Pemkab Biak Manfaatkan Lonjakan Harga Cabai Demi Dongkrak Ekonomi Warga
Marius Frisson Yewun May 24, 2026 11:29 AM

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Fiona Sihasale

TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK - Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua terus mendorong pelaksanaan program ketahanan pangan hingga ke tingkat kampung. 

Salah satunya melalui penanaman jagung dan cabai yang dilakukan Wakil Bupati Biak Numfor, Jimmy C. Kapissa, di Kampung Wasani, Distrik Warsa, Biak Numfor. 

Wabup Jimmy Kapissa mengatakan pemerintah daerah akan berupaya membantu kebutuhan masyarakat, khususnya terkait keterbatasan peralatan pertanian yang masih menjadi kendala di sejumlah kampung. 

Baca juga: Astra Motor Papua Sabet Penghargaan Keselamatan dari Servvo Fire Indonesia

Menurutnya, dukungan sarana pertanian penting agar program ketahanan pangan dapat berjalan maksimal dan manfaatnya dirasakan masyarakat.

“Walaupun terkendala dengan peralatan yang minim, pemerintah daerah berkomitmen bagaimana mengakomodasi dari tingkat distrik sehingga program ketahanan pangan ini bisa dirasakan dan peralatannya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya di Biak, Jumat, (22/5/2026)

Penanaman perdana jagung dan cabai ini merupakan bagian dari program strategis nasional yang dicanangkan pemerintah pusat hingga pemerintah daerah. Program tersebut juga menjadi agenda triwulan pemerintah kampung di wilayah Distrik Warsa.

Baca juga: Bupati Biak Numfor Curhat 2 Masalah Serius Saat Kunjungan Gubernur Fakhiri

Ia menjelaskan bahwa program ketahanan pangan tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan ekonomi warga. Karena itu, masyarakat diminta memanfaatkan lahan yang tersedia untuk ditanami tanaman produktif.

“Kita berharap dengan adanya program ketahanan pangan ini dapat meningkatkan nilai ekonomi pendapatan bagi masyarakat setempat,” katanya.

Wabup Jimmy Kapissa menilai komoditas cabai memiliki peluang ekonomi cukup besar karena harga jual di Biak saat ini mencapai sekitar Rp60 ribu hingga Rp65 ribu per kilogram. Kondisi tersebut dinilai dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengembangkan budidaya cabai secara lebih serius.

Baca juga: Kembangkan Ekonomi Lokal, PKK Kabupaten Puncak Latih Mama Papua Produksi Selai Stroberi

“Ini merupakan peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan tanaman cabai sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat,” ungkapnya

Selain cabai, penanaman jagung turut dilakukan sebagai upaya mendukung kebutuhan pangan masyarakat di tingkat kampung. Pemerintah daerah berharap program tersebut dapat berjalan berkelanjutan dengan dukungan pemerintah kampung dan masyarakat setempat.

Kegiatan penanaman perdana di Kampung Wasani turut dihadiri jajaran aparat distrik, pemerintah kampung, dan masyarakat yang ikut terlibat dalam proses penanaman di lahan pertanian kampung.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.