2 Pelajar Tewas Diduga Keracunan Asap Genset saat Listrik Padam di Tanah Datar
taryono May 24, 2026 10:19 AM

Tribunlampung.co.id, Tanah Datar - Dua pelajar di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, meninggal dunia diduga akibat keracunan asap genset saat listrik padam massal melanda wilayah tersebut, Jumat (22/5/2026) malam. 

Korban diketahui bernama Haikal Arya Kamil (15) dan Gibran Arrasyid (15), sementara satu pelajar lainnya, Burhanuddin Hakim, masih menjalani perawatan intensif di RS Ibnu Sina (Yarsi) Padang Panjang setelah sempat ditemukan dalam kondisi kritis di Masjid Nurul Huda, Kecamatan X Koto.

Peristiwa itu terjadi ketika ketiga remaja memilih bermalam di masjid saat pemadaman listrik berlangsung. 

Untuk penerangan dan mengisi daya telepon genggam, mereka menyalakan mesin genset yang dipinjam dari pengurus masjid. 

Namun, posisi genset yang masih berada di dalam ruangan belakang masjid diduga menyebabkan asap memenuhi ruangan tertutup tempat para korban beristirahat.

Wali Nagari Pandai Sikek, Mas'ap W. Dt. Bandaro, mengatakan genset belum sempat dipindahkan ke luar ruangan usai selesai diperbaiki. 

Menurutnya, kondisi pintu kamar yang tertutup membuat gas dari mesin genset terhirup sepanjang malam oleh para korban.

“Jumat malam mati lampu, jadi mereka menghidupkan genset yang dipinjam ke pengurus, posisinya belum dipindahkan ke luar ruangan. Genset itu juga baru diservis, makanya masih di sana,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).

Ia menjelaskan, ketiga pelajar tersebut diduga tertidur saat genset masih menyala. Kejadian baru diketahui keesokan paginya ketika garin masjid mencoba membangunkan mereka.

“Awalnya garin ini belum sadar, dia menganggap ketiga remaja ini masih tertidur,” katanya.

Kecurigaan muncul setelah salah satu orang tua korban datang ke lokasi. 

Saat diperiksa, dua korban ditemukan dalam kondisi mulut berbusa, sementara satu lainnya masih bernapas lemah. Warga kemudian memanggil bidan desa sebelum para korban dilarikan ke rumah sakit.

“Setelah dicek, kondisinya kritis, langsung dibawa ke RS Ibnu Sina Padang Panjang. Di sana, dua orang korban dinyatakan meninggal dunia atas nama Haikal dan Gibran, sedangkan yang masih selamat Hakim,” ungkap Mas'ap.

Saat ini, Burhanuddin Hakim dilaporkan sudah sadar, namun masih menjalani penanganan medis lanjutan. 

Pihak rumah sakit berencana memindahkannya ke ruang ICU karena diduga masih terdapat racun gas monoksida di dalam tubuhnya.

“Tadi saya ke sana, dia sudah sadar, namun perlu perawatan lebih lanjut, karena dokter menyebut masih banyak racun di tubuh korban akibat terhirup gas monoksida dari genset,” tambahnya.

Sumber: TribunPadang.com 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.