BRImo Jadi Andalan Pelaku Usaha, Digitalisasi BRI Bantu UMKM Bertransaksi Lebih Cepat dan Praktis
Ardhina Trisila Sakti May 24, 2026 01:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dulu, pelaku usaha kecil kerap direpotkan urusan recehan, uang kembalian hingga harus keluar masuk ATM demi memastikan transaksi berjalan lancar.

Kini, di tengah geliat usaha kuliner rumahan di Kota Pangkalpinang, semua perlahan berubah. Cukup lewat satu sentuhan di layar telepon genggam, pembayaran pelanggan, belanja bahan baku hingga membayar tagihan usaha bisa selesai dalam hitungan menit.

Kemudahan itu dirasakan langsung Firda owner Da Daily Food, pelaku UMKM kuliner di Jalan Usman Ambon, Kelurahan Kacang Pedang, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang yang mengaku tumbuh bersama digitalisasi layanan BRI melalui super apps BRImo.

Baginya, BRImo bukan sekadar aplikasi perbankan. Lebih dari itu, ia menjadi teman usaha yang membantu transaksi berjalan lebih cepat, praktis dan tanpa ribet.

"Kalau sekarang semuanya sudah lebih gampang. Mau cek uang masuk, transfer, bayar kebutuhan usaha, semua tinggal buka BRImo. Sangat membantu," ujar Firda kepada Bangkapos.com, Minggu (24/5/2026).

20260524 Qris BRI
Pelanggan melakukan transaksi lewat Qris BRI di gerai Da Daily Food, di Kacang Pedang, Kota Pangkalpinang.

Perempuan muda berusia 25 tahun ini bercerita, perjalanannya bersama digitalisasi layanan BRI dimulai sejak 2024, saat ia memberanikan diri membuka gerai tetap di kawasan Kacang Pedang, Kota Pangkalpinang.

Namun jauh sebelum memiliki toko, Firda sudah mulai merintis usahanya sejak 2022 dengan sistem cash on delivery (COD). Kala itu, transaksi masih dilakukan secara sederhana, mengandalkan pembayaran tunai dari pelanggan.

Seiring usaha berkembang, kebutuhan akan transaksi yang cepat dan efisien mulai terasa. Firda kemudian memilih tumbuh bersama layanan digital BRI.

Awalnya, ia hanya menggunakan BRImo untuk kebutuhan transfer dan menerima pembayaran pelanggan. Kini, kode QRIS BRI terpajang jelas di meja kasir gerainya.

Setiap transaksi yang masuk dari pelanggan dapat dipantau secara langsung melalui aplikasi BRI Merchant. Nama pelanggan hingga nominal pembayaran muncul secara real time, membuat proses pengecekan jauh lebih praktis.

"Enaknya itu cepat dicek. Kalau ada customer bayar QRIS, langsung kelihatan transaksinya masuk. Jadi enggak perlu khawatir," katanya.

Dana hasil transaksi QRIS pun dapat langsung dicairkan ke rekening BRImo miliknya. Dari sana, uang kembali diputar sebagai modal usaha harian.

Firda mengaku sebagian besar kebutuhan operasional gerainya kini dibayar secara digital. Mulai dari membeli telur, ayam, daging, bahan baku masakan, hingga kebutuhan dapur lainnya dilakukan melalui BRImo.

"Kalau belanja bahan baku tinggal transfer. Lebih cepat, enggak perlu pegang uang tunai banyak," ujarnya.

Tak hanya soal transaksi usaha, perempuan muda itu juga memanfaatkan berbagai fitur lain yang tersedia di BRImo. Salah satu yang paling sering digunakannya adalah fitur pencatatan keuangan.

Menurut Firda, fitur tersebut membantunya lebih disiplin dalam mengatur arus kas usaha, sehingga pemasukan dan pengeluaran bisa lebih terkontrol.

"Bisa buat lihat pengeluaran juga, jadi kita tahu uang keluar ke mana saja. Sangat membantu supaya usaha enggak boncos," katanya sambil tersenyum.

Selain transfer dan pengelolaan keuangan, Firda juga rutin memanfaatkan fitur pembayaran aneka tagihan di BRImo. Mulai dari pembayaran listrik, BPJS, BRIVA, PDAM hingga tagihan seluler pascabayar dapat dilakukan hanya lewat telepon genggam.

Baginya, kemudahan itu terasa penting, terutama bagi pelaku usaha yang dituntut bergerak cepat di tengah kesibukan operasional harian.

Firda juga mengakui pembayaran melalui QRIS BRI membuat aktivitas transaksi di gerainya terasa jauh lebih nyaman. Selain mempercepat pembayaran pelanggan, sistem non tunai juga mengurangi kerepotan menyediakan uang kembalian.

"Paling terasa itu enggak ribet nyiapin uang kecil atau uang kembali. Customer tinggal scan, bayar pas, selesai. Lebih sat set," ungkapnya.

Menurut dia, selama menggunakan QRIS BRI, transaksi pelanggan juga berjalan lancar tanpa kendala berarti. Pencairan dana memang mengikuti jadwal tertentu, tetapi tidak pernah mengalami keterlambatan atau kendala masuk ke rekening.

