10 Doa Mustajab saat Wukuf di Arafah agar Haji Mabrur dan Penuh Berkah
Yurika NendriNovianingsih May 23, 2026 08:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Wukuf di Arafah merupakan puncak ibadah haji yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, yang dimulai sejak tergelincirnya matahari (masuk waktu Zuhur) hingga terbit fajar pada 10 Dzulhijjah.

Pada momen istimewa ini, jutaan jemaah haji berkumpul di Padang Arafah untuk memperbanyak doa, dzikir, istighfar, dan memohon ampun kepada Allah SWT.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menyebut bahwa sebaik-baik doa adalah doa yang dipanjatkan pada hari Arafah.

Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah.” (HR. at-Tirmidzi)

Karena itu, umat Islam dianjurkan memanfaatkan waktu wukuf dengan memperbanyak doa-doa mustajab penuh harap dan keikhlasan kepada Allah SWT.

Mengutip laman BPKH dan buku Manasik Haji dan Umrah 2026 oleh Kementerian Haji dan Umrah, jemaah haji dapat membaca doa-doa berikut ketika wukuf di Arafah.

1. Tahlil

(100 x) لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa ‘alā kulli syai`in qadīr.

Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah satu-satunya, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah kerajaan dan milik-Nya lah segala pujian, yang menghidupkan dan mematikan. Di tangan-Nya segala kebaikan dan Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu (dibaca 100 х)."

Baca juga: Doa Agar Ibadah Haji Lancar dan Dijauhkan dari Gangguan

2. Istighfar 

(100 x) أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullāhal-ladzī lā ilāha illā huwal-ḥayyul-qayyūmu wa atūbu ilaih.

Artinya: "Aku memohon ampun pada Allah Yang Maha Agung, tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup dan yang mengatur segala makhlukNya dan kepada-Nya aku bertaubat. (dibacа 100 х)."

3. Takbir

(3 x) اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Allāhu akbar Allāhu akbar Allāhu akbar, lā ilāha illallāh, wallāhu akbar Allāhu akbar wa lillāhil-ḥamd.

Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan hanya milik Allah segala pujian (dibaса 3 х)."

4. Salawat Nabi (Dibaca 100 kali)

(100 x) اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ وَعَلَيْنَا مَعَهُمْ

Allāhumma ṣalli ‘alā sayyidinā Muḥammadin kamā ṣallaita ‘alā sayyidinā Ibrāhīma wa ‘alā āli sayyidinā Ibrāhīma innaka ḥamīdun majīd, wa ‘alainā ma‘ahum.

Artinya: "Ya Allah, sampaikan selamat sejahtera kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW sebagaimana Engkau telah memberikan salam sejahtera kepada Nabi Ibrahim beserta keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha
Agung dan semoga kami bersama mereka. (dibaca 100х)."

5. Talbiyah

 لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ

Labbaika Allāhumma labbaik, labbaika lā syarīka laka labbaik, innal-ḥamda wan-ni‘mata laka wal-mulk, lā syarīka lak.

Artinya: "Aku sambut panggilan-Mu ya Allah, aku sambut panggilanMu, aku sambut panggilan-Mu tidak ada sekutu bagi-Mu, aku sambut panggilan-Mu. Segala puji, kemuliaan, dan segeпар kekuasaan adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu."

6. Hauqalah dan Syahadat

 لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ، أَشْهَدُ أَنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا

Lā ḥaula wa lā quwwata illā billāhil-‘aliyyil-‘aẓīm, asyhadu annallāha ‘alā kulli syaiin qadīr, wa annallāha qad aḥāṭa bikulli syaiin ‘ilmā.

Artinya: "Tiada daya (untuk memperoleh manfaat) dan tiada kekuatan (untuk menolak bahaya), kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung. Aku bersaksi sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu dan sesungguhnya ilmu Allah meliputi segala sesuatu."

7. Doa Mohon Ampunan atas Segala Dosa

اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيْرًا كَبِيْرًا وَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Allāhumma innī zhalamtu nafsī zhulman katsīran kabīran, wa innahū lā yaghfirud dzunūba illā anta, faghfir lī maghfiratan min 'indik, warhamnī innaka antal ghafūrur rahīm.

