Sosok Hengky Honandar Wali Kota Bitung Eks Kader Demokrat, PDIP dan NasDem yang Kini Gabung Gerindra
Indry Panigoro May 24, 2026 11:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID -  Dunia politik Sulawesi Utara (Sulut) kembali menarik perhatian publik usai Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, resmi menjadi bagian dari Partai Gerindra Sulut.

Momen bergabungnya Hengky terlihat saat dirinya menerima kartu tanda anggota (KTA) Gerindra dari Ketua DPD Gerindra Sulut, Yulius Selvanus Komaling (YSK), dalam kegiatan Rakerda DPD Gerindra Sulut yang berlangsung Sabtu (23/5/2026).

Langkah politik tersebut langsung menjadi pembicaraan hangat masyarakat.

Sebab selama ini Hengky dikenal dekat dengan Partai NasDem, terutama ketika bertarung di Pemilihan Wali Kota Bitung 2024 lewat koalisi bersama Gerindra.

Pada Pilwako Bitung 2024, Hengky Honandar maju berpasangan dengan Randito Maringka.

Pasangan ini sukses memenangkan pemilihan dan dipercaya memimpin Kota Bitung untuk periode 2025-2030.

Perjalanan politik Hengky sendiri terbilang cukup panjang.

Pria kelahiran 28 Mei 1964 itu dikenal tidak hanya sebagai politisi, tetapi juga seorang pengusaha.

Karier politiknya mulai mencuat pada Pemilu 2014 saat maju melalui Partai Demokrat sebagai calon anggota DPRD Kota Bitung.

Dalam pemilu tersebut, Hengky berhasil meraih kursi legislatif dan kemudian dipercaya menjabat Wakil Ketua DPRD Kota Bitung.

Namun pada 2015, ia memilih mundur dari kursinya untuk mengikuti Pilkada Bitung bersama Fabian Kaloh.

Pada pertarungan tersebut, pasangan Hengky-Fabian belum berhasil menang setelah dikalahkan Maximiliaan Jonas Lomban dan Maurits Mantiri.

Usai Pilkada 2015, Hengky masih bertahan di Demokrat sebelum akhirnya berpindah ke PDI Perjuangan pada 2019.

Bersama PDIP, Hengky maju sebagai calon anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara dari daerah pemilihan Minahasa Utara dan Kota Bitung pada Pemilu 2019.

Hasilnya cukup signifikan.

Ia berhasil menjadi peraih suara terbanyak di dapil tersebut dengan total 24.616 suara.

Hengky kemudian resmi dilantik sebagai anggota DPRD Sulut pada 9 September 2019.

Meski begitu, jabatan tersebut kembali dilepasnya demi mengikuti Pilkada Bitung 2020.

Dalam kontestasi itu, Hengky justru berpasangan dengan Maurits Mantiri yang sebelumnya pernah menjadi lawan politiknya di Pilkada 2015.

Duet Maurits Mantiri dan Hengky Honandar akhirnya keluar sebagai pemenang Pilkada Bitung 2020.

Kemenangan itu membawa Hengky menjabat Wakil Wali Kota Bitung periode 2021-2025.

Karier politiknya terus berkembang hingga akhirnya maju sebagai calon wali kota pada Pilwako Bitung 2024 bersama Randito Maringka.

Pasangan tersebut kembali memenangkan pemilihan dan Hengky resmi dilantik sebagai Wali Kota Bitung pada 20 Februari 2025.

Kini, setelah sempat identik dengan kekuatan politik NasDem dalam koalisi Pilkada Bitung, Hengky mengambil langkah baru dengan resmi bergabung ke Partai Gerindra.

Bergabungnya Hengky Honandar dinilai menambah kekuatan politik Gerindra Sulut yang tengah memperkuat konsolidasi di sejumlah daerah.

Sejumlah kader Gerindra juga menyambut positif kehadiran Wali Kota Bitung tersebut di partai berlambang kepala garuda itu.

Daftar Lengkap Nama Staf Khusus Gubernur Sulut yang Gabung Gerindra, KTA Diserahkan Langsung YSK

Delapan Staf Khusus (Stafsus) Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) resmi bergabung dengan Partai Gerindra Sulut.

Bergabungnya para staf khusus tersebut ditandai dengan penyerahan kartu tanda anggota (KTA) secara langsung oleh Ketua DPD Gerindra Sulut yang juga Gubernur Sulut, Yulius Selvanus Komaling atau YSK.

Momen tersebut berlangsung di sela agenda konsolidasi internal Partai Gerindra Sulut yang digelar di Manado.

Adapun delapan staf khusus gubernur yang resmi bergabung:

  1. Christian Yokung
  2. Reza Sofian
  3. John Sada
  4. Tommy Sampelan
  5. Yance Lantu
  6. Kristo Ivan Lumentut
  7. Januardo Ch Bilang
  8. Geovani Kaunang

YSK: Gerindra Terbuka Bagi Siapa Saja

YSK menyambut langsung bergabungnya para staf khusus tersebut ke Partai Gerindra.

Menurutnya, kehadiran kader-kader baru akan semakin memperkuat soliditas partai dalam mengawal program pembangunan di Sulawesi Utara.

"Gerindra terbuka bagi siapa saja yang ingin berjuang bersama untuk masyarakat dan daerah," ujar YSK.

Masuknya delapan staf khusus gubernur ini menambah deretan figur yang belakangan memilih bergabung dengan Gerindra Sulut.

Sebelumnya, sejumlah kepala daerah dan tokoh politik di Sulawesi Utara juga mulai merapat ke partai berlambang kepala burung garuda tersebut.

Langkah ini dinilai menjadi sinyal kuat semakin besarnya pengaruh Partai Gerindra di Sulawesi Utara menjelang agenda politik ke depan. (Ind/Ren/Tim)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.