Imbas Blackout Sumatera, 7 Warga Diduga Keracunan Asap Genset, 4 Tewas, Pelajar Ditemukan Tak Sadar
ninda iswara May 24, 2026 08:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Di tengah pemadaman listrik massal atau blackout yang terjadi di sejumlah wilayah Pulau Sumatera, muncul kabar duka yang menyita perhatian masyarakat.

Insiden tragis dilaporkan terjadi saat beberapa warga menggunakan genset sebagai sumber listrik darurat ketika aliran listrik padam.

Sebanyak tujuh orang diduga mengalami keracunan asap genset akibat penggunaan alat tersebut di ruang dengan ventilasi yang tidak memadai.

Dari jumlah tersebut, tiga warga harus mendapatkan penanganan intensif dan menjalani perawatan di rumah sakit.

Sementara itu, empat korban lainnya dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa yang terjadi di tengah krisis kelistrikan tersebut.

Kondisi ini memicu kekhawatiran karena penggunaan genset sering kali dianggap solusi cepat saat listrik padam, namun menyimpan risiko besar jika tidak digunakan dengan benar.

Baca juga: Jutaan Warga Sumatera Terjebak Gelap Berjam-jam, PLN Akhirnya Bongkar Biang Kerok Blackout Massal

Asap yang dihasilkan genset diketahui mengandung karbon monoksida, gas berbahaya yang sulit terdeteksi karena tidak berwarna dan tidak berbau.

Paparan gas tersebut dalam ruangan tertutup dapat menyebabkan sesak napas, kehilangan kesadaran, hingga berujung fatal.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat menyalakan genset selama pemadaman listrik berlangsung.

Ventilasi yang baik serta penempatan genset di area terbuka menjadi langkah utama untuk mencegah terjadinya korban akibat keracunan asap.

Bagaimana informasi lengkapnya? Berikut dirangkum Tribunnews.com, Minggu (24/5/2026):

4 Pegawai Toko Ditemukan Tidak Berdaya

Insiden pertama terjadi di Kabupaten Batu Bara, Provinsi Sumatera Utara.

Sebanyak empat pegawai toko aksesoris ponsel di wilayah Kelurahan Indrapura, Kecamatan Air Putih, ditemukan tidak berdaya pada Sabtu (23/5/2026) pagi.

Semua bermula ketika pemilik toko mencoba menghubungi pegawainya.

Panggilan telepon yang tidak direspons membuat owner khawatir.

Ia lantas meminta pengawas toko untuk memeriksa kondisi rekan-rekannya.

Saksi mata dikejutkan dengan pemandangan pilu para korban terbaring di atas tempat tidur.

Kondisinya lemas tidak berdaya. 

"Dan benar saja, pengawas toko dibantu warga mendobrak pintu dan menemukan para korban sudah tergeletak di dalam kamar," kata Kapolsek Air Putih, AKP Rahmat R Hutagaol, dikutip dari Tribun-Medan.com.

Saksi mata kemudian membawa para korban ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

Takdir berkata lain, pegawai bernama Adila dan Rahma dinyatakan meninggal dunia.

Sedangkan korban Dwi dan Riana masih dalam perawatan intensif di rumah sakit.

"Kami tiba setelah korban dibawa ke rumah sakit."

"Dari laporan diterima, dua meninggal dunia dan dua lainnya menjalani perawatan," urai AKP Rahmat.

Polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan saksi.

Diketahui komunikasi terakhir ke korban pada Jumat (22/5/2026) malam.

Dugaan sementara, para korban keracunan asap dari genset.

"Kami saat ini masih menyelidiki penyebab tewasnya korban, dugaan sementara keracunan asap mesin genset," pungkasnya.

ILUSTRASI PEGAWAI PLN - Blackout di Sumatera memakan korban, 7 orang keracunan asap genset
ILUSTRASI PEGAWAI PLN - Blackout di Sumatera memakan korban, 7 orang keracunan asap genset (KOMPAS.com/HERU DAHNUR)

3 Pelajar di Tanah Datar dengan Mulut Berbusa

Kejadian serupa terjadi di Masjid Nurul Huda, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Di tengah blackout Sumatera, 3 pelajar ditemukan tak sadarkan diri dengan kondisi mulut berbusa pada Jumat (22/5/2026) malam.

Wali Nagari Pandai Sikek, Mas'ap W. Dt. Bandaro membeberkan kronologi kejadian.

Semua bermula saat wilayah Tanah Datar dilanda mati listrik mulai Jumat malam.

Ketiga korban kemudian memutuskan pergi ke masjid untuk mengisi daya ponsel karena ada genset.

Singkat cerita, korban tertidur hingga keesokan harinya.

Kecurigaan muncul ketika pengurus masjid hendak membangunkan para korban.

Karena tidak merespons, saksi membiarkan karena menganggap korban masih tertidur.

Tidak lama kemudian orang tua salah satu korban datang mencari anaknya.

"Setelah dicek, kondisinya kritis, langsung dibawa ke RS Ibnu Sina (Yarsi) Padang Panjang."

"Di sana, dua orang korban dinyatakan meninggal dunia atas nama Haikal Arya Kamil (15) dan Gibran Arrasyid (15), sedangkan yang masih selamat Burhanuddin Hakim," sebutnya, dikutip dari TribunPadang.com.

Mas'ap sudah menjenguk korban selamat di rumah sakit.

Kondisi Hakim sudah sadarkan diri.

"Dokter menyebut masih banyak racun di tubuh korban akibat terhirup gas monoksida dari genset."

"Hakim ini juga mau dipindahkan ke ruangan ICU sebelum saya pulang ke rumah," tutupnya.

(TribunTrends/Tribunnews)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.