TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Seorang pria lanjut usia (lansia), Soman Hinelo ditemukan meninggal dunia di kawasan Danau Limboto pada pagi hari, Sabtu (23/5/2026).
Pria berusia 80-an tahun itu adalah warga Desa Hutadaa, Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo.
Ia ditemukan dalam kondisi terapung di perairan danau sekitar pukul 06.30 Wita.
Kabar penemuan mayat itu dengan cepat menyebar ke warga sekitar hingga pihak keluarga langsung mendatangi lokasi kejadian.
Baca juga: Update Harga Tiket dan Sewa Alat di Objek Wisata Hiu Paus Botubarani Gorontalo Sabtu 23 Mei 2026
Anak pertama korban, Yusuf Hinelo, mengaku mendapat informasi soal meninggalnya sang ayah ketika dirinya sedang bersiap pergi bekerja.
"Saya dapat informasi kalau ayah saya meninggal di Danau Limboto sekitar pukul 06.30 Wita. Saat itu saya mau berangkat kerja," ujar Yusuf.
Saat ditemukan, korban disebut sudah tidak bernyawa dan mengapung di area danau.
Keluarga mengaku sangat terkejut karena sebelumnya korban masih sempat beraktivitas seperti biasa.
Menurut Yusuf, ayahnya dikenal masih aktif meskipun usianya sudah lanjut.
Korban bahkan masih rutin pergi ke kebun seorang diri menggunakan sepeda.
"Ayah saya itu masih sering ke kebun dan naik sepeda sendiri," katanya.
Ia menjelaskan, korban memiliki kebiasaan pergi ke kebun yang berada di sekitar Danau Limboto ketika sulit tidur pada malam hari.
Kebiasaan tersebut disebut sudah berlangsung cukup lama.
"Ayah saya kalau tidak bisa tidur biasanya pergi ke kebun dekat danau," ungkapnya.
Pihak keluarga menduga korban terpeleset saat melintas di jalur menuju kawasan danau.
Menurut Yusuf, akses menuju kebun di sekitar danau memang cukup menurun dan licin.
Ia memperkirakan ayahnya kemungkinan hendak buang air besar sebelum akhirnya jatuh ke area danau.
"Kemungkinan beliau terpeleset karena jalannya memang licin dan menurun," jelasnya.
Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban ternyata sempat mendatangi rumah temannya di sekitar danau pada pukul 01.30 dini hari.
Saat itu korban masih berbincang seperti biasanya sebelum akhirnya tak terlihat lagi hingga ditemukan meninggal pagi harinya.
"Beliau sempat pergi ke rumah temannya sekitar jam setengah dua dini hari. Setelah itu sudah tidak ada yang lihat sampai ditemukan pagi hari," terangnya.
Yusuf menyebut sang ayah tidak memiliki riwayat penyakit serius.
Namun dalam beberapa waktu terakhir, korban memang sering mengeluhkan sakit kepala atau pusing.
"Kalau sakit berat tidak ada, cuma memang sering bilang pusing, jadi mungkin saat mau buang air beliau pusing ditambah jalan licin jadi terpeleset," ujarnya.
Ia juga mengatakan ayahnya terkadang meminta dijemput saat merasa tubuhnya lemah.
Meski begitu, korban lebih sering memilih pergi sendiri ke kebun menggunakan sepeda.
"Kalau pusing kadang telepon saya untuk jemput, tapi biasanya beliau masih kuat," katanya.
Di mata keluarga dan warga sekitar, Soman Hinelo dikenal sebagai sosok pendiam namun cukup akrab dengan lingkungan sekitar.
Korban juga disebut gemar berbincang dengan teman-temannya di kebun maupun sekitar danau.
"Ayah saya memang pendiam tapi suka cerita dengan teman-temannya," tuturnya.
Kepergian korban secara mendadak membuat keluarga sangat terpukul.
Korban diketahui meninggalkan empat orang anak yang seluruhnya telah berkeluarga.
Sementara itu, warga yang pertama kali menemukan korban langsung melaporkan kejadian tersebut kepada keluarga.
Tidak lama kemudian, aparat kepolisian tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal dan pendataan.
Namun pihak keluarga memutuskan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak melanjutkan pemeriksaan lebih lanjut.
Usai proses evakuasi selesai, jenazah korban dibawa ke rumah duka di Desa Hutadaa.
Korban kemudian dimakamkan di pekuburan umum Desa Lawonu sekitar pukul 13.00 Wita.
"Sudah dimakamkan siang tadi sekitar jam satu," kata Yusuf.
Pantauan di rumah duka menunjukkan suasana dipenuhi keluarga dan warga yang datang melayat.
Kursi-kursi duka tampak tersusun di halaman rumah, sementara sebuah terpal merah terpasang di samping rumah usai proses pemakaman.
Tangis keluarga sempat pecah sebelum suasana perlahan mulai tenang memasuki sore hari.
Meski demikian, pihak keluarga masih terlihat larut dalam kesedihan atas kepergian Soman Hinelo. (*)