TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG — Tim Laskar Sambernyawa, Persis Solo, dipastikan resmi terlempar dari kasta tertinggi dan harus mengalami nasib pahit Persis Solo degradasi ke kompetisi Pegadaian Championship musim 2026/2027.
Kepastian runtuhnya pertahanan Persis di kasta tertinggi ini terjadi pada pekan pamungkas kompetisi Superleague, Sabtu (23/5/2026) sore.
Asa Persis Solo untuk bertahan sebenarnya sempat menyala setelah mereka sukses mencuri kemenangan dengan skor meyakinkan 1-3 atas Persita Tangerang di Banten International Stadium.
Namun, kemenangan tersebut menjadi tidak berarti karena nasib Laskar Sambernyawa juga sangat bergantung pada hasil pertandingan kompetitor utamanya, Madura United.
Di klasemen akhir Superleague, Persis Solo tertahan di peringkat ke-16 dengan raihan total 34 poin. Dengan hasil ini, Persis Solo resmi menyusul dua tim lainnya yang sudah lebih dulu dipastikan turun kasta, yaitu PSBS Biak dan Semen Padang.
Skenario Penyelamatan Gagal Akibat Kemenangan Madura United
Sebelum laga pamungkas dimulai, skenario menyelamatkan diri dari zona merah mewajibkan Persis Solo meraih poin penuh sembari berharap Madura United menelan kekalahan.
Baca juga: Arsiteki Skuad Mahesa Jenar, Widodo C. Putro Usung Filosofi Sepak Bola Menyerang untuk PSIS Semarang
Sayangnya, Madura United yang bermain di hadapan pendukungnya sendiri pada Sabtu sore justru berhasil mengamankan kemenangan bersih 2-0 atas tamunya, PSM Makassar.
Tambahan tiga poin tersebut membuat Madura United melesat ke urutan 14 klasemen akhir sekaligus mengunci posisi aman untuk tetap berkompetisi di kasta tertinggi musim depan. Sementara bagi Persis Solo, hasil ini menjadi pukulan telak yang mengakhiri perjalanan mereka di kasta tertinggi sepak bola nasional musim ini.
Panaskan Pegadaian Championship dan Kebangkitan Derby Jateng
Turunnya Persis Solo ke kasta kedua diprediksi akan membuat peta persaingan Pegadaian Championship 2026/2027 menjadi jauh lebih menarik dan kompetitif.
Berdasarkan regulasi pembagian wilayah, Laskar Sambernyawa kemungkinan besar akan berada di dalam satu grup yang sama dengan rival abadinya, PSIS Semarang.
Pertemuan musuh bebuyutan ini dipastikan menjadi sajian paling dinantikan oleh pencinta sepak bola nasional. Bentrokan bertajuk Derby Jateng antara PSIS kontra Persis selama ini dikenal memiliki tensi rivalitas yang sangat tinggi serta sarat akan gengsi pertaruhan nama baik daerah.
Baca juga: Kecelakaan Lagi, Kali Ini Truk Rem Blong Seret Sejumlah Kendaraan di Jalan Raya Purwoyoso Ngaliyan
Di sisi lain, PSIS Semarang sendiri saat ini sudah mulai bergerak cepat menyusun komposisi tim terbaik demi merebut tiket promosi kembali ke Superleague.
Langkah agresif manajemen Mahesa Jenar diawali dengan menunjuk juru taktik berpengalaman, Widodo C. Putro, sebagai kepala pelatih teranyar mereka.
Sesuai rilis resmi dari operator liga, kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027 sendiri dijadwalkan akan mulai bergulir serentak pada 18 September mendatang. Duel panas tensi tinggi jilid baru di Jawa Tengah dipastikan akan menjadi magnet utama kompetisi kasta kedua tersebut. (arl)