Mengenal Sosok H. Rosman Djohan, Mantan Wali Kota Pangkalpinang dan Anggota DPD RI yang Tutup Usia
M Zulkodri May 24, 2026 09:24 AM

 

BANGKAPOS.COM--Kabar duka datang dari keluarga mantan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung periode 2017–2022, Erzaldi Rosman Djohan.

Ayahanda tercinta, H. Rosman Djohan bin Djohan Yacoub meninggal dunia di RS Pondok Indah Bintaro, Jakarta, Sabtu (23/5/2026) malam.

Kabar duka tersebut disampaikan langsung oleh keluarga melalui media sosial.

Kabar duka cita disampaikan Melati istri Erzaldi sekaligus Anggota Komisi IV DPR RI melalui unggahan di Instagram Story @melatierzaldi.

Sejumlah kerabat serta kader Gerindra Bangka Belitung terlihat memasang status terkait kabar duka tersebut.

Kepergian almarhum membawa duka mendalam bagi keluarga, kerabat dan masyarakat Bangka Belitung.

"Telah meninggal dunia H Rosman Djohan bin Djohan Yacoub orangtua kami. Wafat pada Sabtu, 23 Mei 2026 pukul 22.15 WIB," tulisnya dalam story Instagram Erzaldi, Minggu (24/5/2025)

Jenazah almarhum direncanakan dibawa ke Pangkalpinang untuk disemayamkan di Rosman Djohan Institute (RDI), Pangkalan Baru, Bangka Tengah, sebelum dimakamkan di pemakaman Kampung Dul.

Kepergian H. Rosman Djohan tak hanya meninggalkan duka bagi keluarga besar, tetapi juga bagi masyarakat Bangka Belitung yang mengenalnya sebagai salah satu tokoh senior dengan perjalanan panjang di pemerintahan dan dunia politik.

H. Rosman Djohan bukan sekadar ayah dari mantan Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan.

Ia merupakan tokoh birokrasi dan politik yang pernah menorehkan rekam jejak penting di Bangka Belitung, mulai dari pemerintahan daerah hingga tingkat nasional.

Memulai Karier dari Birokrasi Daerah

H. Rosman Djohan lahir pada 10 Desember 1937. Perjalanan kariernya dimulai dari lingkungan pemerintahan daerah di Pangkalpinang.

Sebelum terjun ke politik nasional, Rosman meniti karier secara bertahap melalui berbagai posisi strategis di lingkungan Sekretariat Pemerintah Daerah Pangkalpinang.

Kariernya dimulai saat menjabat Kepala Bagian Umum Sekretariat Pemda Pangkalpinang periode 1973–1976.

Setelah itu, ia dipercaya menduduki sejumlah posisi penting lainnya, antara lain:

Riwayat Jabatan Pemerintahan H. Rosman Djohan:

  • Kepala Bagian Umum Sekretariat Pemda Pangkalpinang (1973–1976)
  • Kepala Subdirektorat Ketertiban Umum Sekretariat Pemda Pangkalpinang (1976)
  • Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Pemda Pangkalpinang (1977–1981)
  • Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Pemda Pangkalpinang (1979–1983)
  • Kepala Bagian Keuangan Sekretariat Pemda Pangkalpinang (1983–1988)
  • Wali Kota Pangkalpinang (1988–1993)
  • Anggota DPD RI (2004–2014)

Perjalanan panjang tersebut memperlihatkan bahwa Rosman meniti karier pemerintahan dari bawah hingga akhirnya dipercaya memimpin Kota Pangkalpinang.

Pernah Menjabat Wali Kota Pangkalpinang

Salah satu tonggak penting dalam perjalanan karier Rosman Djohan adalah saat dipercaya menjadi Wali Kota Pangkalpinang pada periode 1988–1993.

Pada masa kepemimpinannya, Pangkalpinang masih berada dalam fase pembangunan dan penataan kota.