"Sejauh ini aman. Enggak pernah ada uang yang macet masuk," ujarnya.

Di balik kemudahan digital yang kini dinikmatinya, Firda tetap fokus menjaga kualitas menu di gerainya.

Da Daily Food dikenal dengan sajian rice bowl bercita rasa pedas yang menjadi favorit pelanggan muda di Pangkalpinang.

20260524 Tampak depan toko Da Daily Food
Tampak depan toko Da Daily Food di Kacang Pedang, Kota Pangkalpinang

Salah satu menu paling diminati adalah Mercon Sapi, sajian daging sapi pedas dengan cita rasa gurih dan menggigit yang dibanderol Rp35 ribu per porsi. Selain itu, tersedia pula rice bowl ayam suwir, cumi asin, hingga berbagai lauk pilihan lain.

Bagi Firda, perkembangan usaha tak hanya ditentukan rasa makanan, tetapi juga kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman.

Di tengah tren pembayaran digital yang semakin berkembang, ia merasa penggunaan BRImo dan QRIS BRI menjadi langkah yang tepat untuk mendukung pertumbuhan usaha kecil seperti miliknya.

"Sebagai pelaku usaha sangat membantu. Apalagi buat UMKM, semuanya jadi lebih cepat, praktis, dan enggak ribet," katanya.

Di sudut gerai sederhana itu, layar ponsel di tangan Firda seolah menjadi gambaran kecil bagaimana transformasi digital perlahan mengubah wajah UMKM. Dari transaksi yang dulu serba tunai, kini hampir semua urusan usaha bisa selesai hanya lewat sentuhan jari.

BRImo Bukan Sekadar Mobile Banking, BRI Dorong UMKM Kelola Usaha dalam Satu Aplikasi

Transformasi digital di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus menjadi fokus PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Melalui super apps BRImo dan layanan QRIS, BRI mendorong pelaku usaha agar semakin mudah bertransaksi, mengelola arus kas hingga menjalankan operasional usaha secara praktis.

Relationship Manager Funding Transaction, Kantor Cabang Pangkalpinang, Tanti Jayanti mengatakan BRImo kini tidak lagi sekadar aplikasi mobile banking untuk transfer antar rekening. Lebih dari itu, BRImo telah berkembang menjadi aplikasi yang mampu mendukung berbagai kebutuhan usaha pelaku UMKM.

"Bagi pelaku usaha kecil, BRImo sekarang sangat relevan karena seluruh aktivitas keuangan bisa dipantau dalam satu aplikasi," ujar Tanti kepada Bangkapos.com, Minggu (24/5/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah fitur BRImo dinilai sangat membantu pelaku usaha, mulai dari pembayaran melalui QRIS, monitoring transaksi rekening secara real time, transfer ke pemasok atau supplier, hingga pembayaran tagihan usaha.

Selain itu, tersedia pula fitur mutasi rekening otomatis, top up dompet digital, pembayaran pajak dan retribusi, hingga tarik tunai tanpa kartu.

Menurut Tanti, kemudahan tersebut membuat pelaku UMKM tidak perlu lagi mengandalkan pencatatan manual atau berpindah-pindah aplikasi untuk mengelola transaksi harian.

"Pemilik usaha bisa langsung mengetahui pembayaran masuk melalui notifikasi dan histori transaksi otomatis. Jadi lebih mudah memantau arus kas usaha,"katanya.

Fitur pemantauan transaksi secara real time ini, kata Tanti, menjadi salah satu yang paling dirasakan manfaatnya oleh pelaku usaha kuliner, warung kopi, hingga usaha mikro lain yang memiliki intensitas transaksi tinggi setiap hari.

Dengan sistem tersebut, pemilik usaha dapat lebih fokus melayani pelanggan tanpa harus terus mengecek uang tunai atau mencatat transaksi secara manual.

Selain membantu efisiensi operasional, digitalisasi transaksi juga dinilai mampu meminimalkan risiko kehilangan uang tunai sekaligus mempermudah evaluasi omzet harian maupun mingguan.

Di sisi lain, BRI juga terus memperluas pemanfaatan QRIS dan BRImo agar dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha, termasuk di wilayah kepulauan seperti Bangka Belitung.

Tanti menyebut, strategi yang dilakukan BRI tidak hanya melalui penguatan layanan digital, tetapi juga pendekatan langsung kepada masyarakat.

Beberapa langkah yang dilakukan di antaranya memperluas akuisisi merchant QRIS hingga pasar tradisional dan usaha mikro, melakukan edukasi langsung kepada pelaku UMKM, hingga memanfaatkan jaringan AgenBRILink di wilayah pelosok.

Tak hanya itu, BRI juga terus mempermudah proses pendaftaran QRIS agar pelaku usaha semakin cepat terhubung dengan sistem pembayaran digital.

"Untuk wilayah kepulauan seperti Bangka Belitung, pendampingan langsung tetap penting karena tidak semua pelaku usaha langsung familiar dengan teknologi digital," ujarnya.

Menurut Tanti, transformasi digital yang dilakukan BRI tidak semata mendorong transaksi non tunai, melainkan juga menjadi upaya memperluas inklusi keuangan bagi pelaku UMKM agar lebih siap berkembang di masa depan.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.