TRIBUNMANADO.CO.ID- Banyak tokoh dalam Alkitab yang bisa bisa kita teladani dalam menjalani kehidupan.
Tentu Yesus Kristus adalah Tokoh utamanya.
Berikut renungan harian Kristen berjudul belajar dari Yudas Iskariot.
Baca juga: Renungan Pagi Markus 14:3-9 dan Yohanes 12:1-8, Minyak Narwastu
Ditulis oleh Zandy Keliduan dalam moment of inspiration LPMI.
Firman Tuhan dalam Markus 14:1-2; Yohanes 13:1-30.
Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia. (Yoh 13:2)
Kebanyakan orang mengenal Yudas hanyalah seorang rasul pengkhianat yang menyerahkan Yesus dengan 30 keping uang perak dan seakan-akan karena penghianatannya membuat Yesus ditangkap.
Padahal tanpa Yudas pun Yesus sudah pasti akan ditangkap dengan sangat mudah.
30 keping perak adalah upah 120 hari kerja (kira-kira 27 juta saat ini).
Jumlah yang tidak besar, namun ia rela mengkhianati Yesus demi uang itu.
Ia dipercayakan sebagai bendahara tim Yesus, namun sering mencuri uang yang dipercayakan kepadanya (Yoh 12:6).
Ia terlihat peduli terhadap orang miskin, namun sebenarnya hanyalah trik untuk menambah isi kantongnya sendiri.
Ia menjadi serakah, tamak, pencuri dan penipu.
Ia mengenal Yesus, namun hanya sebagai Rabi, bukan Tuhan (Mat 26:25).
Alibi ini semakin diperkuat ketika ia membuka diri untuk iblis daripada mendengarkan Yesus (Lukas 22:3) dan lebih memilih bunuh diri daripada kembali kepada Allah.
Pasti Anda bertanya, mengapa Yesus memilih Yudas menjadi rasul kalau di kemudian hari dia akan menghianatiNya?
Sebenarnya Yesus memberi kesempatan agar ia mengenal diriNya, menerima firman yang disampaikan dan bertobat dari dosa-dosanya.
Namun ia mengeraskan hati dan menjadi cinta akan uang, penipu, dan pencuri. Ia menyesali perbuatannya, namun tidak datang kepada Allah untuk mengaku dosa dan mohon pengampunan.
Beda dengan rasul Petrus, meskipun tiga kali menyangkal Yesus, Ia kembali dan menerima kasih dan pengampunan Allah.
Warning yang keras bagi para pengikut Yesus, hamba-hamba Tuhan, pelayanan-pelayanan yang dekat dengan uang dan kekuasaan.
Motivasi awal Anda bisa saja baik dan tulus, namun di tengah jalan tidak menutup kemungkinan terjadi perubahan hati, motivasi dan tujuan karena tidak dijaga dengan baik sehingga melenceng dari iman dan kebenaran.
Anda menjadi sasaran empuk iblis dan setan-setan untuk digoda dan jatuh.
Inspirasi: Bagaimana kesungguhan hati Anda mengikuti dan melayani Yesus?
adakah sikap seperti Yudas sudah mulai terlihat dalam diri Anda?
Segeralah bertobat dan kembali kepada Kristus jika anda menemukannya.