Sosok Ratu Sofya, Aktris Disomasi Gegara Tolak Promosi Film, Kini Malah Balik Somasi Ibu Kandungnya
Fadhila Rahma May 24, 2026 10:27 AM

 


SRIPOKU.COM - Artis Ratu Sofya, aktris muda yang disomasi gegara tolak promosi film baru.

Sosoknya kini malah balik somasi ibu kandung.

Nama Ratu Sofya kembali menjadi sorotan publik setelah dirinya dilaporkan mendapat somasi dari rumah produksi HAS Pictures.

Somasi tersebut dilayangkan karena sang aktris disebut menolak ikut mempromosikan film baru yang berjudul Dosa Penebusan atau Pengampunan.

Profil Ratu Sofya

Ratu Sofya merupakan aktris muda yang disomasi gegara tolak promosi film baru. Sosoknya kini malah balik somasi ibu kandung.

Melansir dari Kompas.com, Ratu Sofya memiliki nama lengkap Safira Ratu Sofya. Ia lahir di Lhokseumawe pada 15 April 2004 dan merupakan anak kedua dari empat bersaudara.

Ratu Sofya diketahui memeluk agama Islam. Ayahnya bernama Sofyan Hasan, sementara ibunya bernama Intan Mashtura.

Perjalanan kariernya di dunia hiburan dimulai lewat film Satria Heroes: Revenge of Darkness pada tahun 2017. Namanya mulai dikenal luas setelah masuk nominasi Pendatang Baru Paling Ngetop di ajang SCTV Awards 2020 berkat perannya dalam sinetron Dari Jendela SMP.

Popularitasnya semakin meningkat setelah membintangi sinetron Mantan IPA & IPS.

Berikut sejumlah karya yang pernah dibintanginya:

Film

- Satria Heroes: Revenge of Darkness

- Bisikan Iblis

- Puppy Love: Cinta Anita

- Sabar Ini Ujian

- DJS the Movie: Biarkan Aku Menari

Sinetron

- Jodoh Wasiat Bapak

- Topeng Kaca

- Dari Jendela SMP

- Mantan IPA & IPS

Usai membahas profil Ratu Sofya, aktris muda tersebut kini menjadi sorotan usai disomasi gegara tak mau promosi film baru.

Mewakili rumah produksi HAS Pictures, Reza Aditya menjelaskan alasan perusahaan mengambil langkah somasi. Dalam keterangannya di kanal YouTube Reyben Entertainment pada Kamis (21/5/2026), Reza menyebut Ratu Sofya menolak ikut dalam kegiatan promosi karena merasa kurang nyaman dengan isi film tersebut.

"Jadi, saudari RS ini enggan ikut promo gitu karena saudari RS ini bilang dia kurang nyaman dengan film ini gitu,” ujar Reza Aditya.

Menurut Reza, ketidaknyamanan itu berkaitan dengan adanya adegan dewasa atau sex scene di dalam film. Namun ia menegaskan bahwa adegan tersebut bukan sekadar eksploitasi semata, melainkan bagian penting dari cerita yang memiliki makna dan filosofi tertentu.

“Nah, yang RS ini yang lempar isu kalau memang ada adegan sex scene di film kita. Memang benar gitu, tapi kita juga tidak sangat mengekspos itu karena bukan cuma sekadar sex scene yang kita mau tampilin di film, di karya kita. Enggak, ini ada filosofinya, ini ada ceritanya,” paparnya.

Selain menyinggung persoalan promosi film, Reza Aditya juga membantah anggapan bahwa Ratu Sofya merasa tidak nyaman selama proses syuting. Ia menegaskan suasana di lokasi produksi tetap berjalan kondusif dan profesional.

Reza menyebut, sepanjang proses produksi berlangsung, Ratu Sofya justru tampak menikmati pekerjaannya. Ia mengatakan seluruh tahapan, mulai dari casting, reading, hingga proses pengambilan gambar, berjalan lancar tanpa kendala berarti.

“Dari proses casting, reading dan syuting, dia sangat fun dan sangat nyaman di lokasi syuting gitu,” kata Reza.

Reza bahkan mengaku heran dengan perubahan sikap dan pernyataan Ratu Sofya yang belakangan ramai muncul di publik dan media sosial.

“Kok begitu sih kamu Dek? Ngomongnya beda ya? Di lokasi syuting juga beda, di podcast itu beda ketika kamu sudah menjalin hubungan sama yang ya seseorang itulah,” ujarnya.

Salah satu hal yang paling banyak menjadi sorotan dalam polemik ini adalah terkait penggunaan body double untuk adegan dewasa. Sebelumnya, Ratu Sofya dikabarkan sempat merasa kurang nyaman karena disebut tidak disediakan pemeran pengganti pada adegan tertentu.

Namun, pernyataan tersebut langsung dibantah oleh pihak produksi. Rekan Reza Aditya bernama Putri menyampaikan bahwa tim produksi sebenarnya telah menyiapkan body double untuk Ratu Sofya. Meski begitu, menurutnya, tawaran tersebut justru ditolak oleh sang aktris.

"Dia enggak pernah mau pakai karena dia bilang, ‘aku bisa kalau cuma kayak gitu aja’ gitu sih,” terang Putri.

Karena dianggap tidak menjalankan kewajiban promosi, HAS Pictures akhirnya mengambil langkah hukum berupa somasi melalui kuasa hukumnya. Pengacara HAS Pictures, Takwa, menegaskan bahwa pihaknya meminta Ratu Sofya segera menjalankan kewajibannya sebagai pemain film.

“Artinya kita menuntut kepada artis ini, Safira Ratu Sofya, untuk melakukan promosinya segera dan seketika,” tegas Takwa.

Tidak hanya melayangkan somasi, pihak rumah produksi juga menyatakan siap membawa persoalan ini ke jalur pidana apabila peringatan tersebut tidak diindahkan. Langkah itu disebut sebagai upaya untuk menjaga profesionalisme di industri perfilman.

Usai disomasi gegara tak mau promosi film baru, Ratu Sofya justru balik somasi ibu kandung. Ibunda Ratu Sofya, Intan Masthura, menjelaskan mengenai sistem pengelolaan honor yang diterapkan keluarganya selama ini.

Intan mengatakan, bayaran dari pekerjaan syuting Ratu sejak awal memang dikirim ke rekening sang ayah karena berkaitan dengan keperluan administrasi kontrak kerja.

"Honor kan yang tanda tangan Papanya, otomatis kan NPWP sama rekening kan harus sama, Papanya. Nah, ditransfer ke rekening Papanya," kata Intan Masthura di kawasan Kemang Jakarta Selatan, dikutip dari Tribun Seleb.

Ia menjelaskan sistem tersebut bukan hanya berlaku untuk Ratu, melainkan sudah menjadi pola kerja keluarga mereka sejak lama.

"Semua kerja sama. Anak saya yang lain juga bukan Ratu aja yang syuting, semua kami kerja sama. Jadi siapa yang syuting, itu yang nemenin," lanjutnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.