Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Polres Metro bersama Polda Lampung masih memburu inisial D, pelaku penembakan terhadap seorang pedagang ayam geprek bernama Dedi Kristian Agung (40) di Kota Metro.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan, hingga Minggu (24/5/2026) pagi, pelaku belum berhasil ditangkap dan saat ini masih dalam pengejaran tim gabungan kepolisian.
“Pelaku D sampai pagi ini belum tertangkap. Tim masih di lapangan dan polisi terus melakukan pengejaran,” kata Yuni saat dihubungi Tribun Lampung melalui WhatsApp, Minggu (24/5/2026).
Menurut Yuni, kasus tersebut tengah ditangani Polres Metro dengan laporan polisi nomor LP/B/179/V/2026/SPKT/POLRES METRO/POLDA LAMPUNG.
Polisi menduga penembakan dipicu persoalan utang antara korban dan pelaku. Korban diketahui meninggal dunia akibat luka tembak di bagian kepala.
“Korban meninggal dunia,” ujar Yuni.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku diduga mendatangi korban untuk menagih cicilan pinjaman koperasi. Pertemuan keduanya diduga berujung cekcok hingga terjadi perkelahian.
Peristiwa penembakan itu terjadi di Jalan Khair Bras atau kawasan Jembatan Hitam, Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat, Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.
Seorang warga sekitar, Tejo, mengaku terkejut saat mengetahui adanya keramaian di lokasi kejadian yang berada tidak jauh dari rumahnya.
“Korban diduga merupakan nasabah pihak penembak yang disebut-sebut sebagai penagih pinjaman,” kata Tejo saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Sabtu malam.
Menurut Tejo, korban sempat terlibat perkelahian dengan pelaku sebelum penembakan terjadi.
“Istri korban sempat berusaha melerai perkelahian itu,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelaku diduga sempat terjatuh setelah terlibat baku pukul dengan korban. Setelah itu, pelaku mengambil senjata api dari pinggangnya dan menembak korban.
“Pelaku jatuh lalu mengambil pistol dari pinggangnya dan menembak korban,” kata Tejo.
Warga lainnya, Hangga, mengatakan korban baru mulai berjualan di lokasi tersebut pada hari kejadian. Selain ayam geprek, korban juga disebut berjualan gorengan.
“Setahu saya korban biasanya berdagang di rumah. Baru hari ini berjualan di situ sambil jualan gorengan juga,” ujar Hangga.
Ia juga menyebut korban diduga sempat menantang pelaku saat ditagih utang. Setelah penembakan terjadi, pelaku langsung melarikan diri.
Sementara itu, Kapolres Metro AKBP Hangga Utama Darmawan mengatakan pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Polisi juga terus melakukan pengejaran terhadap pelaku.
“Masih pendalaman,” kata Hangga.
(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)