Alasan Bos Intelijen AS Tinggalkan Jabatan seusai Cekcok dengan Trump soal Program Nuklir Iran
Ardrianto SatrioUtomo May 23, 2026 08:42 PM

Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat, Tulsi Gabbard resmi mengundurkan diri dari jabatannya. 

Sebelum pengumuman itu muncul, Gabbard sebelumnya sempat berselisih pandangan dengan Presiden Donald Trump soal ancaman nuklir Iran dan keterlibatan militer Amerika Serikat dalam konflik tersebut.

Dalam surat resminya, Gabbard mengungkapkan alasan ia mengundurkan diri dari jabatan tersebut. 

Ia beralasan, mundur dari jabatan demi untuk mendampingi sang suami, Abraham Williams. 

Diketahui, sang suami tengah berjuang melawan kanker tulang langka.

Hal itu terungkap dalam surat yang diunggahnya melalui X pada Sabtu (23/5).

Dilaporkan, pengunduran diri tersebut berlaku efektif mulai 30 Juni. 

Posisi sementara Direktur Intelijen Nasional AS, nantinya akan diisi Wakil Direktur Utama Intelijen Nasional, Aaron Lukas.

Namun di tengah pengumuman tersebut, muncul rumor bahwa Gabbard dipaksa mundur oleh Gedung Putih.

Rumor itu mencuat karena selama menjabat, Gabbard diketahui beberapa kali berbeda pandangan dengan Trump terkait perang Iran dan isu ancaman nuklir Teheran.

Sebelumnya, Presiden Trump pada Maret lalu sempat menyebut Gabbard lebih lunak dibanding dirinya dalam membatasi ambisi nuklir Iran.

Lalu pada bulan April, sejumlah sumber mengatakan ke Reuters bahwa Gabbard berpotensi kehilangan posisinya dalam perombakan kabinet yang lebih luas.

Seorang pejabat senior Gedung Putih juga dilaporkan mengungkapkan bahwa Trump sempat menunjukkan ketidakpuasan terhadap Gabbard dalam beberapa bulan terakhir.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.