BANGKAPOS.COM--Nama Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Rahmawati Zainal, tengah menjadi perhatian publik setelah mengusulkan pembangunan 1.000 layar bioskop di desa dengan dukungan anggaran dari APBN 2027.
Usulan tersebut disampaikan Rahmawati dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panja Kreativitas dan Distribusi Film Nasional di Senayan.
Menurutnya, keberadaan bioskop di desa bukan hanya menjadi sarana hiburan masyarakat, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif hingga memperluas promosi budaya lokal.
"Kepada Kementerian Keuangan, mungkin lintas mitra, siapkan insentif fiskal untuk PH kecil dan daerah, dan alokasikan anggaran 1.000 layar bioskop desa dari APBN 2027," ujar Rahmawati.
Pernyataan itu memicu beragam tanggapan publik. Di tengah ramainya perbincangan, sosok dan rekam jejak Rahmawati Zainal pun ikut menjadi sorotan.
Rahmawati merupakan Anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Fraksi Partai Gerindra yang mewakili daerah pemilihan Kalimantan Utara.
Perempuan kelahiran Sumbawa, 2 Juli 1969 itu berhasil mencatatkan pencapaian besar pada Pemilu Legislatif 2024.
Ia menjadi calon legislatif dengan perolehan suara tertinggi di Dapil Kalimantan Utara dengan total 78.168 suara.
Capaian tersebut mengantarkannya melenggang ke Senayan sebagai wakil rakyat.
Di DPR RI, Rahmawati duduk sebagai anggota Komisi VII yang membidangi sektor perindustrian, UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata, dan sektor strategis lainnya.
Selain dikenal sebagai politisi, Rahmawati juga merupakan istri dari Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang.
Selama mendampingi suaminya memimpin Kalimantan Utara, Rahmawati juga aktif menjalankan berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Kehadirannya di dunia politik dinilai bukan sesuatu yang datang secara instan. Sebelum menjadi anggota legislatif, ia telah terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi dan program sosial kemasyarakatan.
Sebelum menjabat sebagai anggota DPR RI, Rahmawati memiliki pengalaman dalam sejumlah organisasi dan lembaga daerah.
Berikut rekam jejak organisasi Rahmawati:
Dalam peran tersebut, Rahmawati terlibat dalam berbagai program pemberdayaan keluarga, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta kegiatan sosial di Kalimantan Utara.
Ia juga berperan dalam mendorong penguatan pendidikan anak usia dini serta peningkatan kualitas layanan pendidikan dasar.
Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting dalam aktivitas politiknya saat ini.
Dalam usulan yang kini menjadi perhatian publik, Rahmawati mengaku prihatin terhadap keluhan rumah produksi kecil dan menengah, terutama dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Menurutnya, dominasi rumah produksi besar dan jaringan bioskop dinilai membuat karya-karya lokal kesulitan memperoleh ruang tayang.
"Saya cukup miris mendengar para PH kecil curhat, terutama dari daerah 3T," katanya.
Ia menyebut banyak pelaku industri kreatif daerah merasa kesulitan menembus pasar karena akses distribusi yang belum merata.
"Mereka mengatakan adanya monopoli PH besar sehingga kreativitas lokal agak tersendat," ujar Rahmawati.
Anak:
Kini, selain menjadi anggota parlemen, Rahmawati juga mulai menjadi perhatian publik setelah mengangkat isu pemerataan akses industri kreatif hingga pembangunan bioskop di wilayah pedesaan.
Usulannya pun memunculkan diskusi luas terkait akses hiburan, budaya lokal, dan pemerataan ekonomi kreatif di Indonesia.(*)