Kronologi Kecelakaan Tiga Kendaraan di Bone, Berawal dari Upaya Mendahului Kendaraan
Ari Maryadi May 24, 2026 12:05 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, BONE — Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan tiga kendaraan terjadi di Jalan Poros Bone-Wajo, Dusun Makkita, Desa Sijelling, Kecamatan Tellu Siattinge, Kabupaten Bone, Sabtu (23/5/2026). 

Peristiwa tersebut melibatkan mobil Daihatsu Grand Max warna putih, Daihatsu Sigra warna abu-abu metalik, dan dump truck Mitsubishi Fuso warna oranye.

Kasi Humas Polres Bone, Iptu Rayendra, mengungkapkan kecelakaan bermula saat mobil Daihatsu Grand Max yang dikemudikan E (27), warga Desa Abbanuang, Kecamatan Awangpone, melaju dari arah selatan menuju utara.

Menurutnya, pengemudi Grand Max diduga melaju dengan kecepatan tinggi dan berusaha mendahului kendaraan yang berada di depannya.

"Pengemudi Grand Max hendak mendahului kendaraan temannya yang berada di depan. Saat itu kendaraan melaju dari arah selatan menuju utara," kata Iptu Rayendra.

Namun, pada saat bersamaan muncul mobil Daihatsu Sigra yang dikemudikan S (42), warga Kota Makassar, dari arah berlawanan.

Akibat jarak yang sudah terlalu dekat, benturan antara kedua kendaraan tidak dapat dihindari.

"Setelah bersenggolan dengan mobil Sigra, Grand Max kehilangan kendali dan oleng ke kanan," ujarnya.

Kendaraan tersebut kemudian masuk ke jalur berlawanan dan langsung menabrak dump truck Mitsubishi Fuso yang dikemudikan N (51), warga Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone.

Benturan keras menyebabkan bagian depan mobil Grand Max ringsek berat.

Pengemudi Grand Max mengalami luka parah di sekujur tubuh dan sempat tidak sadarkan diri di lokasi kejadian.

"Korban kemudian dievakuasi dan dirujuk ke RSUD Tenriawaru Kabupaten Bone untuk mendapatkan penanganan medis," ujarnya. 

Sementara pengemudi Daihatsu Sigra dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka.

Adapun pengemudi dump truck mengalami luka gores pada bagian dahi akibat terkena serpihan kaca depan kendaraan yang pecah saat tabrakan terjadi.

Selain menimbulkan korban luka, kecelakaan tersebut juga menyebabkan kerusakan pada ketiga kendaraan yang terlibat.

Mobil Grand Max mengalami kerusakan paling parah dengan kerugian material diperkirakan mencapai Rp50 juta.

Mobil Sigra mengalami kerusakan pada kaca spion, kaca samping, fender kanan, velg depan kanan, serta ban depan kanan dengan kerugian sekitar Rp15 juta.

Sedangkan dump truck Mitsubishi Fuso mengalami kerusakan pada kaca depan, lampu depan sebelah kiri, dan bamper depan dengan kerugian ditaksir mencapai Rp35 juta.

"Total kerugian material diperkirakan sekitar Rp100 juta," jelasnya.

Ia menambahkan, saat kejadian kondisi cuaca dalam keadaan cerah. 

Namun, kondisi jalan di lokasi diketahui bergelombang meski beraspal.

Saat ini Unit Laka Satlantas Polres Bone telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mendata identitas para pengemudi, serta melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan.

Iptu Rayendra mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara, khususnya ketika hendak mendahului kendaraan lain di jalan raya.

"Pastikan kondisi jalan aman, jarak pandang cukup, dan tidak ada kendaraan dari arah berlawanan sebelum melakukan manuver mendahului. Keselamatan harus menjadi prioritas utama saat berkendara," tandasnya.

Sebelumnya, kecelakaan lalu lintas beruntun melibatkan tiga kendaraan terjadi di Desa Sijelling, Kecamatan Tellu Siattinge, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 14.00 Wita.

Insiden tersebut melibatkan mobil pick up putih bernomor polisi DW 8660 AE, mobil Daihatsu Sigra bernomor polisi DD 1145 XDP, dan truk bermuatan pasir bernomor polisi B 9643 PYW.

Warga setempat, Zinuddin, mengatakan mobil pick up yang merupakan kendaraan pengangkut ayam itu bergerak dari arah selatan menuju utara dalam kondisi bak kosong.


Menurutnya, kendaraan tersebut diduga melaju dengan kecepatan tinggi sebelum akhirnya kehilangan kendali.

"Ngebut i sesama mobil pick up dari arah selatan ke utara. Mabbala ladde i (melaju cukup kencang) lalu oleng dan menyambar mobil Sigra yang datang dari arah berlawanan," kata Zinuddin saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, setelah menyenggol mobil Sigra berwarna abu-abu, pick up tersebut semakin tidak terkendali dan bergerak ke jalur kanan.

Akibatnya, kendaraan itu langsung bertabrakan dengan truk bermuatan pasir yang datang dari arah berlawanan.

"Setelah menyambar Sigra, mobil pick up makin oleng ke kanan dan menabrak truk pasir. Liwa ladde sileppo (benturannya cukup keras)," ujarnya.

Benturan tersebut menyebabkan bagian depan mobil pick up mengalami kerusakan parah.

 Sopir pick up berinisial AA bahkan sempat terjepit di dalam kabin kendaraan yang ringsek.

Warga yang berada di lokasi kejadian kemudian berupaya memberikan pertolongan dan melakukan evakuasi terhadap korban.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Bone, AKP Riyanda Putra Utama saat dikonfirmasi, membenarkan kejadian kecelakaan tersebut.

Ia mengatakan pengemudi mobil pick up mengalami luka-luka dan telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Tenriawaru Bone untuk mendapatkan penanganan medis.

"Satu orang mengalami luka dan saat ini menjalani perawatan di RSUD Tenriawaru. Korban merupakan pengemudi mobil pick up," ujar AKP Riyanda.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut.

AKP Riyanda juga mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat berkendara dan mematuhi aturan lalu lintas.

"Kami mengingatkan seluruh pengguna jalan untuk selalu mengutamakan keselamatan, menjaga kecepatan kendaraan sesuai kondisi jalan, serta tetap fokus saat berkendara agar terhindar dari kecelakaan lalu lintas," katanya.

Akibat kecelakaan tersebut, ketiga kendaraan mengalami kerusakan. 

"Kerusakan terparah dialami mobil pick up yang bagian depannya ringsek setelah menghantam truk bermuatan pasir," tandasnya.

Laporan Jurnalis Tribun Timur, Wahdaniar

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.