan di Indonesia Open 2025 di Istora Senayan, Jakarta, Senin (3/6/2025). Karpet biru menjadi warna baru di Indonesia Open 2025.

Satu-satunya harapan Indonesia di sektor ini kini bertumpu pada pundak pasangan senior besutan PB Djarum, Rehan Naufal/Gloria Widjaja.

Anak didik Vita Marissa tersebut menjadi satu-satunya pasangan yang tidak menarik diri dan tetap berkomitmen untuk melanjutkan perjalanan bertanding hingga ke Sydney.

Sementara itu, gerbong pemain Pelatnas PBSI yang dipimpin oleh Jafar Hidayatullah/Felisha Albertine Pasaribu dipastikan batal terbang ke Australia.

Hingga saat ini, tak ada rilis resmi dari PBSI mengenai alasan spesifik di balik keputusan mundur berjamaah ini.

Berbagai spekulasi pun mulai bermunculan di kalangan pencinta bulu tangkis.

Jika dikaitkan dengan aspek performa, grafik permainan ganda campuran Indonesia memang terbilang belum memuaskan sejak awal tur Asia Tenggara di Thailand Open dan Malaysia Masters.

Penurunan performa atau evaluasi teknis disinyalir menjadi salah satu pemicunya.

Kendati demikian, argumen mengenai evaluasi performa dinilai kurang kuat.

Pasalnya, sebelum Australia Open dimulai, para pebulu tangkis masih harus melewati dua ujian berat di turnamen papan atas, yakni Singapore Open (Super 750) dan Indonesia Open (Super 1000).

Oleh karena itu, alasan yang paling masuk akal di balik keputusan penarikan diri ini adalah murni strategi fisik dan manajemen kebugaran pemain.

Tim kepelatihan tampaknya sengaja menerapkan siasat untuk mengistirahatkan para pemain pelapis dan pemain muda agar terhindar dari risiko cedera.

(Tribunnews.com/Niken)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.