Pengalaman panjangnya di bidang ekonomi, pembangunan, dan keuangan dinilai menjadi modal besar dalam memimpin pemerintahan daerah.

Selain aktif dalam pemerintahan daerah, Rosman juga memiliki keterlibatan di dunia politik.

Ia pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat DPD II Partai Golkar Kota Pangkalpinang pada periode 1988–1993.

Mewakili Daerah di Tingkat Nasional

Karier Rosman Djohan berlanjut hingga ke tingkat nasional ketika dipercaya menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI).

Ia tercatat menjabat sebagai anggota DPD RI pada periode 2004–2014.

Di lembaga tersebut, Rosman menjadi salah satu wakil daerah yang membawa aspirasi masyarakat Bangka Belitung di tingkat pusat.

Kiprahnya di tingkat nasional semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu tokoh berpengaruh dari Bangka Belitung.

Pendidikan dan Aktivitas Organisasi

Dalam bidang pendidikan, Rosman pernah menempuh studi di Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya meski tidak menyelesaikannya hingga akhir.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Institut Manajemen Global Indonesia, Jakarta pada tahun 2002.

Selain pendidikan formal, Rosman juga aktif dalam organisasi sejak usia muda.

Riwayat Organisasi H. Rosman Djohan:

  • Anggota Pandu Pemuda Pecinta Laut Pangkalpinang (1951–1954)
  • Anggota Serikat Pekerja Kementerian Dalam Negeri (1954–1960)
  • Ketua Dewan Penasehat DPD II Partai Golkar Kota Pangkalpinang (1988–1993)

Sosok di Balik Lahirnya Pemimpin Bangka Belitung

Selain dikenal melalui kiprahnya di pemerintahan, Rosman Djohan juga merupakan ayah dari sejumlah tokoh di Bangka Belitung.

Ia merupakan ayah kandung Gubernur Kepulauan Bangka Belitung periode 2017–2022, Erzaldi Rosman Djohan, serta Wakil Bupati Bangka Tengah periode 2021–2024, Herry Erfian.

Banyak pihak menilai nilai kepemimpinan, disiplin, dan pengalaman yang dimiliki Rosman turut memberikan pengaruh dalam perjalanan anak-anaknya di dunia pemerintahan.

Kini, sosok H. Rosman Djohan dikenang bukan hanya sebagai orang tua seorang mantan gubernur, melainkan sebagai tokoh birokrasi dan politik yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk pembangunan Bangka Belitung.

Nama yang Diabadikan Menjadi Institusi Pendidikan

Pengaruh nama Rosman Djohan juga terlihat melalui keberadaan Rosman Djohan Institute yang menjadi salah satu wadah pengembangan sumber daya manusia di Bangka Belitung.

Nama tersebut menunjukkan penghormatan keluarga terhadap sosok Rosman Djohan serta nilai yang diwariskannya.

Lembaga tersebut selama beberapa tahun terakhir dikenal aktif dalam program pendidikan, pelatihan, hingga pengembangan generasi muda di Bangka Belitung.

Dikenal Dekat dengan Keluarga dan Lingkungan Sosial

Meski tidak banyak tampil di ruang publik maupun panggung politik, Rosman Djohan dikenal sebagai sosok yang memiliki kedekatan kuat dengan keluarga besar serta lingkungan sosialnya.

Sejumlah kerabat dan tokoh di Bangka Belitung menyampaikan belasungkawa atas wafatnya almarhum.

Ucapan duka juga ramai disampaikan kader partai, sahabat, hingga masyarakat yang mengenal keluarga Erzaldi.

Kepergian Rosman Djohan menjadi kehilangan mendalam, terutama bagi keluarga besar yang selama ini menempatkannya sebagai sosok ayah sekaligus panutan.

Di balik kiprah seorang mantan gubernur, terdapat figur yang selama ini berdiri di belakang layar. Sosok itulah yang kini dikenang banyak orang sebagai H. Rosman Djohan bin Djohan Yacoub.

(Bangkapos.com/Zulkodri)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.