Di Era Sutjidra-Supriatna, Buleleng Raih Penghargaan Nasional Digitalisasi Keuangan
Putu Dewi Adi Damayanthi May 24, 2026 01:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Transformasi digital terus menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Buleleng di bawah kepemimpinan Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra. 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan sistem pengelolaan keuangan daerah berbasis elektronik yang terintegrasi, transparan, dan efisien.

Langkah nyata itu pun membuahkan hasil membanggakan. 

Pada penghujung tahun 2025, Pemkab Buleleng berhasil meraih penghargaan Terbaik I Nasional dalam kategori Program Unggulan Terbaik Layanan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) dari Kementerian Koordinator Perekonomian RI.

Baca juga: SIAPKAN Anggaran Rp2 Miliar, Restorasi Lobi Kantor Bupati Buleleng Segera Eksekusi

Penghargaan tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan Buleleng dalam membangun ekosistem digital pemerintahan yang semakin maju dan terintegrasi. 

Tidak hanya mempercepat layanan administrasi pemerintahan, digitalisasi juga dinilai mampu memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra mengatakan, digitalisasi keuangan daerah merupakan bagian penting dari reformasi birokrasi yang terus didorong Pemerintah Kabupaten Buleleng.

"Digitalisasi bukan sekadar modernisasi sistem, tetapi bagaimana memastikan pengelolaan keuangan daerah berjalan lebih transparan, efektif, dan tepat sasaran," ujarnya.

Menurut Sutjidra, capaian tersebut tidak diraih secara instan. 

Sebelum meraih penghargaan tingkat nasional, Kabupaten Buleleng selama tiga tahun berturut-turut sukses meraih championship Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Award sebagai kabupaten terbaik se-Jawa Bali.

Prestasi tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun sistem pemerintahan berbasis elektronik yang kini semakin matang. 

Pemerintah Kabupaten Buleleng secara bertahap melakukan pembenahan sistem, peningkatan kapasitas sumber daya manusia aparatur, hingga penguatan infrastruktur digital pemerintahan.

"Penghargaan ini menjadi penting karena di tengah isu transparansi pengelolaan keuangan pemerintahan, Buleleng bisa mendapatkan penghargaan terbaik satu tingkat nasional. Ini menunjukkan bahwa ekosistem digital di Buleleng sudah berjalan semakin baik dan maju," kata Sutjidra.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa menjelaskan, seluruh layanan administrasi keuangan daerah kini telah terintegrasi melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), penggunaan Kartu Kredit Indonesia (KKI), serta Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Online.

Menurutnya, integrasi tersebut membawa perubahan besar terhadap efektivitas pelayanan administrasi pemerintahan di lingkungan Pemkab Buleleng.

"Seluruh aspek pengelolaan keuangan sudah saling terhubung dalam satu sistem. Proses menjadi lebih cepat, data lebih akurat, dan pengawasan juga lebih mudah dilakukan," jelasnya.

Ia menambahkan, sebelum penerapan sistem digital terintegrasi, proses administrasi keuangan masih banyak dilakukan secara manual dan membutuhkan waktu cukup panjang. 

Kini, melalui sistem berbasis elektronik, proses penganggaran, pencairan dana hingga pelaporan keuangan dapat diselesaikan lebih cepat dan efisien.

"Dulu proses penganggaran, pencairan dana hingga pertanggungjawaban bisa memakan waktu minggu bahkan bulan. Sekarang bisa diselesaikan dalam hitungan hari. Ini bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga akurasi data dan efisiensi anggaran," imbuhnya.

Tidak hanya pada sektor administrasi keuangan, transformasi digital juga terus diperluas pada bidang pengadaan barang dan jasa pemerintah. 

Melalui Bagian Pengadaan Barang/Jasa Setda Kabupaten Buleleng, implementasi Katalog Elektronik Versi 6 serta penggunaan Kartu Kredit Indonesia terus diperkuat guna menciptakan sistem pengadaan yang lebih transparan dan akuntabel.

Di sisi lain, Pemkab Buleleng juga mendorong penggunaan sistem pembayaran digital dalam pelayanan publik, termasuk pembayaran pajak dan retribusi daerah melalui QRIS. 

Langkah ini menjadi bagian dari upaya mempercepat digitalisasi daerah sekaligus memberikan kemudahan layanan kepada masyarakat.

Meski transformasi digital masih menghadapi tantangan, khususnya terkait literasi digital masyarakat, Pemerintah Kabupaten Buleleng terus melakukan sosialisasi dan edukasi secara bertahap agar pemanfaatan layanan digital semakin luas.

Ke depan, di bawah kepemimpinan I Nyoman Sutjidra - Gede Supriatna, Pemkab Buleleng berkomitmen terus memperkuat inovasi dan transformasi digital pada berbagai sektor pelayanan publik. 

Dengan sistem yang semakin modern dan terintegrasi, Buleleng optimistis mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, serta semakin dipercaya masyarakat. (mer)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.