18 Passapeda Pangkep Bergabung dengan 9.000 Onthelis IVCA dari 40 Negara di Prambanan
Edi Sumardi May 24, 2026 10:20 AM

PANGKAJENE, TRIBUN-TIMUR.COM — Sedikitnya 18 passapeda asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, akhir pekan ini bergabung bersama sekitar 9.000 onthelis atau pecinta sepeda klasik dari 40 negara di kompleks Candi Prambanan, Klaten, perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Sudah hari ketiga kami di sini (Yogyakarta). Dari Sulsel ada peserta dari Makassar, Pinrang, hingga Majene (Sulbar),” ujar HA Arfan Tualle (58), Ketua Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Pangkep, kepada Tribun-Timur.com, Ahad atau Minggu (24/5/2026) pagi.

Selain anggota KOSTI, hadir pula Ketua Komunitas Passapedana Pangkep, H Syahban Sammana.

Wakil Bupati Pangkep periode 2019-2024 itu bergabung bersama 14 passapeda lainnya dari Kota Bandeng, di antaranya Haji Marjusi, Puang Syahrul, M Jamal, Nengkol, Andi Achir, A Jordan, Hardiansyah, Haji Darwis, Sahruddin, Sudirman, Haji Anshari, Darma, M Arsyad, dan Haji Zakaria.

Mereka bergabung bersama 670 komunitas dalam rangkaian All Bike Classic Dayout yang berlangsung pada 18-23 Mei 2026 di Klaten International Cycling Festival yang dipusatkan di tiga kompleks candi, yakni Candi Prambanan, Candi Kembar, dan Candi Sewu.

Di kawasan kompleks Candi Prambanan yang juga dikenal sebagai kawasan Candi Trimurti itu, para passapeda menikmati wisata sejarah, berinteraksi dengan peserta dari berbagai negara, serta mengabadikan momen melalui foto dan video untuk media sosial.

Mereka juga mengikuti dua rangkaian agenda komunitas sepeda tua dunia, yakni International Veteran Cycle Association (IVCA) dan 35th International Cycle History Conference, serta berbagai kegiatan lain seperti exhibition, cultural discussion, dan art sharing session bersama pesepeda dari Eropa, Asia, dan Australia.

Arfan mengatakan, beberapa passapeda dari Pangkep dan Sulsel awalnya berencana mengangkut sepeda mereka melalui jalur darat, laut, dan kereta api.

Namun, sebagian besar akhirnya memilih tidak membawa sepeda tua mereka dengan pertimbangan aksesibilitas dan efisiensi.

Untuk tetap merasakan sensasi riding, peserta dari luar Pulau Jawa seperti Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, dan Bali banyak yang menyewa sepeda klasik di Yogyakarta maupun Prambanan.

Panitia bersama otoritas wisata dan budaya Klaten serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memfasilitasi penyewaan sepeda onthel untuk kebutuhan riding harian dari Yogyakarta menuju Prambanan.

Berdasarkan data dari akun media sosial resmi kegiatan tersebut, tarif rata-rata penyewaan sepeda tua berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp200 ribu.

Terdapat pula paket sewa dua hari senilai Rp150 ribu yang sudah termasuk merchandise IVCA 2026, tiket masuk kompleks Candi Prambanan, serta pilihan sepeda klasik dengan berbagai kategori, mulai dari koleksi lawas, original, hingga full aksesori.

Arfan menggambarkan kegiatan tersebut layaknya “lebaran” dan ajang silaturahmi global para pecinta sepeda tua.

“Kita saling bertukar pengalaman, berbagi informasi sejarah, tips, hingga jaringan pasokan sparepart original dari sejumlah negara,” ujarnya.

Dengan waktu tempuh sekitar 35 hingga 50 menit, banyak peserta event internasional ini memilih menggunakan sepeda sewaan untuk menempuh jarak sekitar 17,6 kilometer dari Yogyakarta menuju Prambanan.

“Apalagi beberapa dari kami lebih banyak bergabung dalam forum indoor, meeting, dan conference,” ujar Direktur Perusda Pangkep tersebut.

Arfan juga menyebut dirinya mengikuti konferensi nasional KOSTI yang dihadiri perwakilan dari 78 kota di enam pulau utama Nusantara.

Ia turut membagikan foto bersama Ketua IVCA asal Jerman, serta berpose dengan sejumlah koleksi sepeda vintage klasik dari abad ke-17, abad ke-18, hingga awal abad ke-20.

Sepulang dari kegiatan tersebut, sejumlah peserta mengaku mulai merencanakan penyelenggaraan event komunitas sepeda klasik di Pangkep.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.