Akses Darurat Sumanding-Tempur di Lereng Gunung Muria Terbuka, Jalur Baru Kepras Enam Titik Bukit 
rival al manaf May 24, 2026 07:10 AM

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Jalan setapak penghubung Dukuh Sumanding, Desa Sumanding Kecamatan Kembang menuju Dukuh Duplak, Desa Tempur Kecamatan Keling di Kabupaten Jepara yang dulunya hanya bisa dilalui langkah kaki, kini sudah bisa diakses sepeda motor.

Penantian panjang warga dua desa tersebut sudah berlangsung puluhan tahun, namun tak kunjung terealisasi.

Setiap tahun masyarakat Sumanding dan Tempur menantikan program pembukaan jalur darurat yang sempat diwacanakan, bisa terealisasi.

Penantian tersebut selalu pupus dengan harapan semu, sekalipun pemangku kebijakan tertinggi Kabupaten Jepara silih berganti.

Setelah harapan itu menggantung cukup lama, secercah penantian masyarakat akan terbukanya jalur darurat Sumanding-Duplak muncul kembali seiring terjadinya longsor besar yang memutus akses utama menuju Desa Tempur di Jalan Damarwulan-Tempur awal 2026.

Bencana tersebut memaksa Pemerintah Kabupaten Jepara menyalakan alarm siaga satu untuk Desa Tempur.

Saat itu, lebih dari sepekan masyarakat Tempur terisolasi di lereng pegunungan Muria. 

Infrastruktur di jalur utama menuju Desa Tempur rusak. Jalan putus, jembatan tersapu material banjir bandang, bahkan sebagian rumah warga tertimbun material longsor.

Alat berat tak mampu menjangkau permukiman warga berhari-hari, terhenti pada setiap titik longsoran yang menutup jalan.

Bahkan bencana tersebut menghilangkan sebagian badan jalan tersapu banjir bandang. 

Kondisi tersebut memacu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia turun langsung ke Kabupaten Jepara.

Membawa harapan baru bagi masyarakat Tempur, juga masyarakat Desa Sumanding.

Dari bencana, angan-angan jalur darurat yang sudah diidam-idamkan masyarakat Sumanding dan Tempur perlahan terealisasi.

Akses izin pemanfaatan lahan Perhutani diberikan, anggaran pembukaan dan pelebaran jalur darurat pun dikucurkan, demi terwujudnya satu jalur alternatif masyarakat.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto mengatakan, survei jalur darurat Sumanding-Duplak dimulai pada 3 Februari 2026.

Terdeteksi panjang jalur darurat tersebut mencapai 6 kilometer, dengan panjang 1 kilometer di antaranya kini sudah terbuka, menyisakan 5 kilometer yang menjadi PR pemerintah daerah.

Kata dia, penggalian pertama upaya pembukaan jalur darurat dimulai pada 7 Februari 2026. Satu alat berat diterjunkan membuka jalur dari sisi atas Duplak, Desa Tempur.

Satu alat berat lagi disusulkan untuk membuka jalur dari bawah Desa Sumanding. Jalur darurat sepanjang 6 kilometer tersebut terbuka seluruhnya pada 16 Mei 2026.

Membutuhkan waktu 99 hari menggali bukit hingga terbuka jalur darurat dengan panjang 6 kilometer dan lebar 6-8 meter.

Upaya pembukaan jalur juga mengharuskan petugas mengepras enam titik bukit dengan ketinggian hingga 50 meter. Saat ini, jalur darurat Sumanding-Duplak sudah terbuka dan bisa dilalui masyarakat menggunakan sepeda motor.

BPBD masih meneruskan tugas pembukaan jalur darurat hingga akhir Mei.

Selanjutnya tugas penataan dan pengerasan badan jalan dipasrahkan ke Dinas PUPR mulai APBD Perubahan 2026. Seperti betonisasi atau pengaspalan, pembangunan talut dan saluran irigasi, hingga finishing tebing yang dikepras.

"Untuk anggaran APBD Perubahan, awal dianggarkan Rp 500 juta di PUPR. Nanti ada juga MoU dengan Perhutani. Sementara kondisi jalan baru bisa dilalui sepeda motor, untuk mobil masih perlu penataan lagi di titik-titik curam," tutur dia. (Saiful Ma'sum)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.