TRIBUNKALTIM.CO - Sabtu (23/5/2026) Persib Bandung resmi meraih gelar Juara Super League 2025/2026.
Usai ditahan imbang Persijap Jepara di laga pekan ke-34 Super League 2025/2026 yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Persib mengangkat trofi juara.
Tambahan satu poin membuat Persib menjadi juara dengan koleksi 79 poin, sementara Borneo FC tertahan di posisi kedua.
Klasemen akhir Persib dan Borneo FC memiliki poin yang sama, namun Pesut Etam harus puas di urutan kedua karena kalah head to head.
Baca juga: Regulasi Liga Bikin Persib Tetap Juara Meski Kalah Selisih Gol dan Punya Poin Sama dengan Borneo FC
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak bicara tentang persaingan sengit menjadi juara Super League 2025/2026.
Persib Bandung menunjukkan dominasinya dengan meriah tiga gelar beruntun dan masih jadi tim yang sulit dikalahkan musim ini.
Bojan Hodak akui Borneo FC sebenarnya memberikan tekanan yang serius untuk timnya.
Masalahnya adalah Pesut Etam kurang beruntung meski memiliki komposisi skuad yang mumpuni musim ini.
Selain itu, dia menyadari memang musim ini berjalan dengan ketat dan semua pertandingan berjalan sengit.
"Tidak beruntung. Mereka tidak beruntung. Mereka punya tim yang bagus tapi tidak beruntung."
"Lihat, tahun ini jauh lebih sulit karena setiap tim memiliki tujuh pemain asing."
"Di setiap tim ada lima atau enam pemain lokal yang bagus, jadi sangat sulit," kata Bojan Hodak.
Pelatih asal Kroasia ini melanjutkan, musim lalu dengan poin yang sama mereka sudah bisa mencatatkan gelar juara.
Namun, musim ini penentuan juara ditentukan hingga pekan terakhir karena persaingan yang ketat.
Menurutnya, ini jadi bukti bahwa kualitas kompetisi saat ini semakin meningkat dan ini cukup positif.
"Saya rasa kualitas liga ini meningkat dibandingkan musim-musim sebelumnya."
"Jadi, tahun ini jauh lebih sulit. Dengan jumlah poin yang kami raih tahun lalu, tahun ini kami mungkin hanya akan berada di peringkat keempat atau kelima. "
"Jadi, Anda bisa lihat bahwa tiga tim benar-benar lebih siap daripada yang lain," terangnya.
Selain itu, Bojan melihat semua klub mempersiapkan musim ini dengan maksimal.
Pada laga terakhir Borneo FC sukses menang telak dengan skor 7-1 saat melawan Malut United.
Dia melihat bahwa hal tersebut cukup wajar karena Malut kehilangan banyak pemain penting dan ini tentu akan menyulitkan.
"Mungkin mereka melakukan pemantauan pemain lebih baik daripada yang lain, dan pada akhirnya kompetisi ini jauh lebih berat daripada sebelumnya."
"Saya rasa belum pernah terjadi sebelumnya bahwa tim dengan 79 poin hanya finis di peringkat bawah."
"Tahun depan kita lihat. Tidak, kami tidak mengikuti perkiraan itu, tapi kami mengantisipasinya karena Malut datang tanpa 10 pemain," ujarnya.


















Baca juga: Raih Kiper Terbaik, Nadeo Argawinata Tetap Terluka Borneo FC Gagal Angkat Trofi
(*)