Artinya: "Ya Allah, sungguh aku menganiaya diriku dengan penganiayaan yang banyak dan besar. Tiada yang mengampuni dosa selain Kau. Oleh karena itu, ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu. Kasihanilah aku, sungguh Kau maha pengampun lagi penyayang."

8. Doa agar Dimudahkan Meninggalkan Maksiat

اللَّهُمَّ انْقُلْنِي مِنْ ذُلِّ الْمَعْصِيَةِ إلَى عِزِّ الطَّاعَةِ وَاكْفِنِي بِحَلَالِك عَنْ حَرَامِك وَأَغْنِنِي بِفَضْلِك عَمَّنْ سِوَاكَ وَنَوِّرْ قَلْبِي وَقَبْرِي وَأَعِذْنِي مِنْ الشَّرِّ كُلِّهِ، وَاجْمَعْ لِي الْخَيْرَ إنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى

Allāhummanqulnī min dzullil ma'shiyati ilā 'izzit thā'ah, wakfinī bi halālika 'an harāmik, wa aghninī bi fadhlika 'an man siwāk. Wa nawwir qalbī wa qabrī. Wa a'idznī minas syarri kullih. Wajma' liyal khayr. Innī as'alukal hudā wat tuqā, wal 'afāfa, wal ghinā.

Artinya: "Ya Allah, pindahkan aku dari rendahnya kemaksiatan ke kemuliaan taat. Cukupilah aku dengan halal-Mu dari barang haram-Mu. Genapilah diriku dengan kemurahan-Mu dari zat selain diri-Mu. Terangilah hati dan kuburku. Lindungilah aku dari segala bentuk kejahatan. Kumpulkanlah segala kebaikan pada diriku. Aku memohon kepada-Mu petunjuk, takwa, kecukupan, dan kekayaan."

9. Doa Mohon Kebaikan di Dunia dan di Akhirat

اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Allāhumma rabbanā ātinā fid duniya hasanah, wa fil ākhirati hasanah, wa qinā 'adzāban nār.

Artinya: "Ya Allah, Tuhan kami, berikanlah kebaikan kepada kami di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungilah kami dari siksa neraka."

10. Doa Wukuf di Arafah

 اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِوَجْهِكَ الْكَرِيمِ وَجُودِكَ الْقَدِيمِ وَبِاسْمِكَ الْأَعْظَمِ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَأَنْ تَغْفِرَ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَأَوْلَادِنَا وَإِخْوَانِنَا وَأَقْرِبَائِنَا وَمَشَايِخِنَا وَأَصْحَابِنَا وَأَزْوَاجِنَا وَأَصْدِقَائِنَا وَلِمَنْ أَوْصَانَا بِالدُّعَاءِ وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا وَلِمَنْ ظَلَمْنَاهُ أَوْ أَسَأْنَا إِلَيْهِ، وَلِجَمِيعِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، وَأَنْ تَرْزُقَنَا وَإِيَّاهُمْ خَيْرَيِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَأَنْ تَحْفَظَنَا وَإِيَّاهُمْ مِنْ جَمِيعِ بَلَاءِ الدُّنْيَا وَأَهْوَالِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَأَنْ تَرْزُقَنَا الْعُلُومَ النَّافِعَةَ وَالْأَعْمَالَ الصَّالِحَةَ، وَأَنْ تَعْصِمَنَا مِنْ جَمِيعِ الْمَعَاصِي الظَّاهِرَةِ وَالْبَاطِنَةِ، وَأَنْ تُسَهِّلَ لَنَا رِزْقًا حَلَالًا وَاسِعًا، وَأَنْ تَكْفِيَنَا شَرَّ الْأَشْرَارِ مِنَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ وَالدَّوَابِّ وَغَيْرِهَا، وَأَنْ تَخْتِمَ لَنَا وَلَهُمْ بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ، آمِينَ. وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

