BANGKAPOS.COM--Manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang dianugerahi beragam perasaan dan emosi.
Di antara emosi tersebut, marah menjadi salah satu yang paling sering muncul dalam kehidupan sehari-hari.
Marah dapat timbul karena tekanan pekerjaan, masalah keluarga, konflik sosial, hingga persoalan sepele yang memicu emosi tidak terkendali.
Sayangnya, ketika seseorang berada di bawah pengaruh amarah, ia kerap kehilangan kendali atas pikiran dan sikapnya.
Akibatnya, perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain bisa terjadi.
Islam memandang marah sebagai fitrah manusia, namun jika tidak dikendalikan, amarah dapat menjadi pintu masuk bisikan setan.
Oleh karena itu, Allah SWT tidak menyukai hamba-Nya yang mudah terpancing emosi dan menjadikan amarah sebagai kebiasaan.
Rasulullah SAW menegaskan pentingnya menahan marah sebagai salah satu ciri orang yang kuat secara iman dan akhlak.
Sebagai bentuk kasih sayang kepada umat-Nya, Rasulullah SAW mengajarkan doa khusus yang dapat diamalkan ketika seseorang sedang dilanda amarah.
Doa ini menjadi penyejuk hati sekaligus pengingat agar kembali bersandar kepada Allah SWT:
Doa Arab:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي ، وَأَذْهِبْ غَيْظَ قَلْبِي ، وَأَجِرْنِي مِنَ الشَّيْطَانِ
Latin:
Allâhummaghfirlî dzanbî, wa adzhib ghaizha qalbî, wa ajirnî minas syaithâni.
Artinya:
“Tuhanku, ampunilah dosaku, redakanlah amarah dalam hatiku, dan lindungilah aku dari pengaruh setan.”
Doa ini bukan sekadar bacaan, melainkan bentuk pengakuan bahwa manusia lemah dan membutuhkan pertolongan Allah untuk menenangkan jiwa serta menjauhkan diri dari godaan setan.
Selain doa tersebut, Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk segera membaca ta’awudz saat marah sebagai perlindungan diri dari bisikan setan:
Doa Arab:
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
Latin:
A‘ûdzubillâhi minasy syaithânir rajîm
Artinya:
“Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.”
Setelah membaca ta’awudz, Rasulullah SAW menganjurkan untuk mengambil wudhu. Air wudhu diyakini mampu meredakan panasnya emosi dan membawa ketenangan.
Bahkan, beliau juga menekankan agar orang yang marah mengubah posisi tubuh, misalnya dari berdiri menjadi duduk, atau dari duduk menjadi berbaring, agar amarah lebih mudah diredam.
Selain doa dan ta’awudz, Rasulullah SAW menganjurkan membaca Surah Al-Falaq sebagai salah satu bentuk perlindungan diri dari kejahatan, termasuk emosi negatif yang berlebihan.
Surah ini merupakan surah Makkiyah yang terdiri dari 5 ayat dan memiliki banyak keutamaan.
Bacaan Surah Al-Falaq Arab dan Latin:
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ
Qul a‘ûdzu birabbil-falaq
مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ
Min syarri mâ khalaq
وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ
Wa min syarri ghâsiqin idzâ waqab
وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِۙ
Wa min syarrin-naffâthâti fil-‘uqad
وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ
Wa min syarri hâsidin idzâ hasad
Artinya:
“Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.’”
Para ulama menjelaskan bahwa Surah Al-Falaq sangat dianjurkan dibaca pada beberapa waktu tertentu agar perlindungan Allah semakin sempurna, antara lain:
Marah memang tidak bisa dihilangkan sepenuhnya dari kehidupan manusia.
Namun, Islam mengajarkan bahwa marah harus dikendalikan dengan kesabaran, doa, dan kedekatan kepada Allah SWT.
Dengan menjadikan doa sebagai kebiasaan, seorang muslim akan lebih mudah menenangkan diri, berpikir jernih, dan terhindar dari keputusan yang merugikan.
Mengendalikan amarah bukan hanya tentang menjaga hubungan sosial, tetapi juga merupakan bagian dari upaya memperbaiki kualitas iman.
Dengan memperbanyak istighfar, membaca ta’awudz, berwudhu, serta mengamalkan Surah Al-Falaq, hati menjadi lebih lapang dan kehidupan terasa lebih damai.
Pada akhirnya, marah bukanlah tanda kelemahan, melainkan ujian bagi setiap manusia.
Barang siapa mampu menahannya dan menggantinya dengan doa serta kesabaran, maka ia telah memenangkan pertempuran terbesarnya, yaitu melawan hawa nafsu dan godaan setan.(*)
(Bangkapos.com/Zulkodri)