Malaysia Masters 2026 - Bikin Herry IP Geregetan, Arif/Yap Ungkap Penyebab Gagal ke Final
Nungki Nugroho May 24, 2026 07:33 AM

TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE BWFTV
Momen Herry Iman Pierngadi memberikan arahan dengan serius kepada Junaidi Arif pada semifinal Malaysia Masters 2026.

JUARA.NET - Murid Herry Iman Pierngadi (Herry IP), Junaidi Arif/Roy King Yap, mengungkap penyebab kekalahan dari pasangan Denmark di semifinal Malaysia Masters 2026.

Arif/Yap telah gagal mewujudkan all Malaysian final di turnamen BWF Super 500 tersebut.

Pasangan ranking 16 BWF itu terhenti di semifinal oleh ganda putra Denmark, Daniel Lundgaard/Mads Vestergaard.

Junaidi Arif dan Roy King Yap kalah dua gim langsung, 19-21, 17-21, di Axiata Arena, Kuala Lumpur, pada Sabtu (23/5/2026).

Padahal Arif/Yap sebenarnya punya kesempatan untuk menyuguhkan all Indonesian final melawan Goh Sze Fei/Nur Izzuddin yang lebih dulu lolos.

Bukan hanya itu, kemenangan Arif/Yap juga menjaga Marwah Herry IP sebagai pelatih pelatnas ganda putra Malaysia.

Pasalnya, Aaron Chia/Sih Wooi Yuk yang menjadi andalan utama Herry IP juga gagal ke final karena dikalahkan Goh/Izzuddin.

Arif pun menyampaikan permohonan maaf karena gagal meraih kemenangan di depan pendukung Malaysia.

"Pertama-tama, saya minta maaf kepada semua pendukung karena kami tidak bisa memenangkan pertandingan ini," kata Arif dikutip Juara.net dari New Straits Times.

"Kami sangat ingin menang, tetapi lawan kami bermain lebih baik dari kami," ucapnya menambahkan.

Sepanjang pertandingan, Arif/Yap terus mendapat petuah dari pelatih asal Indonesia, Herry IP.

Bahkan pelatih berjuluk Naga Api itu sempat menepuk pipi dan bahu Arif seolah geregetan dengan permainan anak asuhnya.

Momen Herry IP menepuk pipi Junai Arif pada semifinal Malaysia Masters 2026.
TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE BWF TV
Momen Herry IP menepuk pipi Junai Arif pada semifinal Malaysia Masters 2026.

Wajar saja, Arif/Yap lebih banyak ditekan oleh duo Denmark sepanjang permainan.

Setelah melalui diskusi, mereka sepakat bahwa penyebab kekalahan ini terkait energi alias stamina.

Permainan Arif/Yap kalah agresif dibanding Lundgaard dan Vestergaard.

"Setelah pertandingan, kami mendiskusikannya dan… mungkin kekalahan hari ini disebabkan oleh kurangnya energi," ucap Arif.

"Mungkin energi kami telah menurun."

"Semoga minggu depan, kami dapat memulihkan energi kami di Singapore Open," imbuhnya.

Sementara itu, Roy King mengakui jika mereka sempat dihantui perasaan tegang karena bermain di hadapan pendukungnya.

Diakuinya, permainan menyerang duo Denmark membuat mereka kesulitan mengembangkan pola terutama pada gim kedua.

"Sebelas poin pertama di pertandingan pertama agak menegangkan, tetapi setelah itu, semuanya baik-baik saja," ucap Roy King.

"Namun, pada gim kedua, serangan tak kunjung berhenti, dan energi kami menurun drastis."

"Kami perlu pemulihan dan menemukan kekuatan terbaik di Singapore (Open)," pungkasnya.

Dengan gugurnya Arif/Yap, maka Malaysia menyisakan satu wakil saja di final yakni Goh Sze Fei/Nur Izzuddin.

Pasangan independen itu menantang Daniel Lundgaard/Mads Vestergaard pada laga penutup final Malaysia Masters 2026.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.