Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK BARAT – Program Pascasarjana Institut Pariwisata dan Bisnis (IPB) Internasional Bali menggelar rangkaian kunjungan strategis, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Agenda besar ini dipimpin langsung oleh Direktur Pascasarjana IPB Internasional, Prof. Dr. Made Budiarsa, M.S., didampingi oleh Ketua Program Studi S2, Dr. Herny Susanti.
Mahasiswa Program Doktor (S3) Bisnis Terapan Pariwisata melakukan kunjungan riset ke Desa Wisata Batu Kumbung, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Sabtu (23/5/2026).
Riset ini difokuskan pada wisata alam, budaya, event, dan tata kelola bisnis pariwisata terapan yang mampu menggerakkan ekonomi lokal secara mandiri.
Prof. Made Budiarsa menegaskan pentingnya riset lapangan ini untuk menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan langsung di masyarakat. Menurutnya, pengembangan pariwisata harus tetap berlandaskan karakteristik alam, budaya, dan kearifan lokal masing-masing daerah.
“Tujuan kita di S3 adalah mengembangkan doktor-doktor yang mempunyai karakteristik local wisdom, terutama yang berkaitan dengan budaya dan alam,” ujar Profesor Budiarsa di sela-sela kunjungan.
Ia menambahkan, setiap daerah memiliki tantangan pengembangan wisata yang relatif serupa, namun pendekatan penyelesaiannya harus disesuaikan dengan karakter budaya lokal. Potensi lokal yang dikelola dengan tepat dapat menjadi kekuatan menuju destinasi wisata berstandar internasional.
“Kita ingin menghasilkan data mentah yang diolah menjadi sesuatu yang applicable (dapat diterapkan) sebagai inovasi produk, baik untuk dikembangkan di tempat lain maupun di sini,” tambahnya.
Di Desa Wisata Batu Kumbung, rombongan melihat berbagai potensi alam, budaya, paket wisata, hingga perencanaan event prioritas yang dirancang berdasarkan konsep Sustainable Tourism, Community-Based Tourism, kolaborasi, serta Sustainable Event. Atas kunjungan ini, Kepala Desa Batu Kumbung menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan IPB Internasional Bali.
Sehari sebelumnya, Jumat (22/5/2026), rombongan juga telah melakukan kunjungan riset ke Desa Wisata Sedau, Lombok Barat, serta destinasi cagar budaya Taman Narmada. Selain itu, mereka mengadakan kunjungan khusus ke Mandalika Grand Prix Association (MGPA) untuk mendalami manajemen wisata berbasis mega-event olahraga.
Sementara itu, Ketua Program S2 IPB Internasional Bali, Dr. Herny Susanti mengatakan, kunjungan ke Lombok merupakan implementasi nyata dari mata kuliah Manajemen Destinasi dan Pemasaran Pariwisata. Ia menyoroti potensi besar Desa Sedau dan Desa Batu Kumbung, meski masih menghadapi keterbatasan infrastruktur penunjang.
“Kami melihat aksesibilitas yang belum diperhatikan serta fasilitas penunjang seperti toilet umum yang masih sangat sedikit. Kami juga belum menemukan fasilitas homestay atau tempat istirahat di sepanjang jalur trekking wisata,” ungkap Herny.
Di sisi lain, Direktur Mandalika International Festival (MIF) yang juga mahasiswa S3 IPB Internasional Bali, Sirajuddin, menekankan pentingnya strategi kolaborasi penta-helix dalam pengembangan pariwisata dan event di Pulau Lombok.
MIF, Kurnia Indonesia, IPB Internasional Bali, dan Poltekpar Lombok berencana merancang Hallmark Event bermuatan budaya Sasak yang berkelanjutan (Sustainable Event). Proyek ini turut melibatkan tokoh masyarakat Desa Batu Kumbung, H. Mundir, serta kepala desa setempat.
“Ada dua pilihan nama untuk konsep ini, yaitu Batu Kumbung Festival (BKF) atau Bali Ungguh Festival (BUF),” ujar Sirajuddin, yang juga menjabat sebagai Direktur Kurnia Indonesia dan Vice President Asia Pacific Institute For Events Management (APIEM) UK.
Menurutnya, pengembangan destinasi harus memenuhi kebutuhan dasar wisatawan seperti something to see, something to do, something to learn, something to buy, serta something to eat and drink yang dinilai masih perlu diperkuat di kedua desa wisata tersebut.
Mahasiswa S3 lainnya, Widodo Marmer, menilai Desa Wisata Batu Kumbung memiliki variasi daya tarik yang kaya dari sisi budaya, alam, sejarah, hingga wisata buatan.
"Kami akan menganalisis dan memberikan rekomendasi agar Quality Tourism bisa terwujud di beberapa desa wisata di Lombok, NTB. Perlu ada juga program tukar menukar pelajar antara Poltekpar Lombok dengan IPB Internasional Bali untuk mendukung hal ini," pungkas Widodo.