Artinya: "Ya Allah, aku mohon, demi ZatMu Yang Maha Mulia dan demi kemurahan-Mu serta demi namaMu Yang Maha Agung,  limpahkanlah rahmat-Mu kepada junjungan kami Muhammad SAW. Ampunilah kami, ayah bunda kami, anak-anak kami, saudara-saudara kami, kaum kerabat kami, guru-guru kami, sahabat-sahabat kami, pasangan kami, teman-teman kami, dan orang-orang yang berpesan untuk didoakan dan semua orang yang berbuat baik kepada kami, dan yang mempunyai hak atas kami, orang-orang yang pernah kami zalimi atau pun yang pernah kami berbuat jahat kepadanya, semua orang-orang Muslim dan Muslimat yang masih hidup dan yang sudah meninggal. Dan berilah kami rezeki, juga mereka, dengan kebaikan dunia dan akhirat, peliharalah kami dan mereka dari segala macam mala petaka dunia dan bencana pada hari kiamat. Berilah kami ilmu yang bermanfaat, amal perbuatan yang baik, lindungilah kami dari semua perbuatan maksiat yang nyata dan tersembunyi, mudahkanlah kepada kami rezeki yang halal yang melimpah, lindungilah kami dari segala kejahatan manusia, jin, binatang, dan lainnya, dan akhirilah hidup kami dan mereka dengan husnul khātimah. Amin. Semoga salawat dan salam tercurah kepada Nabi Muhammad AW, keluarga dan para sahabatnya."

Adab Berdoa saat Wukuf di Arafah

Saat wukuf di Arafah, jemaah haji dianjurkan menjaga adab ketika berdoa agar doa dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan dan harapan kepada Allah SWT.

Jemaah sebaiknya memperbanyak istighfar, dzikir, tahlil, takbir, serta salawat kepada Nabi Muhammad SAW sebelum memulai doa.

Selain itu, jemaah dianjurkan menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, dan berdoa dengan suara lembut serta hati yang tulus dan penuh keyakinan bahwa Allah SWT akan mengabulkan doa-doanya.

Selama wukuf, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak taubat dan menghindari perkataan sia-sia, pertengkaran, maupun perbuatan yang dapat mengurangi pahala ibadah haji.

Momen di Padang Arafah sebaiknya dimanfaatkan untuk memohon ampunan, keselamatan, kesehatan, rezeki halal, serta kebaikan dunia dan akhirat.

Tidak hanya mendoakan diri sendiri, jemaah juga dianjurkan mendoakan kedua orang tua, keluarga, sahabat, dan seluruh umat Islam agar mendapatkan rahmat dan keberkahan dari Allah SWT.

Keutamaan Wukuf di Arafah

Wukuf di Arafah merupakan rukun haji yang paling utama dan menjadi puncak dari seluruh rangkaian ibadah haji.

Bahkan, Rasulullah SAW bersabda, “Haji itu adalah Arafah,” yang menunjukkan bahwa wukuf memiliki kedudukan sangat penting dalam ibadah haji.

Pada tanggal 9 Dzulhijjah, jutaan jemaah haji berkumpul di Padang Arafah untuk berdoa, berzikir, membaca talbiyah, dan memohon ampun kepada Allah SWT dengan penuh kerendahan hati.

Hari Arafah juga dikenal sebagai salah satu hari paling mulia dalam Islam karena pada hari tersebut Allah SWT membukakan pintu rahmat dan ampunan seluas-luasnya bagi hamba-Nya.

Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa tidak ada hari ketika Allah lebih banyak membebaskan hamba dari api neraka selain Hari Arafah.

Karena itu, wukuf menjadi momen istimewa bagi jemaah haji untuk memperbanyak doa dan taubat dengan harapan memperoleh ampunan dosa serta haji yang mabrur.

Selain itu, wukuf di Arafah mengajarkan nilai kesederhanaan, persaudaraan, dan persamaan derajat di hadapan Allah SWT.

Seluruh jemaah mengenakan pakaian ihram yang sederhana tanpa membedakan status sosial, jabatan, maupun kekayaan.

Momen ini menjadi pengingat bahwa seluruh manusia sama di sisi Allah dan hanya ketakwaan yang membedakan derajat seseorang.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.